| LINGKUP : BAHASA, LINGUISTIKA, SAINS, MATEMATIKA, INFORMATIKA, FISIKA, ELEKTRONIKA, TEKNOLOGI INFORMASI, TEKNOLOGI KOMUNIKASI, FILSAFAT, AGAMA LOGIKA ARTI-KATA BAHASA (C) 2001-2011 — Achmad Firwany Kita sering terjebak dgn kebiasaan penggunaan kata, istilah, atau ungkapan, seolah segala sesuatu itu berkonotasi selalu baik, padahal tak selalu demikian. Secara bhs, arti umum teladan adalah panutan, contoh, atau misal (similitude, example), dan bisa memiliki arti positiv dan juga negativ, baik atau buruk. Jika disebut teladan saja, maka pd umumnya konotasinya adalah dlm arti positiv. Jadi secara bhs, bisa dinyatakan pasangan kata majemuk, teladan baik dan teladan buruk. Analogi dgn nilai bilangan dlm hitungan, bisa bernilai positiv | plus dan juga negativ | minus. Jika tak diberi tanda (+ atau -), maka berarti bilangan bernilai positiv. . . . Hampir tiap hal netral di alam ini secara normal selalu dinyatakan dlm pasangan (in pair, in mate). Ada positiv ada negativ, ada baik ada buruk. Meski pd dasarnya yg buruk itu sering diabaikan. Analogi dlm kata bhs juga berlaku utk kata "akhirat." Jika tak disebutkan secara tersurat atau eksplisit, maka org mengkonotasikannya dlm konteks baik atau positiv, dan berarti "surga." Padahal akhirat secara tersirat atau implisit mencakup arti, selain surga, juga "neraka" yg mempunyai konteks buruk atau negativ. Secara logika, ada nol (0) ada satu (1), meski pada dasarnya nol itu tak ada, krn berarti nihil, kosong, hampa, atau ketiadaan, tp dia dibutuhkan utk menunjukkan adanya satu. Demikian juga gelap dan terang. Gelap itu adalah ketiadaan cahaya, sedangkan terang adalah keberadaan cahaya sbg energi sekaligus materi. Jadi kegelapan itu tdk ada, yg ada adalah terang. Tp gelap dibutuhkan utk menujukkan adanya terang. Begitu pula dgn dingan dan panas. Dingin itu tdk ada, yg ada adalah panas. Dingin adalah ketiadaan panas sbg energi yg memiliki ukuran kualitas dan kuantitas. Kebaikan dan keburukan adalah pasangan. Secara logika bhs, keburukan bisa diartikan sebagai kebaikan negativ, dan sebaliknya. Bhs selalu berkembang, mengadopsi kata dan beradaptasi dgn lokasi, dan didlm ilmu bhs atau lingusitik, ada cabang ilmu yg dinamakan mantik sharaf bahasa, logika arti-kata bahasa, atau logika semantik linguistik (linguistic semantic logics) yg berkembang sejak Aristoteles, dan hingga kini tetap diajarkan di fakultas sastra universitas, spt di UI misalnya, dan di institut linguistik di seluruh dunia. Dari logika semantik linguistik Aristoteles, kemudian dikembangkan logika simbolik matematik Boole, dan akhirnya ke logika digital elektronik Shannon yg menjadi dasar ilmu komputer dan elektronika digital modern ini. . . . Demikian semoga bisa dipahami dan berguna.
|
Minggu, 02 Januari 2011
LOGIKA ARTI-KATA BAHASA
Jumat, 03 Desember 2010
SEBUTAN NILAI BILANGAN
|
SEBUTAN NILAI BILANGAN
PREFIKS NILAI BILANGAN Y = Yotta Z = Zeta E = Exa P = Peta T = Tera G = Giga M = Mega k = kilo h = hecto da = deca d = deci c = centi m = milli u = micro PENERAPAN DALAM UNIT METRIK [ berbasis desimal: 10^n ] 1 Ym = 1.000 Zm 1 Zm = 1.000 Em 1 Em = 1.000 Pm 1 Pm = 1.000 Tm 1 Tm = 1.000 Gm 1 Gm = 1.000 Mm 1 Mm = 1.000 km 1 km = 10 hm = 100 dam = 1.000 m 1 hm = 10 dam = 100 m 1 dam = 10 m 1 m = 10 dm = 100 cm = 1.000 mm = 1.000.000 um 1 dm = 10 cm = 100 mm 1 cm = 10 mm 1 mm = 1.000 um 0 10 100 1.000 ... PENERAPAN DALAM UNIT BYTE [ berbasis biner: 2^n ] 1 YB = 1.024 ZB (ZettaByte) 1 ZB = 1.024 EB (ExaByte) 1 EB = 1.024 PB (PetaByte) 1 PB = 1.024 TB (TeraByte) 1 TB = 1.024 GB (GigaByte) 1 GB = 1.024 MB (MegaByte) 1 MB = 1.024 kB (kiloByte) 1 kB = 1.024 B (Byte) 1 B = 8 BIT (binary digit) 0 1 2 4 8 16 32 64 128 256 512 1.024 ...
|
Rabu, 01 September 2010
MEMBILANG ALA HOK-KIAN | FUJIAN
MEMBILANG ALA HOK-KIAN | FUJIAN
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
FINE ART ™ FIRWANY INTERNETWORK ENTERPRISE — ARTICLES ON REFORM AND TRANSFORM adalah marka-niaga, identitas produk dan properti Achmad Firwany BLOG : http://blog.firwany.co.cc http://firwany.blogspot.com FACEBOOK : http://fb.firwany.co.cc http://facebook.com/people/Achmad-Firwany/100000427899819 LINK : http://firwany.blogspot.com/2010/09/membilang-ala-hok-kian-fujian.html http://facebook.com/notes/logat-dan-bahasa/membilang-ala-hok-kian-fujian/163775543670151 TAG: kosakata, bahasa, linguistika, vocabulary, language, linguistics |
Selasa, 10 Agustus 2010
KATA SERUPA TAPI TAK SAMA
KATA SERUPA TAPI TAK SAMA
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Senin, 02 Agustus 2010
REDUNDANSI, EFIKASI, EFISIENSI
INFORMASI DAN KOMUNIKASI
|
LINGKUP : KOSAKATA. BAHASA. LINGUISTIKA. INFORMATIKA. TELEMATIKA. TEKNOLOGI INFORMASI. TEKNOLOGI KOMUNIKASI. TEKNOLOGI OTOMOTIV. FISIKA. DINAMIKA REDUNDANSI, EFIKASI, EFISIENSI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DAN DAMPAKNYA DALAM KEUANGAN (C) 1996-2011 — Achmad Firwany REDUNDANSI = PEMBOROSAN = KERUGIAN Secara umum, keterbuangan ruang, waktu, materi, energi dalam suatu sistem teknologi, dinyatakan sebagai sesuatu "tajuk-lebih" (over-head), yang dalam istilah teknis, disebut sebagai redundansi (redundancy) atau pemborosan, yang dalam bahasa umum, dikenal sebagai sesuatu yang "diluar-perkiraan" atau "tak-terduga", dan dengan sendirinya melibatkan apa yang disebut sebagai "biaya tajuk-lebih" (over-head cost), atau dalam bahasa awam, "biaya tak-terduga". Redundansi atau pemboroson atau tajuk-lebih, dengan kata lain, bisa dianggap atau dikatakan sebagai "kehilangan" atau "kerugian" (losses), yang semestinya tak perlu terjadi, tapi karena satu dan lain hal tak bisa dihindari, dan hanya dalam beberapa hal tertentu dan spesifik saja bisa ditiadakan atau diminimasi dengan beberapa konsekuensi resiko. Dalam pengertian teknik, redundansi atau pemborosan, adalah ukuran kuantitas terbuang atau tak-digunakan (unused quantity) atau kuantitas tajuk-lebih (over-head quantity) sesuatu dalam masukan (input) dan atau keluaran (output), yang merupakan beda atau selisih antara kuantitas total (total quantity) dan kuantitas digunakan (used quantity), atau antara kuantitas aktual (actual quantity) dan kuantitas efektiv (effective quantity) yang disebut efikasi (efficacy), dalam satuan (unit) sama, yang dinyatakan dalam persentasi (%), yang bila dirumuskan dalam formula matematik adalah sbb.
Jadi makin besar kuantitas efektiv, makin tak redundan suatu sistem, dan
sebaliknya. Dengan demikian, redundansi atau pemborosan bisa diperkecil atau
ditekankan dalam dua cara, yaitu memperbesar kuantitas efektiv pada kuantitas
aktual tetap, atau kebalikannya, memperbesar kuantitas aktual pada kuantitas
efektiv tetap.
Istilah ini sering disebut sebagai keefektivan (effectivness) atau
efektivitas (effectivity) yang merupakan istilah teknis, karena dalam bahasa
Inggris standard, "effectivity" ini tak ada, tapi "effectiveness". Tapi untuk
orang Indonesia, istilah "efektivitas" atau "kedayagunaan" atau "dayaguna" saja
lebih dikenal atau diterima ketimbang istilah "efikasi". Kerap kali untuk ini
digunakan juga istilah "kefaedahan" atau "kemanfaatan" atau "manfaat" (benefit)
saja.
Jadi jika kuantitas output efektiv samadengan kuantitas input, maka efisiensi
100%. Sedangkan, jika kuantitas output efektiv lebih-kecil daripada kuantitas
input, maka efisiensi dibawah 100%. Sebaliknya, jika kuantitas output efektiv
lebih-besar daripada kuantitas input, maka efisiensi diatas 100%.
sehingga
Didalam alam, pada beberapa tatanan tertutup (closed system) tertentu, yang
merupakan tatanan pengubahan tenaga atau sistem konversi energi (energy
coversion system), ternyata efisiensi tak bisa mencapai lebih 100%, bahkan tak
bisa mencapai 100%, tapi hanya antara 70% s/d 90%.
Alasan penulisan kata dalam bentuk lengkap hanyalah kelengkapan itu sendiri,
untuk penjelasan batasan atau defenisi, uraian, ulasan, kupasan, bahasan, plus
"aestetika", lain tidak. Memang dalam beberapa hal tertentu efisiensi ini
dilanggar untuk kepentingan informasi dan komunikasi itu sendiri, tapi ini
sifatnya tertentu dan terbatas.
dan masih banyak lagi, tapi untuk sementara ini dulu, untuk lainnya silahkan
cari sendiri.
Jika kita perhatikan perbandingan contoh kata-kata untuk tiga bahasa diatas,
maka tampak bahwa bahasa-bahasa dalam rumpun Semitik lebih rumit daripada yang
dari rumpun Arya [Latin, Spanyol, Jerman, Belanda, Perancis, Inggris, dll], dan
yang dari rumpun Melayu [Malaysia, Indonesia, Brunei, dll] adalah yang paling
sederhana.
CARA PERTAMA
Menurut hemat saya, cara lama ini jauh lebih hemat daripada cara baru
digunakan sekarang yang menggunakan perulangan, dimana cara lama, efisiensinya
setara dengan cara pembentukan plural regular dalam bahasa Inggris, yang hanya
ditambah "s" atau "es", kecuali beberapa kata tertentu yang mengalami perubahan
konsonan, seperti "wife" menjadi "wives".
dimana,
Dengan demikian, pemborosan huruf pada cara baru adalah sebesar "n" sampai "n
x 2". Sehingga makin banyak kata jamak dalam suatu tulisan berbahasa Indonesia,
makin boros penulisan, makin menyita waktu dan tenaga, dan makin mahal biaya
operasi, transmisi dan resepsi, dan menyita banyak jalur komuikasi. Berikut
adalah contoh perbandingan dua cara tersebut.
CARA KEDUA
Satu kelemahan penggunaan kata "para" ini adalah bahwa ia mengadung arti
"lebih" ketimbang "banyak", sehingga penggunaannya terbatas atau tak dapat
digunakan untuk semua kata, seperti misalnya "para kitab" atau"para buku". CARA KETIGA
Jika suatu kata dimulai oleh huruf hidup (vowel), maka berlaku konvensi
seperti contoh berikut.
Bandingkan cara hemat ini dengan cara lama diatas, bedanya hanya satu sampai
tiga huruf saja.
Berdasarkan pada perhitungan banyak huruf, jelas bahwa cara baru ternyata
jauh lebih boros daripada cara lama atau cara hemat telah dikemukakan diatas.
Dan cara lama atau cara hemat samasekali tak mengubah arti atau membuat kata
kehilangan arti, atau dengan kata lain, kata tersebut tetap informativ.
Berdasarkan pada uraian dan penjelasan saya diatas, saya menghimbau semua
orang untuk menerapkan cara hemat tersebut dalam informasi dan komunikasi, dan
tak perlu menunggu keputusan pemerintah RI. Cepat atau lambat, jika dibiasakan.
maka akan menjadi hal biasa. Peran media masa, baik cetak maupun elektronik,
akan sangat membantu mensosialisasikan hal ini.
atau pada:
Jika huruf pertamanya bukan huruf-mati (konsonan), terjadi perulangan
huruf-hidup (vowel), seperti pada:
Penyisipan ini juga bisa digunakan untuk menyatakan bentuk jamak, banyak dan
berulang-kali (repetitive), seperti "s", "es", "ies" atau "oes" dalam bahasa
Inggris:
Bisa juga berarti agak, sering dan berulang-kali:
Bisa juga berarti saling (mutual) dan berulang-kali.
Bisa juga berarti "bak", "tampak seperti" (seem-like, look-like):
Tapi tahukah anda bahwa dalam bahasa Banjar, tak ada kata-ganti untuk
orang-ketiga jamak [mereka], kecuali "bubuhan": bubuhan-nya, bubuhan subarang,
bubuhan taluk, bubuhan sungai . . ., bubuhan . . ., dll., dimana bubuhan
bererati mereka atau kelompok orang. Menyebut semua atau seluruh: samuaan,
samunyaan atau sabarataan. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
BIBLIOGRAFI
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
(C) 1996-2011 — Achmad Firwany HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia. Tak sebagian pun dari dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedalam bentuk bahasa apapun atau disimpan dalam satu sistem retrieval apapun; dalam bentuk apapun atau dalam cara apapun, mencakup tapi tak terbatas pada cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; untuk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dari pemilik hak atas karya intelektual ini. Tiap kutipan atas artikel ini harap mencantum dengan jelas sumber tulisan. FINE ART ™ FIRWANY INTERNETWORK ENTERPRISE — ARTICLES ON REFORM AND TRANSFORM adalah marka-niaga, identitas produk dan properti Achmad Firwany BLOG : http://blog.firwany.co.cc http://firwany.blogspot.com FACEBOOK : http://fb.firwany.co.cc http://facebook.com/people/Achmad-Firwany/100000427899819 LINK : http://firwany.blogspot.com/2010/08/redundansi-efikasi-efisiensi-informasi.html http://facebook.com/notes/logat-dan-bahasa/redundansi-efikasi-efisiensi-informasi-dan-komunikasi/163772887003750 TAG : kosakata, bahasa, linguistika, informatika, telematika, teknologi informasi, teknologi komunikasi, teknologi otomotiv, fisika, dinamika, vocabulary, language, linguistics, informatics, telematics, information technology, communication technology, physics, dynamics |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Minggu, 02 Mei 2010
J LANGUAGE
| LINGKUP: INTERMEZO, HUMOR,
LOGAT, KOSAKATA, BAHASA J LANGUAGE — a revised edition from earlier version : JENG JUMINTEN . . . JANDA JAWA . . . JUALAN JAMU JAHE . . . [dalam judul dan kisah ini, tiap kata diawali dengan huruf "J"] Jeng Juminten, Jawa, janda judes, jelamitan, jelek jerawatan, jari jempolnya jorok. Jaman jaringan jualan jenjangan jamak, Jeng juminten jajal jualan jamu jarak jauh Jogya–Jakarta. Jamu jagoannya: jamu jahe. "Jamu-jamuuu..., jamu jahe..., jamu jaheee..., jamu jaheee..., jamu jaheee ji-ceng-an!", Jeng Juminten jerit-jerit jajakan jamu jagoannya, jelajahi jalanan, jembatan jumpa jembatan, jengkal-jengkalan, jungkat-jungkit, jepak-jepok. "Jamuuu... Jaheee...!!! Jamu jaheee ji-ceng-an!", Jeng Jumiten jejeritan, jajakan jualan jagoannya, jejak-jejaki jalanan, jauh, jauh.., jauh..., jerih, jeruh, jam-jaman. Jailah, "Jedug", ... jariknya Jeng Jumiten jatuh, Jeng Juminten jatuh jumpalitan. Jeng Juminten, jerit-jerit, jejeritan: "Jarikku jatuh, jarikku jatuh..., jarikku jatuh..., jarikku jebol..., jebol..., jebol... jarikku...u...u...u... ... ... " Jeng Juminten jengkel, jualan jamunya jungkar-jungkiran, jadi jemu juga. Jiamput!!! Jeng Juminten jumpa Jarot, Jawa, jejaka jomblo, jambulan, jempolan, jantan, jumawa, jawara, juara judo, joki jaran, juga jualan jejer-jejeran, jutawan juragan jengkol, jaringan jualan jenjangannya Jombang–Jogja–Jakarta–Jerman–Jepang, Jahud!!! Jantungnya Jeng Juminten, janda judes, jadi jedag-jedug, jeg.., jeg.., jeg... Jeng Juminten jengah, janji jera jajakan jualan jagoannya jamu jahe jalan-jalan jauh-jauh. Jelasnya, Jeng Juminten jeli, jampi-jampi, Juntrungannya Jeng Juminten jadi julietnya Jarot, jagoan judo. Jono justru jadi jelous Jeng Juminten jadi julietnya Jarot. "Jahananam", jerit Jono. Jono juga Jawa, jejaka jomblo, juling, jereng, jalang, jabang, jabrik, jenggotan, jorok, juga jangkung, jiwa jagal, jimatan, jubahan, jubahnya jerai-jerai. Julukannya, Jono, Jerapah, Jailangkung Jago Joget. "Jieehhh, Jarot jejaka Jawa, Jum?", jokenya Jono, jilatin jigongnya. Jakunnya jadi jungkat-jungkit jelalatan jenguk Jeng Juminten. "Jangan jealous, Jon..." jawab Jeng Juminten. "Jangkrik!!!", jarene Jono. Jeng Juminten jaga jarak, jauhi Jono, jauh-jauh. Jarot jarang jenguk Jeng Jumiten. Jadi Jeng Juminten jarang jumpa Jarot, jatuhnya jarak jauh, jangka jeda jalannya jam-jam-an. Jum'at, Jono jambret, jagoannya jembatan Joglo Jakarta, jelagatan jengukin Jeng Juminten. Jeng... jeng... jeng..., jarene, Jono jamah Jeng Juminten. Jarinya Jono jawil-jawil jerawatnya Jeng Juminten. Jeng Juminten jerit-jerit, jejeritan: "Jangan jahil Jon, .... Jarot, Jarot, Jarot, ... Jono jahat, Jono jahil, Jono jamah-jamah, jawil-jawil jerawatku!!!" Jeng Juminten jambak jenggotnya Jono. Jono jengkang jumpalitan, "Jelepak, jeduggg", Jono Jatuh. Jeng Juminten jingkrak-jingkrak, jerihnya jadikan Jono jungkar-jungkiran. Jeng juminten jejeritan, ... Jarot... Jarot... Jarot..., Jono jamah-jamah, ... Jono jawil-jawil!!! "... Jarot... Jarot... Jarot..., Jono jahat", Jeng Juminten jejeritan. Jarot: "Jangan..., jangan..., jangan jahat Jono!!!" Jarot jumping-in jalan, jembatan, juga jemuran. Jarot jelalatan jegal Jono. Jarot jajal Jono, jambak jubahnya Jono, "Jebreeet..., jeger, jedag, jedug!!! Jarot jitak jidat Jono. Jarot jotos jidat Jono. Jarot jungkalin Jono. "Jublag!!!" Jono jatuh. Jidat Jono jenong, jadi jendol..., jebol, jeleeekkk. Jono jontor... jejengkangan. "Jon, jangan jamah-jamah juga jahilin Jeng Juminten..., Julietku!!! " jerit Jarot, jor-jor-an. "Jelas Jon!!!" jarene Jarot. "Jeng Juminten Julietku..., Jeng Juminten Julietku!!!, Jangan jamah, jangan jawil!!!", jelas Jarot. Jantungnya Jono jedot-jedotan, "Janji, Jarot janji..., janji ..., Jono jera..., jeraaa..., jeraaaaaaa... ... ..." jawab Jono jejegukan. Juntrungannya, Jarot jadikan Jono joinan jaringan jualan jenjangan Jarot–Juminten, jualan jajan jejer-jejeran jejal-jejalan Jeng Juminten, janda jem-jeman-nya Jarot. Jono jual jasa, jadi jongosnya Jarot–Juminten, Jono jejongkokan, jagain jongko, jualan jus jeruk, jus jambu, jenang, jipang, jengkol, jajanan juru-mudi juru-mudi jompo jarak-jauh jurusan Jogja–Jombang, Jateng–Jatim, julukannya Jus Jengkol Jono, Jenenge: "Jolly-jolly Jumper." |
FINE ART ™ FIRWANY INTERNETWORK ENTERPRISE — ARTICLES ON REFORM AND TRANSFORM adalah marka-niaga, identitas produk dan properti Achmad Firwany BLOG : http://blog.firwany.co.cc http://firwany.blogspot.com FACEBOOK : http://fb.firwany.co.cc http://facebook.com/people/Achmad-Firwany/100000427899819 LINK : http://firwany.blogspot.com/2010/05/j-language.html http://facebook.com/notes/intermezo-dan-humor/j-language/183930348306155 TAG : intermezo, humor, kosakata, vocabulary, bahasa, language, linguistika, linguistics |