Tampilkan postingan dengan label ASTRONOMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASTRONOMI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 September 2011

PENEMUAN PARTIKEL LEBIH CEPAT DARIPADA CAHAYA

PENEMUAN PARTIKEL LEBIH CEPAT DARIPADA CAHAYA



Partikel Ini Bergerak Lebih Cepat dari Cahaya

Tri Wahono | Kamis, 29 September 2011 | 01:06 WIB


KOMPAS.com
— Para fisikawan di Laboratorium Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN) di Geneva, Swiss, Jumat (23/9/2011) waktu setempat, mengumumkan keberhasilan mereka menemukan keberadaan partikel yang bisa bergerak lebih cepat daripada kecepatan cahaya.

Partikel yang disebut sebagai neutrino ini memiliki kecepatan 20 per 1 juta di atas kecepatan cahaya. Berdasarkan teori relativitas khusus yang dikemukakan Albert Einstein pada 1905, kecepatan cahaya mencapai 299.792 kilometer per detik atau yang sering dibulatkan menjadi 300.000 kilometer per detik. Ini merupakan kecepatan tertinggi di alam semesta. Neutrino merupakan partikel elementer yang memiliki massa sangat kecil, nyaris mendekati nol.

Eksperimen untuk menguji kecepatan neutrino ini dinamai Oscillation Project with Emulsion-tRacking Apparatus (OPERA) yang dilakukan di Gran Sasso National Laboratory, Italia, pada kedalaman 1.400 meter. Tujuan penelitian adalah menguji neutrino yang ditembakkan dari CERN.

Juru Bicara OPERA, Antonio Ereditato, dari Universitas Bern, Swiss, mengatakan, temuan ini sebagai kejutan yang sempurna. Para peneliti mengakui, hasil penelitian ini akan menimbulkan pro-kontra karena melawan hukum fisika yang sudah mapan selama lebih dari 100 tahun.

Untuk itu, pengukuran lain yang independen diperlukan guna menguji temuan ini. Direktur Penelitian CERN Sergio Bertolucci mengatakan, jika hasil pengukuran mereka bisa dikonfirmasi oleh ilmuwan lain, temuan ini akan mengubah pandangan umat manusia tentang fisika. (CERN.CH/LIVESCIENCE.COM/MZW)

__________

http://sains.kompas.com/read/2011/09/29/01064915/Partikel.Ini.Bergerak.Lebih.Cepat.dari.Cahaya


Ditemukan, Partikel Lebih Cepat dari Cahaya

VIVAnews - Sejumlah fisikawan menyatakan bahwa mereka telah menemukan sebuah partikel sub atomik yang disebut dengan neutrino, yang mampu berjalan dengan kecepatan lebih tinggi dibanding kecepatan cahaya. Temuan ini, bila berhasil diverifikasi, akan membatalkan teori Albert Einstein seputar relativitas.

Dalam sebuah eksperimen yang dilakukan oleh para peneliti di European Centre for Nuclear Research (CERN) di Swiss dan sebuah laboratorium di Italia, partikel mikro itu mampu bergerak dengan kecepatan hingga 300.006 kilometer per detik. Sedikit lebih cepat dibanding cahaya yang hanya mampu menembus kecepatan 300.000 kilometer per detik.

“Temuan ini sangat mengejutkan kami,” kata Antonio Ereditato, ilmuwan yang menjadi juru bicara eksperimen yang memiliki sandi Opera, seperti dikutip dari News 24, 23 September 2011.

Seperti diketahui, sebelum ini para ilmuwan menganggap tidak ada partikel yang mampu bergerak lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan cahaya. “Kini kami sedang mencari penjelasan yang paling memungkinkan untuk semua ini,” ucap Ereditato.

Dari uji coba, sebuah akselerator partikel menembakkan pancaran neutrino dari laboratorium CERN di Swiss ke sebuah lab di Italia. Ternyata, pancaran partikel itu tiba dalam waktu 60 nanodetik atau seperenampuluh miliar detik, lebih cepat dibanding cahaya.

Pada tahun 1905, Albert Einstein melontarkan teori seputar relativitas, teori yang dikenal dengan persamaan E=MC2 yang saat ini menjadi komponen fundamental dalam ilmu fisika modern. Teori ini berdasarkan pada ide bahwa tidak ada yang bergerak lebih cepat dibanding cahaya.

Jika temuan seputar neutrino ini berhasil diverifikasi, ia akan memaksa para ilmuwan untuk memikirkan ulang apa yang telah ditemukan dalam seabad terakhir terkait bagaimana cara kerja alam semesta.

Hasil temuan dalam uji coba itu dianggap sulit dipercaya, bahkan oleh para ilmuwan yang menemukannya. Para ilmuwan juga tengah mengonsultasikan dengan rekan-rekan mereka di berbagai belahan dunia untuk verifikasi, untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan dalam metode pengujian ataupun kalkulasi yang dibuat.

__________

http://teknologi.vivanews.com/news/read/249607-ditemukan--partikel-lebih-cepat-dari-cahaya
http://www.lintasberita.com/Entertainment/Sains/ditemukan-partikel-lebih-cepat-dari-kecepatan-cahaya


Ditemukan Partikel Neutrino yang Melampaui Kecepatan Cahaya

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah ilmuwan di Swiss mengungkapkan bahwa dari hasil penelitian mereka selama bertahun-tahun, mereka menemukan sebuah partikel kecil yang kecepatannya melebihi kecepatan cahaya dan melawan hukum alam. Demikian dilansir CNN, Jumat (23/9/2011).

Para ahli fisika ini mengatakan jika partikel yang berbentuk neutrinos ini dikirim di bawahtanah dari laboratorium di Swiss dan Italia berjarak 730 kilometer dan sampai kurang dari satu detik jika di banding dengan kecepatan cahaya yang dipancarkan dalam jarak yang sama.

Laporan ini dipublikasikan oleh lembaga peneliti yang bekerja di sebuah proyek bernama eksperimen Opera yang berbasis di European Organization for Nuclear Research yang dikenal dengan nama CERN.

CERN adalah tempat dari penumbuk partikel hadron besar. "Saya kaget dan sungguh di luar dugaan," demikian ujar Antonio Ereditato, juru bicara proyek Opera di Universitas Bern di Swiss.

Meski demikian, para peneliti yakin jika apa yang mereka lakukan sudah benar. Penemuan ini tentu saja menantang teori Albert Enstein tentang relativitas dan teori klasik yang mengatakan tak ada satupun yang bisa mengalahkan kecepatan cahaya.

"Ini adalah penemuan yang luar biasa jika benar," kata Professor Neville Harnew, kepala peneliti partikel fisik di Oxford University. Ia menambahkan, jika peneliti konsisten menunjukkan kebenaran itu maka ini adalah bentuk revolusi fisika seperti yang suda dikenal selama ini.

_________

http://www.tribunnews.com/2011/09/24/ditemukan-partikel-neutrino-yang-melampaui-kecepatan-cahaya
http://id.berita.yahoo.com/ditemukan-partikel-neutrino-yang-melampaui-kecepatan-cahaya-072956068.html

Senin, 04 April 2011

MEMAHAMI KEDUDUKAN FISIKA KUANTUM


MEMAHAMI KEDUDUKAN FISIKA KUANTUM

(C) 2011 - Achmad firwany


 

Singkat kata, perlu digarisbawahi butir-butir sbb.


WAWASAN BERPIKIR

Ketika sekolah di sekolah dasar, menengah, dan lanjutan, org diajar dlm geometri datar Euclidean [Euclidus, Phytagoras, Archimedes, Regiomontanus, dll], 1, 2, 3 dimensi, planimetri, trigonometri, dan sterometri, bahwa:

  1. Garis lurus itu ada.
  2. Bidang datar itu ada.
  3. Dua garis sejajar tak akan pernah bertemu sampai kapan pun juga.
  4. jumlah sudut segitiga selalu 180 derajat.
  5. Ukuran jarak ruang adalah mutlak atau absolut.

Tp ketika kuliah di perguruan tinggi atau universitas, di jurusan sains atau teknik, terutama matematika dan fisika, dlm geometri lengkung: cembung atau cekung non-Euclidean [Menelaus, Jayyani, Jabir, Gauss, Rieman, Bolyai, Lobachevsky, dll], berlaku bahwa:

  1. Garis lurus itu hanya bagian kecil [infinetisimal] dari garis lengkung.
  2. Bidang datar itu hanya bagian kecil [infinetisimal] dari bidang lengkung [cembung atau cekung].
  3. Dua garis sejajar akan bertemu pada satu titik, krn kelengkungan ruang.
  4. Jumlah sudut segitiga bisa > 180 derajat [cembung] atau < 180 derajat [cekung].
  5. Ukuran jarak ruang adalah nisbi atau relativ, bergantung pd titik diri (stand point) dan titik pandang (view point).

Moral dari sistem pembelajaran ini adalah bahwa, org pertama hanya bisa diajar hal ideal, kemudian stlh wawasan pemikirannya terbuka dan berkembang, tahap demi tahap diarahkan ke hal real.

Intinya, kita pertama justeru diajar ttg hal keliru, salah, bohong, atau palsu, baru kemudian diarahkan ke hal tepat, benar, betul, dan sejati. Hal semacam ini berlaku tak hanya dlm matematika, tp juga dlm fisika, dari mikro ke makro kosmos.

KLASIK

  1. Orbit elekton adalah lingkaran, nukleon [neutron, proton] ada di pusatnya.
  2. Garis edar elektron adalah rata atau datar.
  3. Elektron-elektron membentuk awan kelopak (shell).
  4. dst.

MODERN

  1. Orbit elekton adalah elips, nukleon ada di satu fokus.
  2. Garis edar elektron adalah gelombang.
  3. Elektron-elektron membentuk sabuk peringkat tenaga (energy level).
  4. dst.

Hal serupa berlaku utk sistem satelit, planet, bintang, dan galaksi.



BAHASA FISIKA

  1. Fisika tak dpt dipaparkan secara lengkap dgn hanya bahasa biasa, tp dgn formula matematika.
  2. Fisika adalah sains eksakt atau ilmu pasti, yg berlandaskan pd aksioma dan dalil, hipotesa dan teori, asumsi dan referensi, pembuktian matematik, empirik, teknik, dan eksperimental. Dgn demikian, arti eksakt disini sendiri relativ dan terbatas, krn pd matematika dan fisika tinggi menjadi makin kabur dgn kemungkinan, kebolehjadian atau probabilitas statistikal.
  3. Sbh contoh, jika sesuatu dikatakan adalah merah, maka hrs dpt diuji dan dibuktikan bahwa sesuatu itu memiliki properti, karakteristik, atribut, perilaku, dan tendensi merah, spt panjang gelombang, frekuensi, radiasi absorbsi, radiasi emisi, refleksi, refraksi, deviasi, kandungan energi, efek, dlsb. Lantas jika ada penyimpangan atau anomali, maka hrs juga dpt dijelaskan secara hukum sebab dan akibat (cause and effect).
  4. Problem terbesar manusia adalah tak dapat membagi 1, 10, 100, 1.000 dst menjadi 3 bagian persis sama, melainkan 0,333, 3,333, dst, secara analog apalagi digital. Secara matematik, 1 = 1/3 x 3, tp tak dpt dilakukan dlm presisi secara fisik.
  5. Secara alami, seluruh konstanta universal adalah bilangan pecahan, dan krn itu disebut sbg bilangan nyata (real number), baik konstata ruang maupun konstanta waktu. Dlm praktek, secara teknik, semua presisi dilakukan atas dasar teori aproksimasi. Faktor error pengukuran takan pernah dpt diabaikankan sampai kapan pun.



TEORI KUANTUM
JEMBATAN ANTARA FISIKA KLASIK DAN FISIKA MODERN

  1. Istilah kuantum [quantum, jamak: quanta] dlm fisika berarti bungkusan, bingkisan, atau paket (packet), bahwa sesuatu itu tak ada yg solid, konkrit, kontinuous, melainkan hanya integrasi atau paduan dari bagian diskrit atau terpisah.
  2. Teori kuantum fisika merupakan jembatan antara fisika klasik Newton dan fisika modern Einstein, yg dibangun oleh Plank melalui teori kuantum, yg semula digunakan utk menjelaskan pancaran tubuh-hitam (back-body radiation), bahwa radiasi cahaya ditransmisikan dlm bentuk diskrit, sedikit-sedikt, terpisah, tapi bersambungan terus-menerus, dan bagian diskrit atau kuantum cahaya inilah yg dinamakan foton (photon), dan krn itu cahaya bisa dinyatakan sbg gelombang tenaga (wave of energy) dan juga sbg zarah benda (particle of matter), shg memiilki dwasifat gelombang-zarah (wave-particle duality). Dgn menggabung karya Newton dan Plank, Einstein menjelaskan fenomena alam, mulai dari mikro hingga ke makro kosmos, dari efek foto-elektrik hingga ke teori khusus dan umum relativitas.
  3. Dgn demmikian, mekanika kuantum Plank adalah jembatan antara mekanika klasik Newton dan mekanika modern Einstein. Triad, atau gabungan tiga mekanika ini memungkinkan para fisikawan membangun model atomik dan nuklir secara lbh sempurna, hingga ke teori quark dan string.



ASUMSI

Apapun yg digunakan dlm fisika, adalah alat (tool), spt matematika sbg bahasa, dan teori sbg asumsi atau pengandaian akan sesuatu, semuanya hanyalah model utk menjelasakn ttg sesuatu keteraturan alam. Mrk tak benar ada atau mungkin tak sedemikian adanya, melainkan hanya perkiraan melalui pola pendekatan. Dan sejauh dan selama hal tsb bisa digunakan, maka akan tetap bertahan, sampai suatu batas, dimana dibutuhkan asumsi baru. Sbg contoh, ketika konsep gelombang dan zarah tak dpt lagi menjelaskan, maka dibangun konsep dawai (string), dst.



PSEUDO-SAINS | SAINS-SEMU

  1. Pseudo berarti semu, palsu, tipu, atau pura-pura. Istilah pseudo-sains (pseudo-science) atau sains-semu, digunakan spt utk membedakan astrologi dari astronomi. Keppler yg astronomer, menjadi astrologer utk mencari uang. Pd waktu itu ia sangat miskin, bahkan sempat tak punya uang utk membeli sepotong roti. Dgn gagasan dan pengetahuan dia mengarang astrologi utk menghibur dan menyenangkan raja, shg ia bisa memperoleh uang dan kedudukan utk memperbaiki kehidupnya dan sekaligus mengembangan ilmunya.
  2. Pseudo-sains adalah klaim, keyakinan, atau praktek yg disajikan sbg hal saintifik atau ilmiah, tp tak mematuhi metoda ilmiah berlaku, tak memiliki bukti pendukung, tak dpt diuji secara andal, atau tak memiliki status ilmiah. Pseudo-sains kerap ditandai oleh hal samar, klaim berlebihan atau tak bisa dibuktikan, bersandar secara berlebihan pd konfirmasi drpd upaya ketat pd penyanggahan, kurangnya keterbukaan utk penilaian oleh para ahli lain, dan ketiadaan umum proses sistematik utk mengembangkan teori secara rasional.
  3. Suatu bidang, praktek, atau badan pengetahuan dpt disebut pseudo-saintifik ketika ia disajikan konsisten dengan norma-norma penelitian ilmiah; tp ia gagal memenuhi norma-norma tsb. Sains juga dibedakan dari wahyu, teologi, atau spiritualitas, dalam hal ia menawarkan wawasan ke dalam dunia fisik, diperoleh melalui penelitian empirik dan pengujian. Umumnya keyakinan dipegang dlm sains populer tak bisa memenuhi kriteria sains. Sains populer bisa mengaburkan perbedaan antara sains dan pseduo-sains diantara masyarakat umum, dan juga mungkin melibatkan fiksi ilmiah. Keyakinan pseudo-saintifik tersebar luas, bahkan di antara guru-guru sains sekolah umum dan wartawan suratkabar.



METAFISIKA

Metafisika adalah satu cabang filsafat, yg berhubungan dgn penjelasan alamiah dan mendasar ttg kejadian, keberadaan, dan semesta. Metafisika memiliki rangkum cakupan sangat luas, shg sangat sulit memberikan batasan. Metafisika klasik, kuno atau tradisonal, lahir dari keingintahuan manusia utk menjawab keberadaan alam dan dirinya sendiri. Apa yg ada disana? Seperti Apa? Metafisika berupaya memberikan penjelasan dan pencerahan bgmn org memahami dunia dan semesta, spt keberadaaan, benda dan propertinya, ruang dan waktu, sebab dan akibat, dan kemungkinan. Metafisika memiliki bagian utama dan pokok yg dinamakan ontologi, penyelidikan kedlm kategori dasar dari keberadaan dan bagaimana mereka berhubungan satu sama lain.

Sebelum sejarah modern sains, pertanyaan ilmiah ditujukan sbg bagian dari metafisika yg dikenal sebagai filsafat alam (natural philosophy). Istilah sains itu sendiri, berarti "pengetahuan" akan, dari, atau ttg, berasal dari epistemologi. Metoda ilmiah, bagaimanapun, tlh mengalihbentukkan filsafat alam kedlm aktivitas empirik yg diturunkan dari percobaan, tak spt bagian lain tersisa dari filsafat. Pada akhir abad ke18, metafisika disebut sbg sains utk membedakannya dgn filsafat. Stlh itu, metafisika memerikan penyelidikan filosofis dari sifat non-empiris kedalam hakekat keberadaan.



DARI TUHAN KEMBALI KE TUHAN

Jika kita napaktilas sejarah sains, mundur ke 3.000 s/d 1.000 SM, thn lampau, maka akan kita temui bahwa semua berasal dari spritualisme dan filsafat kuno. Keingintahuan manusia akan dirinya, alam, dan penciptanya, melahirkan spiritualisme, teosofi dan teologi, dan kemudian spiritualisme melahirkan filsafat atau filosofi. Sejak sekitar 1.000 SM, melahirkan bbg cabang, dan yg jadi pokok adalah filsafat alam. Kemudian, sekitar 500 SM, filsafat alam mencapai kejayaannya di Yunani, dan membuahkan tiga cabang besar, logika, aritmetika, dan metafisika.

Para filsuf ternama spt Thales, Pythagoras, Plato, Socrates, Aristoteles, Demokritus, Archimedes, dll, memiliki andil besar dlm pengembangan tiga bidang ini, shg berkembang ke Eropa sampai ke masa Copernicus, Galileo, Pascal, Descartes, dst. Pd abad pertengahan, terjadi revolusi besar di Timur Tengah dan Eropa, dimana sejak kasus Copernicus dan Galileo, dewan gereja memisahkan agama sbg dogna dan pengetahuan sbg karya. Rantai spiritualisme teosofi dan naturalisme filsafat diputus, saapai akhirnya logika dan aritmetika menjadi matematika dan kalkulus, dan metafiska menjadi fisika dan kimia, yg secara keseluruhan dgn bagian lain filsafat alam akhirnya menjadi sains alam (natural science) atau ilmu pasti dan pengetahuan alam. Inilah babak kelahiran sains modern yg kemudian melahirkan anak yg disebut sbg teknologi.

Jika kita terus belajar mendalami sains dan teknologi modern masa kini, dimana intinya adalah logika, matematika, dan fisika, maka akhirnya kita akan sampai ke ujung yg tak lain adalah filsafat alam modern, dan puncaknya kembali ke teosofi alias spiritualisme. Dan akan kita temui bahwa sains dan teologi adalah satu kesatuan yg tak terpisahkan. Manusia dikatakan sempurna hanya bila dia memiliki keseimbangan ilmu dan iman. Seluruh sains akhirnya akan berujung ke filsafat, dan krn itu, stlh gelar MSc (master of Science) atau ME (Master of Engineering), tak ada lagi gelar akademis lbh tinggi drpd PhD (Doctor of Philosophy).



FISIKA KUANTUM
JEMBATAN ANTARA FISIKA MODERN DAN METAFISIKA

Fisika kuantum adalah jembatan antara fisika modern dan metafisika, dimana naturalisme dan spiritualisme bertemu.

  • "Science without religion is lame. Religion without science is blind."
  • "Sains tanpa agama adalah timpang. Agama tanpa sains adalah buta."

Albert Einstein (1879–1955)
fisikawan dan kosmologiwan Jerman–AS. Ideas and Opinions

 

"The important thing is not to stop questioning. Curiosity has its own reason for existing. One cannot help, but be in awe when he contemplates the mysteries of eternity, of life, of the marvelous structure of reality. It is enough if one tries merely to comprehend a little of this mystery every day. Never lose a holy curiosity."

"Hal penting adalah tak berhenti mempertanyakan. Keingintahuan memiliki alasannya sendiri utk ada. Orang tak dapat membantu, tapi dalam kekaguman ketika ia merenungkan misteri keabadian, dari kehidupan, dari struktur luarbiasa dari kenyataan. Itu adalah cukup bila orang mencoba sematamata utk memahami sedikit misteri ini tiap hari. Jangan pernah kehilangan keingintahuan yg kudus."

Albert Einstein (1879–1955)
fisikawan dan kosmologiwan Jerman–AS. Ideas and Opinions


...

KESAKSIAN PARA ILMUWAN

Untuk memahami bukti-bukti bahwa memang Alläh adalah Maha-Pencipta dan alam dimana manusia berada didalamnya adalah sang-ciptaan, tak ada cara atau jalan lain kecuali mempelajari Al-Kitäb dan Al-’Älam, keduanya, secara keseluruhan, melalui ilmu kitäb dan ilmu alam (natural sciences, physical sciences, physics). Perihal perlu atau tak perlu, bisa atau tak bisa, suka atau tak suka, bukalah urusan Tuhan, tapi urusan manusia. Dan Alläh telah melengkapi manusia dengan pasangan keseimbangan qalbun wa ’aqlun (kalbu dan akal, perasaan dan pikiran, emosi dan rasio) sebagai wadah bagi iman dan ’ilmu.



Philosophy is written in that great book which ever lies before our eyes. I mean the usiverse. But we cannot understand it if we do not learn the language and grasp the symbols in which it its written. This book is written in the mathematical language . . . without whose help it is impossible to comprehend a single word of it, without which one wonders in vain through a dark labyrinth.

Filsafat ditulis dalam buku besar yang bahkan tergeletak di hadapan mata kita. Maksud saya sang semesta. Tapi kita tak dapat mengerti dia jika kita tak mempelajari bahasa dan memahami simbol-simbol di mana ia ditulis. Buku ini ditulis dalam bahasa matematika. . . yang tanpa bantuannya adalah mustahil untuk memahami satu kata pun dari dia, tanpa mana orang mengelana dalam kehampaan melalui suatu selaput gelap.

Galileo Galilei (1564–1642)
matematikan, fisikawan, dan astronomer Italia. [the Foundation of Physics]


It is not from space that I must seek my dignity, but from the government of my thought. I shall have no more if I posses worlds. By space the universe encompasses and swallows me up like an atom; by thought I comprehend the world.

Bukanlah dari ruang bahwa saya harus mencari martabat saya, tapi dari pemerintah pikiran saya. Saya akan tak memiliki lebih jika saya memiliki dunia-dunia. Dengan ruanglah sang semesta mencengkram dan menelan saya sampai seperti sebuah atom, dengan pikiranlah saya memahami dunia.

Blaise Pascal (1623-1662)
filsuf, matematikan dan fisikawan Perancis. Pensées



God is able to create particles of matter of several sizes and figures . . . and perhaps of different densities and forces, and thereby to vary the laws's of nature, and make worlds of several sorts in several parts of the Universe. At least, I see nothing of contradiction on all this.

Tuhan mampu menciptakan zarah benda dari beberapa ukuran dan angka . . . dan barangkali dari kerapatan dan kekuatan berbeda, dan karenanya meragam hukum alam, dan membuat dunia-dunia beberapa macam dalam beberapa bagian sang semesta. Setidaknya, saya melihat tak sesuatu pun pertentangan pada semua ini.

Sir Isaac Newton (1642–1727)
matematikan dan fisikawan Inggris. Optics


The human mind is not capable of grasping the universe. We are like a little child entering a huge library. The wall are covered to the ceilings with books in many different tongues. The child knows that someone must have written these books. It does not know who or how. It does not understand the languages in which they are written. But the child notes a definite plan in the arrangement of the books, a mysterious order which it does not comprehend, but only dimly suspects.

Pikiran manusia tidak mampu merangkum sang semesta. Kita seperti anak kecil memasuki sebuah perpustakaan sangat besar. Sang dinding diliputi sampai ke lelangit dengan buku-buku dalam berbagai bahasa. Sang anak tahu bahwa seseorang musti telah menulis buku-buku ini. Ia tak tahu siapa atau bagaimana. Ia tak mengherti bahasa dalam mana mereka tela ditulis. Tapi sang anak mencatat suatu rencana tertentu dalam susunan buku tersebut, suatu perintah rahasia yang tak dipahami, tapi hanya dugaan-dugaan secara samar.

Albert Einstein (1879–1955)
fisikawan dan kosmologiwan Jerman–AS. Prolog in The Next Ten Thousand Years


Why did the universe start out with so nearly the critical rate of expansion, that separates models that recollapse from those that go on expanding forever, so that even now, ten thousand million years later, it is still expanding at nearly the critical rate? If the rate of expansion one second after the big bang had been smaller by even one part in a hundred thousand million million, the universe would have recollapsed before it ever reached its present size.

Mengapa sang semesta mulai mekar dengan sedemikian menghampiri kadar kritis pemuaian, yang memisahkan model-model yang runtuh-kembali dari mereka yang terus memuai selamanya, sehingga bahkan sekarang, sepuluh ribu juta tahun kemudian, ia masih memuai pada keadaan menghampiri kadar kritis? Jika kadar pemuaian satu detik setelah dentuman besar telah menjadi lebih kecil dengan bahkan satu bagian dalam per seratus ribu juta juta, sang semesta akan runtuh-kenbali sebelum ia pernah mencapai ukuran sekarang.

Stephen W. Haking (1942–)
fisikawan dan kosmologiwan Inggis. A Brief History of Time

. . .

Para naturalis dan fisikawan atau ahli ilmu alam diatas yang terkenal dengan penemuan dan karya mereka, mencatat bahwa ada campurtangan atau intervensi suatu keberadaan Maha-SupraCerdas, The-SuperIntelligent-Being, Maha-Supraba, All-Superb, The-Supreme-Being, dalam pengaturan alam, bahwa segala sesuatu bukan terjadi secara kebetulan, tapi ditata secara rapi dan berencana dengan sangat matang, dalam suatu tatanan yang sangat pelik untuk dapat dicapai oleh kemampuan manusia sangat cerdas sekali pun.

Dan mereka mencatat bahwa alam, jagatraya atau semesta (universe) bagaikan sebuah kitab besar terbuka lebar, yang ditulis dengan bahasa simbolik matematis oleh keberadaan Maha-SupraCerdas, The-SuperIntelligent-Being, yang menamakan diri-Nya Alläh, Tuhan, segala sesuatu. Dan Al-Kitäb atau kitab suci agama samawi menyatakan tentang semua ini secara lugas dengan tegas dan jelas.

. . .

Semoga berkenan, dapat dicerna, dan menjadi pencerahan.

Mohon ma'af atas kekeliruan dan kekurangan, dan terimakash utk tlh membaca tulisan ini.

Salam.

__________



(C) 2011 — Achmad Firwany

HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia.

Tak sebagian pun dr tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedlm bentuk bahasa apapun atau disimpan dlm satu sistem retrieval apapun; dlm bentuk apapun atau dlm cara apapun, mencakup tp tak terbatas pd cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; utk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dr pemilik hak atas karya intelektual ini.

Untuk non-komersial, penggunaan sebagai rujukan atau referensi, secara keseluruhan atau sebagian, harap cantumkan sumber informasi ini sebagai acuan.


FINE ART
FIRWANY INTERNETWORK ENTERPRISE — ARTICLES ON REFORM AND TRANSFORM
adalah marka-niaga, identitas produk dan properti Achmad Firwany

SITE:
http://www.thefineart.co.cc
http://www.firwany.co.cc

BLOG :
http://blog.firwany.co.cc
http://firwany.blogspot.com

FACEBOOK :
http://www.facebook.com/fineart.pro.id
http://www.facebook.com/pages/fine-art/201303343218367
http://fb.firwany.co.cc
http://www.facebook.com/people/achmad-firwany/100000427899819

Kamis, 03 Maret 2011

JARAK DAN WAKTU EKSPANSI SEMESTA

JARAK DAN WAKTU EKSPANSI SEMESTA

(C) 1995-2011 - Achmad Firwany


Edwin P. Hubble

Edwin Powell Hubble (1889–1953), astronomer Amerika Serikat di Observatorium Mount Wilson, melalui berbagai observasi dilakukannya dalam 1923–1929, telah menemukan secara empirik bahwa galaksi bergerak saling menjauhi satu terhadap yang lain, dengan kecepatan menjauh, makin jauh makin cepat, dan mengambil kesimpulan bahwa semesta kita memuai dengan kecepatan beragam dalam satu pemuaian semesta (universal expansion), dan menetapkan satu konstanta matematik untuk menghitung kecepatan penjauhan galaksi-galaksi ( velocity of recesion of galaxies ), yang kemudian dikenal sebagai konstanta Hubble (Hubble constant) dan Hukum Hubble (Hubble Law).


Ingsut merah efek Doppler galaksi saling menjauh


KEKELIRUAN ILMIAH EINSTEIN


Albert Einstein

Bahwa semesta kita memuai ternyata adalah fakta tak terbantahkan, dan telah dinyatakan sekitar 14 abad sebelumnya didalam Al-Qur`án sebagai dalil naqli antara lain dalam delapan ayat sebagaimana dinyatakan diatas.

Atas kebenaran bukti bahwa semesta memang memuai, Einstein dengan rendah hati menyatakan permohonan maaf sebebesarnya kepada dunia sains atas kekeliruan dugaannya, karena ia sebelumnya telah secara sadar mengingkari pemuaian ini, dan dengan tulus menyatakan bahwa hal itu adalah satu kesalahan ilmiah terbesar pernah dilakukannya.

Einstein, pada 1916–1917, mengajukan satu model fisika-matematik semesta, dan ternyata dalam perhitungan matematik ia menemukan bahwa semesta memuai. Ia menganggap hal tersebut tidak mungkin, dan untuk menahan pemuaian ini, ia memasukan satu konstanta kosmik, yang kemudian dikenal sebagai konstanta kosmik Einstein. Sehingga dengan dimasukkannya konstanta kosmik ini, maka model semesta Einstein adalah semesta statik atau diam. Tapi ternyata kemudian Hubble secara de facto menemukan bahwa semesta dinamik atau bergerak.

Einstein dengan rendah hati menyatakan bahwa kemampuan manusia sangat terbatas dan bahwa apa yang dapat dicapai oleh pengetahuan manusia sangat kecil dibandingkan dengan kebesaran tuhan — Alláh . Ia mengatakan bahwa,

science without religion is lame, and religion without science is blind.
sains tanpa agama adalah timpang, dan agama tanpa sains adalah buta.


EFEK HUBBLE DAN INGSUT–MERAH HUBBLE

Semua galaksi senantiasa bergerak saling menjauhi satu terhadap yang lain, dan juga sebagaimana tampak dari Bumi, semua galaksi bergerak menjauhi Bumi, dan secara berkesinambungan menampilkan ingsut-merah (red shift ), dengan pergeseran spektrum sebanding dengan kecepatannya.


Spektrum ingsut Merah Galaktik Hubble

v 1 – λ0 0

dimana

v, velocity, kecepatan resesi galaksi, dalam meter per sekon
c, konstanta kecepatan cahaya dalam ruang hampa
= 2,997.925.E+08 m/s = mendekati 300 juta meter per sekon
λ0, dalam meter; λ awal
λ1, dalam meter; λ akhir
Δλ, perubahan panjang gelombang antara jeda (interval) t1 dan t0


HUKUM HUBBLE DAN KONSTANTA HUBBLE

Hubble merumuskan bahwa galaksi-galaksi bergerak menjauhi Bumi dengan kecepatan berbanding lurus dengan jaraknya dan dengan satu konstanta kosmik, sehingga makin jauh jaraknya makin besar kecepatannya. Rumus inilah yang menjadi titik tolak Hukum Hubble (Hubble law ), dan konstanta kosmik dalam rumus Hubble dinamakan konstanta Hubble (Hubble constant ).


Curva konstanta Hubble


HUKUM HUBBLE

Untuk tiap jarak sejuta tahun cahaya [9,460.700.E+18 km, 306,597.989 kiloparsec], kecepatan menjauh galaksi meningkat seratus mil per sekon [160,934 km/s].


KONSTANTA HUBBLE

H = v / s = c / rH
v = H . s
s = v / H

dimana

H, Hubble’s constant, konstanta Hubble, konstanta kosmik Hubble, konstanta semesta Hubble, dalam per sekon
v, velocity, kecepatan resesi galaksi, dalam meter per sekon
s, space distance, jarak relativ galaksi, dalam meter
c, konstanta kecepatan cahaya dalam ruang hampa = 2,997.925.E+08 m/s
rH, radius semesta Hubble, radius semesta bisa-diamati, dalam meter
tH, waktu ekspansi semesta Hubble, dalam sekon

H, konstanta semesta Hubble, dalam per sekon
= (50 → 100) km/s/megaparsec
= (50.000 → 100.000) m/s/1.000.000 parsec
= (0,5 → 1).E+05 m/s/E+06 parsec
= (0,5 → 1) m/s/10 parsec
= (0,5 → 1) m/s/10 x 3,085.674.E+16 m
= (0,5 → 1) / 3,085.674.E+17 /s
= (0,5 → 1) * 3,240.783.E–18 /s
= (1,620.291 → 3,240.783).E–18 /s
= (1,62 → 3,24).E–18 /s

Nilai konstanta Hubble adalah sekitar 100 mil per sekon per juta tahun cahaya. Sehingga untuk tiap jarak sejuta tahun cahaya, kecepatan menjauh galaksi meningkat 100 mil per sekon. Jarak semesta bisa diamati oleh Hubble mencapai 6 milyar milyar mil atau 6 milyar parsec.

Nilai konstanta Hubble ini berlaku dengan asumpsi bahwa semesta seragam dan homogen. Jika diasumpsikan tak seragam dan heterogen, maka nilai konstanta berubah, dan bervariasi antara 50 s/d 100 km per sekon per Megaparsec, dimana 1 parsec setara 3,261.560 tahun cahaya, dan 1 mil = 1,609.34 km atau 1 km = 0,621.371 mil.

Nilai konstanta Hubble membesar pada jarak ekstrim, karena penurunan kecepatan resesi galaksi dibawah pengaruh gravitasi, dimana semesta mulai merem pemuaian untuk berhenti memuai.


RADIUS SEMESTA HUBBLE

RADIUS SEMESTA BISA-DIOBSERVASI


Peningkatan radius semesta
sesuai dengan satu versi teori ledakan besar
dimana laju ekspansi bervariasi karena rapat masa galaksi

rH = c / H

rH, radius semesta Hubble, dalam meter
= 2,997.925.E+08 / (1,62 → 3,24).E–18 meter
= 299.792,5 km/s / ((100 → 50) km/s/Megaparsec)
= 2.997,9 → 5.995,9 Megaparsec
= 2,997.9 → 5,995.9 Teraparsec = ±(3 → 6) biliyun parsec
= (2,998 → 5,999) x 3,261.560 .E+09 tahun cahaya
= (9,778 → 19,566).E+09 tahun cahaya
= ±(10 → 20) biliyun tahun cahaya = ±(10 → 20) Hubble
= (9,778 → 19,566) x 9,460.732.E+21 km
= (9,251 → 18,501).E+22 km
= (92,5 → 185).E+21 km
= (92,5 → 185) sasaliun km = ±(100 → 200) sasaliun km
= (92,5 → 185).E+24 m
= (92,5 → 185) saptaliun meter = ±(100 → 200) sapataliun meter


WAKTU EKSPANSI HUBBLE

WAKTU EKSPANSI SEJAK DENTUMAN–BESAR | BIG–BANG

tH = 1 / H

tH, waktu ekspansi semesta Hubble, dalam sekon
= 1 / (1,62 → 3,24).E–18 sekon
= (0,312 → 0,617).E+18 sekon
= (0,312 → 0,617).E+18 tahun / 31.557.600
= (9,887 → 19,552).E+09 tahun = ±(10 → 20) bilyun tahun

Hubble memperoleh nilai bahwa peristiwa penciptaan semesta dari dentuman-besar | big-bang terjadi berkisar sekitar 10 s/d 20 milyar tahun silam, dengan asumpsi bahwa:

  • semesta seragam dan homogen.
  • kecepatan pemuaian semesta tengah berlangsung dalam kadar tetap ( constant rate ).
  • interval waktu-kosmik seragam dan kadar aliran waktu-kosmik ( cosmic-time flow ) adalah tetap, dimana jika salah satu berubah, maka dibutuhkan koreksi faktor waktu.

Asumpsi ini menjelaskan mengapa konstanta Hubble, radius semesta Hubble, dan waktu ekspansi Hubble, terletak antara dua limit rangkum nilai.

H konstanta semesta Hubble
= (1,62 → 3,24).E–18 /s< H radius semesta Hubble
= (9,778 → 19,566).E+09 tahun cahaya
= ±(10 → 20) bilyun tahun cahaya = ±(10 → 20) Hubble distance tH waktu ekspansi semesta Hubble
= (9,887 → 19,552).E+09 tahun
= ±(10 → 20) biliyun tahun = ±(10 → 20) Hubble time


DEVIASI HUKUM HUBBLE

KEMUNGKINAN PERCEPATAN ATAU PERLAMBATAN EKSPANSI


Kemungkian perubahan pemuaian semesta


Kecepatan ekspansi semesta mungkin tetap, tapi mungkin saja berubah, mencepat atau melambat.

  • spektrum dan kurva ± menunjukkan bila ekspansi tetap,
  • spektrum dan kurva + bila ekspansi mengalami percepatan, dan
  • spektrum dan kurva – bila ekspansi mengalami perlambatan.


REFERENSI UNIT JARAK RUANG FISIK SEMESTA

1 km = 0,621.371 mil
1 mil = 1,609.34 km
1 unit astronomik (jarak rerata antara Bumi dan Matahari) = 1,496.E+08 km = 1,496.E+11 meter
1 tahun cahaya (jarak ditempuh cahaya dalam setahun) = 9,460.700.E+12 km = 9,460.700.E+15 meter = 5,878.488.E+12 mil = 0,306.597.989 parsec
1 parsec (jarak paralaks) = 3,085.674.E+13 km = 3,085.674.E+16 meter = 3,261.560 tahun cahaya
1 Megaparsec = 1.E+06 parsec = 3,085.674.E+19 km = 3,085.674.E+22 meter
1 Hubble (distance) = 1.E+09 tahun cahaya = 1 milyar tahun cahaya
1 Hubble (time) = 1.E+09 tahun = 1 milyar tahun

__________



(C) 1995-2011 — Achmad Firwany

HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia.

Tak sebagian pun dr tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedlm bentuk bahasa apapun atau disimpan dlm satu sistem retrieval apapun; dlm bentuk apapun atau dlm cara apapun, mencakup tp tak terbatas pd cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; utk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dr pemilik hak atas karya intelektual ini.

Untuk non-komersial, penggunaan sebagai rujukan atau referensi, secara keseluruhan atau sebagian, harap cantumkan sumber informasi ini sebagai acuan.


FINE ART
FIRWANY INTERNETWORK ENTERPRISE — ARTICLES ON REFORM AND TRANSFORM
adalah marka-niaga, identitas produk dan properti Achmad Firwany

SITE:
http://www.thefineart.co.cc
http://www.firwany.co.cc

BLOG :
http://blog.firwany.co.cc
http://firwany.blogspot.com

FACEBOOK :
http://www.facebook.com/fineart.pro.id
http://www.facebook.com/pages/fine-art/201303343218367
http://fb.firwany.co.cc
http://www.facebook.com/people/achmad-firwany/100000427899819

Selasa, 01 Maret 2011

SANG LEDAKAN-BESAR – THE BIG-BANG

SANG LEDAKAN-BESAR – THE BIG-BANG

(C) 1995-2011 - Achmad Firwany


George Gamow

Berbagai teori kosmofisika penciptaan semesta, bahwa semesta berasal dari satu keterpaduan, diajukan sejak 1927–1931 oleh Georges Edward Lemaitre (1894–1966), matematikan dan kosmologiwan Belgia yang kemudian jadi pendeta, lalu pada 1940-1946 oleh George Gamow (1904–1968), fisikawan teoritis Rusia–Amerika, hingga 1988–1998 oleh Stephen W. Hawking (1942–), fisikawan Inggris, memberikan hasil perhitungan matematik sangat akurat dalam ukuran waktu dalam hubungan dengan suhu dan tenaga penciptaan pertama atom H sebagai hasil integrasi elektron dan proton.


Pusat Dentuman Besar - Big Bang - cikal-bakal jagatraya

Kini, berdasarkan pada fakta data data pengamatan dan penelitian, para kosmofisikawan sepakat bahwa penciptaan semesta diawali oleh satu dentuman besar (big bang) dari satu telur atom sebagai satu ketunggalan mutlak (absolut singularity), dan sebagai cikal bakal partikel subnuklir pembentuk atom H.


Ilustrasi Dentuman Besar - Big Bang - dari Yelm atau telur primordial

 

SEGALA SESUATU BERASAL DARI AIR

Berdasarkan pada penemuan terakhir di bidang sains: fisika, kimia, biologi, astronomi, dan kosmologi, telah terbukti bahwa air adalah asal kejadian dan sumber kehidupan segala sesuatu makhluq di dunia dan di alam semesta (universe). Fakta dan data ilmiah menunjukkan bahwa atom air adalah zat pertama diciptakan dalam penciptaan semesta. Air adalah asal-mula kehidupan, air adalah sumber kehidupan, dan dengan air pula kita hidup. Tidakkah kita menyadari bahwa tiap manusia berasal dari setetes air? Lalu apa yang anda ketahui tentang air?



AIR

Air murni (pure water, aqua pura) memiliki nama ilmiah Hidrogen DiOksida (Hydrogen DiOxyde) dengan rumus kimia: H20. Artinya tiap satu molekul air terdiri dari dua atom Hidrogenium (Hydrogen, H, zat air) dan satu atom Oksigenium (Oxygen, O, zat asam). Jika air murni dididihkan, maka dua molekul air akan memisahkan diri menjadi dua molekul gas air dan satu molekul gas asam, dengan rumus reaksi keseimbangan kimia:

2 H2O " 2 H2 + O2

Atom air atau Hidrogenium adalah atom terkecil dan paling ringan, dan asal kejadian semua atom. Tiap atom lain adalah merupakan kelipatan bulat (integer multiply) atom H. Atom O misalnya, merupakan kelipatan 8 atom H, sehingga memiliki nomor atom 8, dan memiliki berat 2 x 8 = 16 x berat atom H. Dengan demikian berat 1 molekul H2O = 2 + 16 = 18. Jadi seluruh atom lain adalah turunan atau penjelmaan rangkap atom air (derivative or multiple manifestation of Hydrogen atom).



DAYA DAN KEKUATAN AIR

Jika tiap ruang didalam semesta diisi oleh atom, maka berarti di tiap titik didalam alam terdapat manifestasi Hidrogenium atau derivasi air. Air murni bening, tak berwarna, tak berbau, dan tak berbentuk. Tapi karena keberadaannya yang sangat primitiv, air dapat memanifestasikan dirinya kedalam bentuk apa saja.


Sebuah pusat alami Tsunami di tengah samudera

Didalam alam, sebuah kristal air, setetes embun atau sebungkah es adalah wujud lain keberadaan air. Hamparan samudera, gunung es, komet es (icy comet) dan meteorite es (icy meteorite) adalah manifestasi lain yang mengandung kekuatan supra dahsyat. Dan begitu pula dengan banjir bah dan Tsunami, adalah bentuk lain air sebagai penghancur. Namun dibalik semua itu, sebaliknya air memiliki kekuatan luarbiasa dalam memberi, membangun dan menopang kehidupan, begitu pula dalam pemeliharaan, kesehatan, dan penyembuhan segala penyakit apa pun di dunia ini.

Pernahkah anda menyaksikan seseorang dukun ahli dalam pengobatan alternativ, yang meminta air bening dalam gelas kemudian ia membacakan do’a atau jampi-jampi terhadap air tersebut, lalu air itu diminuman kepada si sakit, dan tak lama kemudian sembuh? It is magic? No, it is scientific! Tak ada yang ajaib di alam ini bila kita mengetahui ilmunya.


Pertama cahaya lalau jadi plasma


Sebelum menjadi nebula


Ketika nebula mulai dibentuk



PEMBETUKAN ANASIR DAN SEMESTA [1]


Stephen W. Hawkings

Satu hal spesifik dalam teori George Gamow adalah bahwa ia menghitung waktu pembentukan atom dalam penciptaan semesta. Hal ini kelak kemudian menjadi perhatian Stephen W. Hawkings, yang mengulasnya pada 1988 dalam bukunya "A Brief History of Time." Gamow menggambarkan sesaat sebelum ledakan, suhu, tekanan, dan rapat masa materi ylem mencapai tak terhingga. Sesaat setelah ledakan, terjadi ekspansi, suhu, tekanan, dan rapat masa materi menurun secara drastis, tapi relativ masih sangat tinggi, dimana partikel subnuklir dimampatkan dalam rapat masa sekitar 10^15 gram per sentimeter kubik atau 10^12 kali rapat masa air murni.


Ilustrasi waktu dan peristiwa Dentuman Besar

Setelah lima menit pertama, sementara ekspansi terus berlanjut, rapat masa menurun sekitar 10^-6 kali rapat masa air atau sekitar 0,000.001 gram per sentimeter kubik, dan sesaat kemudian suhu turun dibawah titik didih nuklir, tenaga gerak rerata partikel menurun dibawah tenaga ikat rerata partikel nuklir, dimana proton tak lagi bisa berpadu dengan elektron untuk membentuk kembali neutron, melainkan bersama neutron membentuk nukleon. Yang dibentuk pertama adalah inti atom Hidrogenium, monotron, kemudian deuteron, triteron, dan inti atom Helium atau partikel Alpha. Dalam menit berikutnya, yang terjadi adalah produksi atom Hidrogenium hingga melimpah ruah, kemudian Helium, dan seterusnya, dimana diantara penangkapan neutron (neutron capture) terjadi peluruhan Beta, sedemikian sehingga terjadi rangkaian isotop dan isobar atom, dari yang teringan hingga yang terberat.


Ilustrasi waktu dan peristiwa Dentuman Besar


Partikel elementer membentuk nebula

Demikian seterusnya, dengan rumus umum, atom A-1 menangkap neutron menjadi isotop atom A, kemudian isotop atom A mengalami luruhan Beta menjadi isobar atom A atau menjadi isotop atom B, dimana A = B, kemudian menangkap neutron lagi menjadi isotop atom B = B+1. Dengan pola serupa, dibentuk berbagai atom hingga Uranium-240 (U-240), sehingga diperlukan 240 ekuasi fisika matematik untuk menyatakan reaksi formasi nuklir dan atomik ini.

Sementara konsentrasi neutron terus menurun karena luruhan Beta dan penangkapan netron oleh nukleon, konsentrasi proton dan elektron terus meningkat, sedemikian sehingga pada tahap akhir pembentukan atom, Hidrogenium melimpah ruah dalam semesta. Berdasarkan data dan fakta alami, Makin ringan dan simpel suatu atom, makin besar konsentrasinya di alam. Sebaliknya, makin berat dan kompleks suatu atom, makin kecil konsentrasinya di alam.


Proses pembentukan nebula dan galaksi dalam milyaran tahun

 



EKSPANSI SEMESTA


Albert Einstein

Pada 1916-1917, Albert Einstein (1979-1955), fisikawan Jerman-Amerika, secara tak sengaja menemukan dalam perhitungan matematik bahwa semesta memuai. Tapi ia tak percaya dan menganggapnya tak mungkin, dan membuat satu konstanta metematik untuk menahan pemuaian ini yang dikenal kemudian sebagai konstanta kosmik Einsten yang kontradiktiv.


Pemuaian jagatraya ruang vs waktu

 



Edwin P. Hubble

Tapi pada 1923-1932, Edwin Powell Hubble (1889-1953), astronomer Amerika, secara faktual melalui pengamatan observatorial menemukan bahwa semesta memuai, berdasarkan pada rekaman bahwa semua galaksi bergerak saling menjauhi dari pusat semesta yang merupakan titik pusat ledakan besar penciptaan semesta, sebagaimana diperkirkan Lemaitre dan Gamow. Kini, berdasarkan pada fakta data data pengamatan dan penelitian, para kosmofisikawan menetapkan kesimpulan bahwa semesta memang memuai dalam satu pemuaian semesta (the universal expansion of universe).

USIA SEMESTA

Berdasarkan pada perhitungan kecepatan gerak resesi galaksi, Hubble menetapkan satu konstanta dan memperoleh angka-angka bahwa semesta diciptakan tak kurang daripada 20 milyar tahun silam, dan radius semesta sekarang tak kurang daripada 200 x 10 pangkat 21 km.


Arnold A. Penzias dan Robert W. Wilson

Pada 1965, Arnold A. Penzias dan Robert. W. Wilson, di Laboratorium Telepon Bell, AS,secara tak sengaja mendeteksi radiasi latarbelakang yang terrekam sebagai derau (noise) gelombang elektomagnetik, tapi kemudian setelah diteliti ternyata adalah gelombang bekas ledakan penciptaan semesta yang berasal dari titik pusat ledakan, dan pusat semesta pun ditemukan.


ENAM ERA PENCIPTAAN SEMESTA

Hasil kalkukasi mutakhir memperoleh angka-angka bahwa telur atom cikal-bakal semesta diciptakan sekitar 21 milyar tahun lampau. Dan semesta telah melalui enam era atau babak pembentukan. Teori mutakhir, mengangkat kembali teori waktu kosmik-atomik atau waktu-berimpit-ganda, yang diajukan pada 1932-1951 oleh Edward Arthur Milne (1896-1950), astronom Inggris; dan menghitung bahwa tiap era tersebut tak sama lamanya, makin kini makin pendek durasi waktunya, dimana era pertama enam kali lebih lama daripada era keenam. Hasil permutasi matematik 6! = 6 + 5 + 4 + 3 + 2 + 1 = 21 adalah setara dengan usia total semesta 21 milyar tahun. Kita sekarang berada dalam era keenam.


The Milky Way atau Sang Bima Sakti Galaksi Kita

Semua informasi dari data ilmiah dan fakta alamiah diatas, ternyata sesuai benar dengan keterangan kitab suci agama samawi, seperti At-Tawrat, Al-Injil, dan Al-Qur`án. Dari semua kitab agama samawi, Al-Qur`án adalah satu-satu-nya yang menyebutkan dengan jelas informasi tersebut diatas.


PEMBETUKAN ANASIR DAN SEMESTA [2]

Critchfied dan Smart, dua fisikawan nuklir, telah menunjukan bahwa dalam satu nukleon yang mengandung lebih banyak neutron daripada proton, persentasi maksimum neutron dapat dikandung sebuah nukleon dan masih dapat mempertahankan stabilitasnya hanya sekitar 70 persen. Dalam keadaan labil, neutron dalam sebuah nukleon dapat mengalami luruhan Beta, melepaskan elektron, dan menjadi proton. Satu atom dengan nukleon labil membutuhkan interval waktu tertentu, bergantung pada komposisi nukleonnya, untuk mengalami luruhan Beta, dan berubah menjadi isotopnya.

Pembetukan partikel dan atom dalam penciptaan semesta berdasarkan teori Big Bang, dalam 30 menit pertama setelah ledakan, dapat digambarkan lebih-kurang sebagai berikut. Dalam lima menit pertama, pertama kali partikel subnuklir diciptakan adalah neutron bebas. Konsentrasi neutron melimpah ruah. Kemudian neutron luruh dalam proses luruhan Beta menjadi proton bebas dan elektron bebas. Konsentrasi neutron menurun. Sebaliknya konsentrasi proton dan elektron meningkat. Setelah lima menit pertama, proton yang mencoba bergabung kembali dengan elektron untuk membentuk neutron gagal sehingga membentuk Hidrogenium (H-1). Kemudian proton menangkap neutron untuk membentuk Deuteron. Konsentrasi neutron, proton, dan elektron menurun. Konsentrasi Hidrogenium meningkat. Deuteron menangkap elektron untuk membentuk Deuterium (H-2) atau Hidrogenium berat. Konsentrasi elektron menurun. Konsentrasi Deuterium meningkat. Kemudian Deuterium menangkap neutron untuk membentuk Tritium (H-3) atau Hidrogenium supra-berat. Kemudian Tritium mengalami luruhan alpha, dimana neutron dalam Triton luruh jadi proton elektron, sehingga Tritium berubah jadi Trhelium (He-3) atau Helium ringan. Kemudian Trhelium menangkap neutron untuk membentuk Helium (He-4).

__________



(C) 1995-2011 — Achmad Firwany

HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia.

Tak sebagian pun dr tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedlm bentuk bahasa apapun atau disimpan dlm satu sistem retrieval apapun; dlm bentuk apapun atau dlm cara apapun, mencakup tp tak terbatas pd cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; utk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dr pemilik hak atas karya intelektual ini.

Untuk non-komersial, penggunaan sebagai rujukan atau referensi, secara keseluruhan atau sebagian, harap cantumkan sumber informasi ini sebagai acuan.


FINE ART
FIRWANY INTERNETWORK ENTERPRISE — ARTICLES ON REFORM AND TRANSFORM
adalah marka-niaga, identitas produk dan properti Achmad Firwany

SITE:
http://www.thefineart.co.cc
http://www.firwany.co.cc

BLOG :
http://blog.firwany.co.cc
http://firwany.blogspot.com

FACEBOOK :
http://www.facebook.com/fineart.pro.id
http://www.facebook.com/pages/fine-art/201303343218367
http://fb.firwany.co.cc
http://www.facebook.com/people/achmad-firwany/100000427899819

Jumat, 01 Januari 2010

SEBERAPAKAH KECEPATAN ANDA?
SILAHKAN BANDINGKAN!

SEBERAPAKAH KECEPATAN ANDA ― SILAHKAN BANDINGKAN!





  • Kendaraan bermotor manusia, rerata hanya 100 km/jam
  • perputaran Bulan pd porosnya: ± 16,666 km/jam = ± 16,7 km.jam → msh lbh cepat ranmor
  • perputaran Bumi pd porosnya: ± 1.674,429 km/jam = ± 1,7 ribu km/jam → 10 x lbh cepat drpd ranmor
  • peredaran Bulan pd lintasannya: ± 3.677,456 km/jam = ± 3,7 ribu km/jam → 30 x lbh cepat drpd ranmor
  • peredaran Bumi pd lintasannya: ± 107.218,253 km/jam = ± 107 ribu km/jam → 1.000 x lbh cepat drpd ranmor
  • peredaran Matahari pd lintasannya: ± 540.000 km/jam = ± 540 ribu km/jam → 5.000 x lbh cepat drpd ranmor
  • penerbangan malá`ikat > photon : ± 1,080 milyar km/jam
  • perintah Alláh > barqun | tachyon : ± 2,160 triliun km/jam
......


________________________________________________________

(C) 2006—2010 — Achmad Firwany

HAKI(Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia.

Tak sebagian pun dr tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedlm bentuk bahasa apapun atau disimpan dlm satu sistem retrieval apapun; dlm bentuk apapun atau dlm cara apapun, mencakup tp tak terbatas pd cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; utk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dr pemilik hak atas karya intelektual ini.

Untuk non-komersial, penggunaan sebagai rujukan atau referensi, secara keseluruhan atau sebagian, harap cantumkan sumber informasi ini sebagai acuan.

BERGERAK DENGAN
KELAJUAN DIATAS 1.000 KMPH

BERGERAK DENGAN KELAJUAN DIATAS 1.000 KM/JAM

(C) 2006—2010 — Achmad Firwany



Anda tentu pernah mendengar seorang penyiar atau pembawa acara mengatakan: "Sampai berjumpa kembali pada tempat dan waktu yang sama ...". Tapi Apakah anda pernah berpikir dan menyadari bahwa kita seumur hidup tiap detik tak pernah berada pd tempat dan waktu yg sama. Tiap saat kita senantiasa berpindah dalam ruang dan waktu, dan selamanya sampai akhir hayat kita tak akan pernah kembali lagi ke tempat dan waktu sebelumnya.

Sbgmn halnya waktu yg terus bergerak maju tak pernah mundur, demikian pula ruang terus bergerak maju. Semesta atau jagatraya dimana kita berada terus bergerak dan memuai menuju ruang dan waktu tak terhingga.

Bumi dimana kita berpijak, tiap saat berputar pd porosnya antara dua kutub dgn kecepatan rerata ± 1.700 km/jam pd ekuator dgn arah perputaran dr barat ke timur, shg krnnya terjadi pertukaran malam dan siang, dimana Matahari tampak terbit di timur dan terbenam di barat. Jika anda bergerak dr barat ke timur dgn kendaraan dgn kecepatan 100 km/jam relativ thdp Bumi, maka sebenarnya anda sedang bergerak dgn kecepatan 1.700 + 100 = 1.800 km/jam relativ thdp angkasa sekitar Bumi.

Sambil Bumi melakukan rotasi harian, berputar pd porosnya, Bumi juga bergerak melakukan revolusi tahunan, beredar pd orbitnya mengelilingi Matahari, dgn kecepatan rerata ± 107.000 km/jam, shg krnnya terjadi pergantian musim panas dan dingin silih berganti sepanjang tahun. Jika anda terus berkendaraan spt diatas, maka sebenarnya anda sedang bergerak dgn kecepatan 107.000 + 1.800 = 108.800 km/jam relativ thdp angkasa sekitar Matahari atau angkasa antar-planet (inter-planetary space) dlm tata surya kita.

Sementara itu, Matahari juga bergerak melakukan revolusi dlm siklus 200 tahunan, beredar pd orbitnya mengelilingi pusat galaksi kita, Bima Sakti, Pending Dadih, atau Jalan Susu (Milky Way), dgn kecepatan rerata ± 540.000 km/jam, dan Bumi beserta planet lainnya dlm tata surya ikut terbawa dengannya. Dgn demikian, kecepatan kendaraan anda sebenarnya adalah 540.000 + 108.800 = 648.800 km/jam relativ thdp angkasa antar-bintang (inter-stellar space).





Msh terus berlanjut, krn ternyata Bima Sakti juga bergerak melakukan revolusi , beredar pd orbitnya mengelilingi pusat gugus galaksi kita, Kelompok Lokal (Local Group), dgn kecepatan lbh sejuta km/jam, relativ thdp angkasa antar-galaksi (inter-galactic space). Sedangkan sementara itu Kelompok Lokal juga bergerak mengedari pusat semesta dgn kecepatan jauh lbh cepat lagi. Dan Super Kelompok Galaksi bergerak saling menjauhi dr arah pusat semesta menuju ruang dan waktu tak terhingga dgn kecepatan makin lama makin cepat mendekati kecepatan cahaya dlm ruang hampa 1.079.253.000 km/jam alias lbh 1 milyar km/jam!!!

`alladziy ja’ala lakumu `al-`ardha firaasyaan wa `als-samaa`a binaa`an.

[Alláh]
Dia-yang Dia-telah-menjadikan untukkalian sang-Bumi (the-Earth) sebagai-hamparan | bentangan | yang-dihamparkan | yang-dibentang [bundaran, sphere; berhingga dan tak-berbatas, finite and unbounded] dan sang-langit (the-heaven) sebagai-binaan | bangunan | yang-dibina | yang-dikembangkan [yang-dimuaikan, yang-diluaskan, one-be-expanded, one-be-extended]. [Q 2:22]
...


________________________________________________________

(C) 2006—2010 — Achmad Firwany

HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia.

Tak sebagian pun dr tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedlm bentuk bahasa apapun atau disimpan dlm satu sistem retrieval apapun; dlm bentuk apapun atau dlm cara apapun, mencakup tp tak terbatas pd cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; utk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dr pemilik hak atas karya intelektual ini.

Untuk non-komersial, penggunaan sebagai rujukan atau referensi, secara keseluruhan atau sebagian, harap cantumkan sumber informasi ini sebagai acuan.

TIADA RUANG - WAKTU SAMA

PERLU DIGARISBAWAHI BAHWA ...


Di alam nyata, kita tak pernah berada pada 'tempat dan waktu sama', karena tiap saat kita berpindah dalam koordinat kesinambungan ruang-waktu, karena jagataraya kita memuai (expansion of the universe).

Pemuaian semesta ini secara fisik dapat dideteksi dari rekaman pergeseran merah (red shift) efek Dopler dari spektrum cahaya benda-benda angkasa seperti galaksi | gugus-bintang, bintang, dan lainnya.

Namun, tiap ruang-waktu yang telah kita lalui, akan tetap menyimpan rekaman kejadian, data dan informasi, kronologi dan sejarah, tentang apa saja yang telah terjadi pada ruang dan waktu tertentu. Barangkali ini satu cara Alláh merekam tentang apa saja yang telah kita kerjakan atau perbuat.

FISIKA : KEKUATAN SEBUAH TEORI #1

KEKUATAN SEBUAH TEORI

DIBALIK PERISTIWA KEMERDEKAAN RI — 17 AGUSTUS 1945


(C) 2006—2011 — Achmad Firwany


BAGIAN PERTAMA [BAGIAN DUA] [BAGIAN TIGA]


Apa pun kata orang atau alasannya, secara implikasi logis kausalitas atau hukum sebab-akibat, seandainya tak ada Albert Einstein, Amerika Serikat tidak atau belum berhasil membuat bom nuklir pada 17 Juli 1945, dan Indonesia mungkin tidak atau belum merdeka pada 17 Agustus 1945. Kemerdekaan Indonesia memang adalah Rahmat Tuhan YME, dan Tuhan memberikan jalannya melalui realisasi Teori Khusus Relativatitas Einstein dalam proyek bom nuklir AS yang membumihanguskan dua kota inti di Jepang, Hiroshima dan Nagasaki, pada 6 dan 9 Agustus 1945, sehingga Jepang bertekuklutut terhadap Sekutu, dan Indonesia Merdeka.



DETIK-DETIK PEMBOMAN HIROSHIMA 9 AGUSTUS 1945






    Sains tanpa agama adalah pincang, dan agama tanpa sains adalah buta.

    Science without religion is lame, and religion without science is blind.


    ALBERT EINSTEIN (1879–1955)
    fisikawan dan kosmologiwan



ALBERT EINSTEIN DAN KEMERDEKAAN INDONESIA

    Prof. Dr. Albert Einstein (14-03-1879 — 18-05-1955), ahli fisika keturunan Yahudi, kelahiran Ulm, Jerman Selatan. Ketika kaum Nazi berkuasa, pada 1930 ia memilih untuk memenuhi undangan untuk menjadi dosen di Princeton, Amerika Serikat, ketimbang bekerja untuk Hitler.

    Albert Einstein adalah pencetus Teori Relativitas | Kenisbian (the Theory of Relativity), yang telah mengubah dunia klasik ke modern. Teori Relativitas Khusus (the Special Theory of Relativity, 1905) yang sangat terkenal dengan formula E=m.c^2 (Energy = Mass of Matter x power of two of constant velocity of light in vacuo), dan Teori Relativitas Umum (the General Theory of Relativity, 1917) tentang interaksi semesta.

    Ketika pecah Perang Dunia II, pada 2 Agustus 1939, ia menulis surat kepada presiden AS ke32 yang terpilih 3X waktu itu (1933-1945), Franklin Delano Roosevelt (1882-1945), menyatakan kekhawatirannya bahwa Hitler kemungkinan besar akan merealisasi Teori Relativitas temuannya, untuk mengembangkan senjata nuklir, memenangkan perang dan menguasai dunia.

    Presiden Roosevelt mengantipisasi kemungkinan ini dan memutuskan untuk melakukan pengembangan tenaga nuklir untuk persejataan perang. Pada 1942, jenderal Leslie R. Groves ditugaskan untuk bertanggungjawab atas proyek senjata nuklir yang disebut 'Manhattan Project', pada lokasi yang sekarang terkenal sebagai 'Manhattan District of the Army Corps of Scientists and Engineers.

    Proyek ini membuahkan sejenis bom baru, yaitu bom fisi-fusi (fission-fusion), dimana satu bom nuklir (nuclear bomb) ditempatkan dalam satu bom atomik (atomic bomb), karena bom nuklir hanya bisa diledakan melalui panas ledakan bom atomik. Perlu diketahui bahwa energi fusi ledakan bom nuklir bisa ribuan hingga jutaan kali lebih dahsyat daripada energi fisi ledakan bom atomik.

    Konsep dasar cara energi dihasilkan, membedakan bom nuklir dan bom atomik. Bom nuklir adalah bom fusi nuklir panas (thermal fussion), dimana energi dihasilkannya diperoleh dari pengubahan masa materi sebagai akibat dari penggabungan paksa inti atom pada tekanan dan suhu panas ekstrim tinggi yang terjadi ketika berlangsung ledakan bom atomik. Sedangkan bom atomik adalah bom fisi, dimana energi panas dihasilkannya diperoleh dari pengubahan masa materi sebagai akibat dari pemisahan inti atom pada tekanan tinggi yang dihasilkan dari denotator yang meledak pada benturan keras pada kecepatan tinggi yang terjadi ketika bom atomik diluncurkan dan menabrak sasaran.

    Pada jam 15:30 AM, 16 Juli 1945, dilakukan uji-coba pertama bom nuklir pertama di pangkalan udara Alamogardo, New Mex, yang dikenal sebagai 'Trinity Explosion'. Dengan suksesnya proyek ini, AS mengambil keputusan untuk segera menggunakannya dalam Perang Dunia II. Pada akhrir Juli, berhasil dibuat dua buah bom nuklir-atomik berkekuatan 20 KiloTon yang setara dengan kekuatan 20.000 ton TNT [ TriNitroToluene: C6H2(CH3)(NO2)3 ]. 1 ton TNT setara 1 milyar (1.000.000.000) kalori energi.

    Pada jam 15:30 AM, 16 Juli 1945, dilakukan uji-coba pertama bom nuklir pertama di pangkalan udara Alamogardo, New Mex, yang dikenal sebagai 'Trinity Explosion'. Dengan suksesnya proyek ini, AS mengambil keputusan untuk segera menggunakannya dalam Perang Dunia II. Pada akhir Juli, berhasil dibuat dua buah bom nuklir-atomik berkekuatan 20 KiloTon yang setara dengan kekuatan 20.000 ton TNT [ TriNitroToluene: C6H2(CH3)(NO2)3 ]. 1 ton TNT setara 1 milyar (1.000.000.000) kalori energi.

    Pada 6 dan 9 Agustus 1945, dua bom nuklir-atomik ini dijatuhkan pesawat bomber AS, masing-masing di Hiroshima dan Nagasaki, dan membumihanguskan seluruh pertahanan Jepang, yang membuat Jepang terpaksa bertekuk lutut pada Sekutu. Invasi Jepang di Indonesia pun lumpuh. Perang Dunia Berakhir pada 14 Agustus 1945, demikian juga penjajahan Jepang di Indonesia. Dan Indonesia pun memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.


    PEMBOMAN HIROSHIMA DAN NAGASAKI 9 AGUSTUS 1945





    Apa pun kata orang atau alasannya, secara implikasi logis kausalitas atau hukum sebab-akibat, seandainya tak ada Einstein, Amerika tidak atau belum berhasil membuat bom nuklir pada 17 Juli 1945, dan Indonesia mungkin tidak atau belum merdeka pada 17 Agustus 1945. Kemerdekaan Indonesia memang adalah Rahmat Tuhan YME, dan Tuhan memberikan jalannya melalui realisasi Teori Relativatitas Einstein dalam proyek bom nuklir AS.

    Einstein secara bathin terpukul keras, ia salah memprediksi keberhasilan Jerman, karena Jerman menyerah pada Mei 1945, sebelum Jerman atau pun Sekutu berhasil membuat bom nuklir. Sementara itu presiden Roosevelt telah meninggal karena depresi berat sebulan sebelumnya, dan digantikan oleh presiden Harry S. Truman, yang bersikeras tetap memerintahkan pemboman nuklir di Jepang.

    Einstein sangat berduka atas realisasi teorinya yang telah digunakan AS untuk peperangan, karena ia sangat menyintai perdamaian dan kemanusiaan. Ia adalah pendukung gerakan humatarian yang dilakukan Zionisme pada masa itu. Bertahuntahun ia telah memupuk teorinya, tapi bertahuntahun pula ia menyesali dirinya menjelang akhir hidupnya. Pada 1952, Einstein menolak keras ketika ia dicalonkan untuk jadi presiden Israel atas undangan David Ben-Gurion, untuk menggantikan Dr. Chaim Weizmann. Sepuluh tahun kemudian setelah peristiwa Hiroshima - Nagasaki, ia meninggal di Princeton, AS, dengan duka sangat teramat dalam yang meyalib jiwanya.

    Kita sebagai bangsa Indonesia, dalam rangka memperingati kemerdekaan, patut mengenang jasa Einstein, karena ia punya andil dalam merdekanya Republik ini, terlepas dari dia seorang Zionis Yahudi atau bukan!






BERSAMBUNG KE BAGIAN DUA . . .
________________________________________________________

(C) 2006—2011 — Achmad Firwany

HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia.

Tak sebagian pun dr tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedlm bentuk bahasa apapun atau disimpan dlm satu sistem retrieval apapun; dlm bentuk apapun atau dlm cara apapun, mencakup tp tak terbatas pd cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; utk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dr pemilik hak atas karya intelektual ini.

Untuk non-komersial, penggunaan sebagai rujukan atau referensi, secara keseluruhan atau sebagian, harap cantumkan sumber informasi ini sebagai acuan.

FISIKA : KEKUATAN SEBUAH TEORI #2

KEKUATAN SEBUAH TEORI

DIBALIK PERISTIWA KEMERDEKAAN RI — 17 AGUSTUS 1945


(C) 2006—2011 — Achmad Firwany


BAGIAN DUA [BAGIAN TIGA] [BAGIAN SATU]



MEMAHAMI TEORI RELATIVITAS

Penjelasan ilmiah populer sederhana teori relativitas adalah sebagai berikut:

    Alam fisik, jagatraya atau semesta (universe) dan seluruh isinya memiliki besaran dan ukuran matematik dan fisik, dimana relasi dan interaksi antara segala sesuatu terkandung didalamnya bisa dinyatakan secara matematik dan fisik, dalam bentuk khusus|spesifik atau pun umum|generik.

    Demikian juga teori relativitas terbagi dua atas: teori relativitas khusus (special theory of relativity) (1905–1907) untuk rangkum terbatas dan teori relativitas umum (general theory of relativity) (1916–1918) untuk rangkum universal.

    Dimensi ruang: panjang, luas, dan isi dan dimensi waktu adalah besaran-besaran fisik yang relativ|nisbi, bisa memelar dan mengerut seperti karet, tergantung pada kerangka–acuan mana (reference–frame) mana ia diukur, dan perubahannya dalam teori relativitas dapat diukur menggunakan formula matematis dilasi ruang dan dilasi waktu: Fizgerard–Lorentz space–time dilation | dilatation.

    Waktu yang dialami seseorang yang tinggal di Bumi dan yang bergerak dengan kecepatan tinggi mendekati kecepatan cahaya di angkasa adalah berbeda, dimana seribu tahun di Bumi bisa setara sehari di angkasa. Sedemikian sehingga seandainya kita hari ini berangkat ke angkasa dengan pesawat antariksa secepat kilat, ketika kemudian besok kita kembali, ternyata manusia di Bumi telah mengalami perubahan generasi beberapa millenium.

    Penggabungan tiga koordinat dimensi ruang (panjang, lebar, tinggi | dalam) dan satu koordinat dimensi waktu, membentuk satu kesinambungan ruang–waktu empat-dimensi (four-dimensional space–time continuum), dimana bisa dilakukan transformasi koordinat secara matematik dan fisik (space–time coordinates transformation), yang memungkinkan kita berpindah dari satu ruang–waktu ke ruang–waktu lain secara utuh.

    Jika kita bisa bergerak kekiri–kekanan, atau naik–turun, atau maju–mundur dalam satu dimensi ruang, ada kemungkinan kita juga bisa maju-mundur dalam satu dimensi waktu. Secara teoritis ideal kita bisa pergi ke masa telah lampau atau ke masa akan datang (negative–positive motion in time).

    Konsep bergerak maju–mundur dalam waktu ini mengilhami kemungkinan dibuatnya mesin-waktu (time-machine) untuk melakukan petualangan antar-waktu, dan H.G. Wells dengan kisah fiksi "The Time Machine".

    Problemnya, secara alami, kita manusia adalah pejalan-ruang (space-traveler) yang bisa bebas bergerak dalam ruang, tapi hanya bisa maju dalam waktu; bukan pejalan-waktu (time-traveler) yang bisa bebas bergerak dalam waktu, sementara maju dalam ruang.

    Namun ada satu peluang, bahwa kita hidup dalam semesta yang mungkin memiliki karakteristik dimensi seperti Bumi, yaitu terhingga tapi tak-terbatas (finite but unbounded), dimana kita bisa pergi hanya sebatas bulatan (globe) tapi bisa pergi kemana saja pada permukaannya tanpa halangan fisik karena bentuknya yang bundar (globular, spherical).

    Di alam nyata, kita tak pernah berada pada 'tempat dan waktu sama', karena tiap saat kita berpindah dalam koordinat kesinambungan ruang-waktu, karena jagataraya kita memuai (expansion of the universe).

    Pemuaian semesta ini secara fisik dapat dideteksi dari rekaman pergeseran merah (red shift) efek Dopler dari spektrum cahaya benda-benda angkasa seperti galaksi | gugus-bintang, bintang, dan lainnya.

    Namun, tiap ruang-waktu yang telah kita lalui, akan tetap menyimpan rekaman kejadian, data dan informasi, kronologi dan sejarah, tentang apa saja yang telah terjadi pada ruang dan waktu tertentu. Barangkali ini satu cara Alláh merekam tentang apa saja yang telah kita kerjakan atau perbuat.

    Karena tiap saat kita berpindah dalam koordinat kesinambungan ruang-waktu, di alam nyata, kita tak pernah berada pada 'tempat dan waktu sama‘.

    Jadi kalau ada pembawa acara, MC, protokol, penyiar radio atau televisi yang mengatakan: "sampai berjumpa kembali pada tempat dan waktu yang sama" adalah satu kekeliruan dan kebohongan besar!




PHOTON DAN TACHYOON | BARQUN

    Kecepatan cahaya dalam ruang hampa, relativ konstan, tetap atau tak berubah, dan secara dasar, tanpa pengaruh luar, adalah seragam (uniform) dimana pun di jagatraya [Michelson-Moreley experiment], dan secara asumsiv adalah kecepatan maksimum dapat dicapai dalam bentuk materi dapat dideteksi dalam rangkum validasi Teori Relativitas.

    Tapi tidak berarti bahwa tak ada materi yang bergerak lebih cepat dari 'photon' (foton, foto, cahaya), karena kemudian dikenal sejenis partikel hipotetis yang disebut 'tachyoon' (barqun, buraqun, kilat), yang eksistensi hanya bisa dideteksi diatas kecepatan cahaya, tapi justeru lenyap dibawah kecepatan cahaya [Gerald Feinberg's theory of tachyoon — complementary theory of Einstein’s relativity].

    Konsep ini mengilhami, didalam film fiksi ilmu, dibuatnya kapal antariksa antar-galaktik dengan kecepatan jutaan kali kecepatan cahaya, seperti 'the US StarShip' dalam 'StarTrek', dan lainnya.




TEORI MEDAN TERPADU

    Di alam nyata, ternyata garis lurus (straight line) dan bidang datar (flat plane) hanyalah bentuk pecahan kecil sekali (discrete finitesimal), karena dalam kenyataannya yang ada adalah garis lengkung (curved line) dan bidang lengkung (curved plane), karena adanya kelengkungan ruang (curvature of space) sebagai dampak keberadaan interaksi gravitasi atau gaya tarik-tolak alami materi netral.

    Di alam, ada lima gaya interaksi universal (tarik–tolak semesta) yang saling berkaitan satu dengan yang lain, yang mengendalikan seluruh aktivitas dan dinamika jagatraya. Semuanya adalah satu hal sama dalam wujud berbeda, yang efeknyanya berlaku tergantung ukuran skala jarak.

    Masing-masing, berurutan dari skala besar | jarak jauh ke skala kecil | jarak dekat, yaitu: berat (gravitasional interaction), listrik–magnit (electromagnetic interaction), lemah atomik (atomic weak interaction) dan kuat nuklir (nuclear strong interaction). Lima interaksi ini identik, alias serupa tapi tak sama, tapi 'they have something in common'.

    Relasi lima interaksi ini secara matematik dan fisik dirangkum dalam teori medan terpadu (unified field theory) dan teori terpadu agung (grand unifield theory).



BERSAMBUNG KE BAGIAN TIGA . . .
________________________________________________________

(C) 2006—2011 — Achmad Firwany

HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia.

Tak sebagian pun dr tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedlm bentuk bahasa apapun atau disimpan dlm satu sistem retrieval apapun; dlm bentuk apapun atau dlm cara apapun, mencakup tp tak terbatas pd cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; utk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dr pemilik hak atas karya intelektual ini.

Untuk non-komersial, penggunaan sebagai rujukan atau referensi, secara keseluruhan atau sebagian, harap cantumkan sumber informasi ini sebagai acuan.

FISIKA : KEKUATAN SEBUAH TEORI #3

KEKUATAN SEBUAH TEORI

DIBALIK PERISTIWA KEMERDEKAAN RI — 17 AGUSTUS 1945


(C) 2006—2011 — Achmad firwany


BAGIAN TIGA [BAGIAN DUA] [BAGIAN SATU]



KESIMPULAN TEORI KHUSUS RELATIVITAS



    KECEPATAN MUTLAK ABSOLUT CAHAYA DI ANGKASA HAMPA
    c = constant


    c, konstanta kecepatan cahaya dalam ruang hampa, 2,997.925 x 10^8 m/s.


    DILATASI DIMENSI RUANG—WAKTU
    R = [ 1 – v^2/c^2 ]^½


    R, faktor relativistik.
    v, velositas | kecepatan gerak materi, dalam m/s.


    DUALITAS EKSISTENSI ENERGI—MATERI
    E = m . c^2


    E, kuantitas energi dalam Joule atau kg.m^2/s^2.
    m, masa materi dalam kg.



    Kecepatan cahaya dalam ruang hampa di seluruh semesta adalah mutlak dan seragam (absolute and uniform) dan adalah kecepatan fisik maksimum bisa dicapai.

    Suatu materi yang bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya akan mengalami pengerutan ruang (space contraction) dan penguluran waktu (time dilation) dan juga pemuaian masa (mass expansion).

    Energi dan materi adalah satu hal sama dalam wujud berbeda. Dalam satu sistem tertutup, energi dan materi adalah konservativ, tak dapat diciptakan atau dimusnahkan Jika suatu kuantitas materi lenyap maka sebagai gantinya akan muncul energi dengan kuantitas setara, dan sebaliknya, sehingga annihilisasi materi setara materialisasi energi. Cahaya adalah dualitas energi–materi, memiliki dua-sifat, berlaku sebagai gelombang energi dan juga sebagai partikel materi: photon.



RENUNGAN

    Pikiran manusia tak mampu merengkuh sang semesta. Kita seperti seorang anak kecil yang sedang memasuki satu perpustakaan raksasa. Dindingnya diliputi hingga ke langit-langit dengan buku-buku dalam banyak logat-logat berbeda. Si anak tahu bahwa seseorang tentu telah menulis buku-buku ini. Tapi tak diketahui siapa dan bagaimana. Tak dimengerti bahasa-bahasa dalam mana mereka ditulis. Tapi si anak mencatat suatu rencana teratur dalam susunan buku-buku itu, suatu tatanan rahasia yang tak dipahami, tapi hanya diduga secara dangkal.


    ALBERT EINSTEIN (1879-1955)
    fisikawan dan kosmologiwan


________________________________________________________

(C) 2006—2011 — Achmad Firwany

HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia.

Tak sebagian pun dr tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedlm bentuk bahasa apapun atau disimpan dlm satu sistem retrieval apapun; dlm bentuk apapun atau dlm cara apapun, mencakup tp tak terbatas pd cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; utk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dr pemilik hak atas karya intelektual ini.

Untuk non-komersial, penggunaan sebagai rujukan atau referensi, secara keseluruhan atau sebagian, harap cantumkan sumber informasi ini sebagai acuan.


________________________________________________________