| LINGKUP: INTERMEZO, HUMOR,
LOGAT, KOSAKATA, BAHASA J LANGUAGE — a revised edition from earlier version : JENG JUMINTEN . . . JANDA JAWA . . . JUALAN JAMU JAHE . . . [dalam judul dan kisah ini, tiap kata diawali dengan huruf "J"] Jeng Juminten, Jawa, janda judes, jelamitan, jelek jerawatan, jari jempolnya jorok. Jaman jaringan jualan jenjangan jamak, Jeng juminten jajal jualan jamu jarak jauh Jogya–Jakarta. Jamu jagoannya: jamu jahe. "Jamu-jamuuu..., jamu jahe..., jamu jaheee..., jamu jaheee..., jamu jaheee ji-ceng-an!", Jeng Juminten jerit-jerit jajakan jamu jagoannya, jelajahi jalanan, jembatan jumpa jembatan, jengkal-jengkalan, jungkat-jungkit, jepak-jepok. "Jamuuu... Jaheee...!!! Jamu jaheee ji-ceng-an!", Jeng Jumiten jejeritan, jajakan jualan jagoannya, jejak-jejaki jalanan, jauh, jauh.., jauh..., jerih, jeruh, jam-jaman. Jailah, "Jedug", ... jariknya Jeng Jumiten jatuh, Jeng Juminten jatuh jumpalitan. Jeng Juminten, jerit-jerit, jejeritan: "Jarikku jatuh, jarikku jatuh..., jarikku jatuh..., jarikku jebol..., jebol..., jebol... jarikku...u...u...u... ... ... " Jeng Juminten jengkel, jualan jamunya jungkar-jungkiran, jadi jemu juga. Jiamput!!! Jeng Juminten jumpa Jarot, Jawa, jejaka jomblo, jambulan, jempolan, jantan, jumawa, jawara, juara judo, joki jaran, juga jualan jejer-jejeran, jutawan juragan jengkol, jaringan jualan jenjangannya Jombang–Jogja–Jakarta–Jerman–Jepang, Jahud!!! Jantungnya Jeng Juminten, janda judes, jadi jedag-jedug, jeg.., jeg.., jeg... Jeng Juminten jengah, janji jera jajakan jualan jagoannya jamu jahe jalan-jalan jauh-jauh. Jelasnya, Jeng Juminten jeli, jampi-jampi, Juntrungannya Jeng Juminten jadi julietnya Jarot, jagoan judo. Jono justru jadi jelous Jeng Juminten jadi julietnya Jarot. "Jahananam", jerit Jono. Jono juga Jawa, jejaka jomblo, juling, jereng, jalang, jabang, jabrik, jenggotan, jorok, juga jangkung, jiwa jagal, jimatan, jubahan, jubahnya jerai-jerai. Julukannya, Jono, Jerapah, Jailangkung Jago Joget. "Jieehhh, Jarot jejaka Jawa, Jum?", jokenya Jono, jilatin jigongnya. Jakunnya jadi jungkat-jungkit jelalatan jenguk Jeng Juminten. "Jangan jealous, Jon..." jawab Jeng Juminten. "Jangkrik!!!", jarene Jono. Jeng Juminten jaga jarak, jauhi Jono, jauh-jauh. Jarot jarang jenguk Jeng Jumiten. Jadi Jeng Juminten jarang jumpa Jarot, jatuhnya jarak jauh, jangka jeda jalannya jam-jam-an. Jum'at, Jono jambret, jagoannya jembatan Joglo Jakarta, jelagatan jengukin Jeng Juminten. Jeng... jeng... jeng..., jarene, Jono jamah Jeng Juminten. Jarinya Jono jawil-jawil jerawatnya Jeng Juminten. Jeng Juminten jerit-jerit, jejeritan: "Jangan jahil Jon, .... Jarot, Jarot, Jarot, ... Jono jahat, Jono jahil, Jono jamah-jamah, jawil-jawil jerawatku!!!" Jeng Juminten jambak jenggotnya Jono. Jono jengkang jumpalitan, "Jelepak, jeduggg", Jono Jatuh. Jeng Juminten jingkrak-jingkrak, jerihnya jadikan Jono jungkar-jungkiran. Jeng juminten jejeritan, ... Jarot... Jarot... Jarot..., Jono jamah-jamah, ... Jono jawil-jawil!!! "... Jarot... Jarot... Jarot..., Jono jahat", Jeng Juminten jejeritan. Jarot: "Jangan..., jangan..., jangan jahat Jono!!!" Jarot jumping-in jalan, jembatan, juga jemuran. Jarot jelalatan jegal Jono. Jarot jajal Jono, jambak jubahnya Jono, "Jebreeet..., jeger, jedag, jedug!!! Jarot jitak jidat Jono. Jarot jotos jidat Jono. Jarot jungkalin Jono. "Jublag!!!" Jono jatuh. Jidat Jono jenong, jadi jendol..., jebol, jeleeekkk. Jono jontor... jejengkangan. "Jon, jangan jamah-jamah juga jahilin Jeng Juminten..., Julietku!!! " jerit Jarot, jor-jor-an. "Jelas Jon!!!" jarene Jarot. "Jeng Juminten Julietku..., Jeng Juminten Julietku!!!, Jangan jamah, jangan jawil!!!", jelas Jarot. Jantungnya Jono jedot-jedotan, "Janji, Jarot janji..., janji ..., Jono jera..., jeraaa..., jeraaaaaaa... ... ..." jawab Jono jejegukan. Juntrungannya, Jarot jadikan Jono joinan jaringan jualan jenjangan Jarot–Juminten, jualan jajan jejer-jejeran jejal-jejalan Jeng Juminten, janda jem-jeman-nya Jarot. Jono jual jasa, jadi jongosnya Jarot–Juminten, Jono jejongkokan, jagain jongko, jualan jus jeruk, jus jambu, jenang, jipang, jengkol, jajanan juru-mudi juru-mudi jompo jarak-jauh jurusan Jogja–Jombang, Jateng–Jatim, julukannya Jus Jengkol Jono, Jenenge: "Jolly-jolly Jumper." |
FINE ART ™ FIRWANY INTERNETWORK ENTERPRISE — ARTICLES ON REFORM AND TRANSFORM adalah marka-niaga, identitas produk dan properti Achmad Firwany BLOG : http://blog.firwany.co.cc http://firwany.blogspot.com FACEBOOK : http://fb.firwany.co.cc http://facebook.com/people/Achmad-Firwany/100000427899819 LINK : http://firwany.blogspot.com/2010/05/j-language.html http://facebook.com/notes/intermezo-dan-humor/j-language/183930348306155 TAG : intermezo, humor, kosakata, vocabulary, bahasa, language, linguistika, linguistics |
Minggu, 02 Mei 2010
J LANGUAGE
Label:
BAHASA,
HUMOR,
INTERMEZO,
KOSAKATA,
LINGUISTIKA
Selasa, 06 April 2010
SPRITUAL: SEBUAH PENCERAHAN
|
LINGKUP : AGAMA DAN FILSAFAT SPRITUAL: SEBUAH PENCERAHAN (C) 2009-2011 — Achmad Firwany Alläh memang aneh dan sangat aneh, krn Dia ganjil, unik, tunggal, esa, dan tak ada sesuatu pun menyerupai apalagi menyamai keunikan Dia. Seandainya ada tuhan lain selain Dia, niscaya porak-peranda dan rusak binasa alam, semesta atau jagatraya ini, krn ada perang tanding antar Tuhan, sebab pertentangan kepentingan atau conflict of interest. Jadi, krn alam, semesta atau jagatraya kita utuh dan kokoh selama milyaran tahun lamanya, secara logika, berarti tak ada tandingan, kompetitor, atau rival bagi Alläh, atau hanya ada satu Tuhan Yang Maha Esa, dan inilah sila pertama dasar, azas dan falsafah negara Republik Indonesia, PancaSila, dan kita bangsa Indonesia yg terlahir di tanah air Nusantara, mau tak mau hrs menerimanya, dgn sukarela atau pun terpaksa. Andai pun ada para tuhan lain selain Dia, maka Dia adalah Maha Tuhan dari segala tuhan, Maha Tuan dari segala Tuan, Maha Raja dari segala raja, dan Maha Penguasa dari segala penguasa. Dia lah Maha Majikan dan kita semua adalah pelayan. Dia lah Maha Juragan dan kita semua adalah suruhan. Dia lah Maha Pemilik perusahaan dan kita semua adalah karyawan, atau jika Dia adalah Employer, maka kita semua adalah employee. Dia lah yang memberi kita makan, minum, pakaian, kediaman, kendaraan, dlsb. Atau anda pikir siapa? Pantaskah kita berlaku sedemikian shg membuat pertentangan kepentingan atau "conflict of interest"? Patutkah kita makar kepada Dia? Dia lah keberadaan Maha Kaya, dan kita semua bergantung dan meminta kpd Dia. Dialah empunya segala nama, Alläh nama mutlaknya, lain drpd yg lain dan menyalahi aturan bhs asal nama-Nya, Al Iläh, utk menunjukkan bahwa namanya saja unik, apalagi Dia pemiliknya. Ada banyak nama lain Dia pakai utk menamakan diri-Nya. Banyak pula manusia menyebutnya dgn nama berbeda. Allah, Jehovah, Jahve, Yahovah, Yahveh, Yahwe, Yehuwa, dlsb. Tp apa pun nama dan sebutan-Nya, Huwa, Dia adalah Maha Tuhan, Maha Tuan, Maha Thian, Maha Tao, All Theos, All Zeus, Zeus Pater, Jove Pater, Ju Piter, All Deus, Al Divus, All Deitas, All Divinitas, All Dios, All Divinidad, All Lord, All God, All Deity, All Divinity, All Gott, All Bor, Maha Kami, Maha Dewa, Maha Dewata, Maha Batara, Maha Hyang jagat Dewa Batara, dlsb. Dia adalah Maha Supraba, All Superb, All Supreme Being, All Intelligent Being, Keberadaan Maha Cerdas, shg dengan sendirinya tiada pandan, tandingan, sekutu, atau serikat bagi Dia. Dgn demikian, dia dpt bebas berbuat sekehendak-Nya, apa saja tanpa kecuali, setiap dan segala Dia inginkan, tanpa ada siapa pun bisa mencegahnya, krn Dia Maha Kuasa. Dan Dia bisa memanifestasikan keberadaan diri-Nya dlm wujud apa saja, tiada batas ruang dan waktu bagi Dia. Dia adalah Al Khaaliq, All Creator, Maha Pencipta, dan kita semua hanyalah makhluq, creature, atau tercipta dari penciptaan-Nya. Dia bisa saja tiap saat memusnahkan kita semua dari dunia ini dlm sekejap mata, dan menggantikannya dgn makhluq lain bila Dia menginginkannya. Adakah daya dan kekuatan pd kita? Patutkah kita sombong, angkuh, atau arogan kpd Dia? Hanya ada satu Alläh utk semua. Semua kitab suci, semua agama samawi, semua nabi dan semua rasul berasal dari Dia. Dia adalah yang menciptakan sepasang manusia pertama, Adam dan Hawa, Eva atau Eve. Kita semua berasal dari moyang sama. Kita semua bersaudara, walau warna kulit, rambut, dan mata kita berbeda, bahasa kita berbeda, suku kita berbeda, ras kita berbeda, dlsb. Perbedaan itu tiada lain utk memberikan nuansa dan warna kehidupan agar dunia ini tdk monoton dan membosankan, ada ragam dan aneka, dan agar diantara kita saling mengenal, dan kemudian menyadari bahwa kita semua adalah satu bapak dan satu ibu, bahwa kita semua adalah bersaudara, dan kita semua berasal dari satu Tuhan sama, Tuhan Yang Maha Esa. Jika anda merasa bukan berasal dari Adam dan Hawa, maka anda bukan manusia, krn hanya ada sepasang manusia pertama, asal segala homo sapiens sapiens, dan teknologi DNA tlh membuktikannya. Homo yg lain hanyalah makhluq serupa manusia, mirip memang, tapi bukan manusia. Kita semua memiliki struktur DNA sama, hanya saja dgn kode genetik berbeda, sbg informasi alur asal keturunan kita. Alläh tlh mengatur semuanya, agar kita menyadari betapa Dia Maha Cerdas dan Maha Berkarya. Dia menciptakan segala yg baik dan juga segala yg buruk. Jadi baik dan buruk semua berasal dari Dia. Dia Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tapi Dia juga Maha Sadis dan Maha Kejam dgn siksa-Nya. Dia menciptakan sorga, tapi dia menciptakan neraka. Jika tidak, maka Dia tak sempurna, tak lengkap, tak seimbang, tak adil, tak bijaksana, dan akan gugurlah pernyataan bahwa Dia Maha Penentu atas segala sesuatu. Dia menciptakan mala`ikat sang penurut, tp Dia juga menciptakan Iblis sang pembangkang. Dia menciptakan hewan bermanfaat, tp Dia juga menciptakan hewan laknat. Dia menciptakan manusia beradab, tp Dia juga menciptakan manusia biadab. Dia memberikan manusia qalbu dan aqal, dan kebebasan utk memilih atau menentukan pilihan hidupnya, apakah memilih yg baik ataukah yg buruk. Dia memberikan kebebasan kpd Iblis, Devil, Demon, atau Dedemit, utk menyesatkan manusia, dan menebar kejahatan, dan membentuk aliran sesat kelompok syaitan atau satan, krn Dia hendak menguji yg manakah diantara manusia ciptaannya yg paling memelihara dirinya dari keburukan. Dia menciptakan hidup dan mati, baik dan buruk, krn Dia hendak menguji yg manakah diantara manusia ciptaannya yg mengambil pilihan terbaik dlm kehidupannya di dunia ini. Dia menetapkan perintah dan juga menetapkan larangan, utk menunjukkan bahwa Dia Maha kuasa, dan bahwa tiap kebebasan tak ada yg mutlak, melainkan ada batasnya, dan utk Dia menguji manusia ciptaan-Nya yg manakah yg paling taat atau patuh kpd ketetapan-Nya, dan yg manakah yg melampaui batas dlm perilakunya. Jadi pilihan ada pd diri kita sendiri, dan kita memiliki kebebasan utk menentukan pilihan, sesuai qalbu dan aqal kita masing-masing. Dan ingatlah bahwa kita semua adalah bersaudara, dan patutlah bahwa kita saling mengingatkan utk kebaikan kehidupan, sekarang dan kemudian. Semoga ini bisa jadi bahan renungan . . . . . . _________________________________________________ (C) 2009-2011 — Achmad Firwany HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia. Tak sebagian pun dr tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedlm bentuk bahasa apapun atau disimpan dlm satu sistem retrieval apapun; dlm bentuk apapun atau dlm cara apapun, mencakup tp tak terbatas pd cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; utk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dr pemilik hak atas karya intelektual ini. Untuk non-komersial, penggunaan sebagai rujukan atau referensi, secara keseluruhan atau sebagian, harap cantumkan sumber informasi ini sebagai acuan. FINE ART ™ |
Minggu, 07 Maret 2010
PENGARUH BAHASA INDONESIA
PADA BAHASA INGGERIS
|
LINGKUP : KOSAKATA, BAHASA, LINGUISTIKA PENGARUH BAHASA INDONESIA PADA BAHASA INGGERIS Kadang-kadang kita mendengar orang mengeluh, "Bahasa Indonesia adalah bahasa yang tak lengkap dan kurang sesuai untuk dipakai pada masa kini." Memang benar banyak penemuan baru, banyak bahan baru dan banyak pikiran baru membutuhkan nama atau istilah, yang sampai sekarang belum ada dalam Bahasa Indonesia. tapi hal sama terjadi pada semua bahasa di dunia. Bahasa Inggeris juga mengalami kesulitan dengan istilah baru dan terpaksa meminjam istilah dari Bahasa Yunani atau Bahasa Latin. Semua bahasa harus berani meminjam istilah dari bahasa lain, supaya bisa berkembang terus. Suatu bahasa yang tak berani berhubungan dengan bahasa lain kelamaan akan mati, karena tak bisa menyesuaikan diri dengan dunia yang selalu berobah. Seperti sudah diketahui, Bahasa Indonesia telah banyak mengambil istilah dari Bahasa Inggeris. tapi yang belum terkenal adalah bahwa Bahasa Inggeris juga sudah banyak meminjam istilah dari Bahasa Indonesia atau Bahasa Melayu. Sebagai contoh, coba kita perhatikan kata kata dalam cerita pendek dalam alinea dibawah ini. "The farmer lives in the kampong, near the bamboo grove. Today he is walking around his paddy fields, carrying a rattan stick with him. He often sees paddy birds, java sparrows and cockatoos in the mango trees, mangosteen trees and nipa palms. When he was younger he was a bantam weight boxer. His wife often makes cakes from agar and sago. She keeps tea leaves in the caddy. Sometimes she makes sambal but more often she makes tomato ketchup. She keeps many bantams. The bantams run amuck when she feeds them. Today she is putting camphor balls in the godown where the batticks, sarongs and antimacassars are kept." Didalam cerita ini kita dapat tiga-puluh-tujuh kata benda. Dua-puluh-tiga dari jumlah ini berasal dari Bahasa Indonesia atau Bahasa Melayu. Dalam Bahasa Inggeris jumlah kata berasal dari Bahasa Indonesia adalah lebih dari lima-puluh, atau mungkin hampir atau lebih seratus. Memang diantaranya ada beberapa kata jarang dipakai, seperti "pyrocatechol" (semacam penangkal infeksi) yang berasal dari kata "kacu." tapi ada juga banyak kata yang sudah betul di-Inggeris-kan dan sudah sering dipakai dalam bahasa seharihari. Kata "caddy," misalnya, kalau di Inggeris punya arti kotak kecil atau kaleng untuk menyimpan teh. Setiap dapur di rumah orang Inggeris pasti dilengkapi dengan sebuah caddy. Kata ini berasal dari "kati" (ukuran berat). Barangkali, pada zaman pendudukan Inggeris di Jawa (1811-1816), teh dijual dalam kotak yang beratnya satu kati. Kata "ketchup" juga mempunyai sejarah yang menarik. Kata ini berasal dari Bahasa Tionghoa "ke-tsiap" yang artinya ikan acar. Kata "ke-tsiap" itu pindah ke Indonesia dan menjadi "kecap" tapi dengan arti yang baru, apa yang disebut "soy sauce" dalam Bahasa Inggeris. Kemudian kata "kecap" pindah lagi dan di Amerika menjadi "catsup" atau di Inggeris "ketchup" yang artinya saus tomat. Kata "bantam" sekarang tak tampak asing lagi dalam Bahasa Inggeris, padahal dia lahir di daerah Banten, Jawa Barat. Di daerah Banten itu orang-orang Inggeris zaman dulu ketemu sejenis ayam kecil (ayam katai) yang dipelihara oleh masyarakat setempat. Jenis ayam tersebut dibawa pulang ke Inggeris, dipelihara, dan kelamaan "Banten hen" menjadi "bantam". tapi kata ini masih mempunyai arti satu lagi. Oleh karena ayam bantam adalah ayam yang paling kecil, maka dalam olah raga tinju, petinju ringan digolongkan dalam kelas bantam kalau berat badannya diantara 51 dan 54 kg. Satu kata yang sejarahnya jauh lebih panjang daripada "bantam" adalah "camphor" yang lahir ratusan tahun lalu di kota Barus, Sumatera Utara, dalam bentuk "kapur" Barus. Pada awal masa Islam di Indonesia kapur Barus dibawa ke negeri Arab oleh para pedagang Arab. Di Timur Tengah "kapur" Barus menjadi "kafur". Dari Bahasa Arab dia masuk Bahasa Italia sebagai "camphora" dan akhirnya menjadi "camphor" dalam Bahasa Inggeris. Yang aneh adalah kata ini sekarang sudah kembali ke Indonesia lagi sebagai "kamper." Hampir semua kata diambil dari Bahasa Indonesia adalah kata-benda, yaitu istilah baru untuk benda, bebuahan, makanan, atau hewan baru, tapi ada juga satu kata-kerja yang datang dari Indonesia. Kalau orang Indonesia mengamuk, orang Inggeris run amuck. Kata-kata lain yang sudah tak tampak asing lagi adalah sago, bamboo, capok, paddy dan java yang artinya "kopi" dalam bahasa pergaulan di Amerika. Adapun "antimacassar" adalah sehelai kain yang diletakkan pada sandaran kursi tinggi untuk menjaga supaya kursi tak kotor karena minyak rambut "Macassar oil" yang dipakai oleh para lelaki Makasar. Bahasa Welsh adalah bahasa orang Wales, satu suku yang selama 1300 tahun tinggal satu pulau dengan orang Inggeris. Tapi kalau kita bandingkan Bahasa Welsh dengan Bahasa Indonesia kita melihat pengaruh Bahasa Welsh terhadap Bahasa Inggeris sangat sedikit, hanya kira-kira tiga kata dari Bahasa Welsh dipakai dalam Bahasa Inggeris dan tiga kata ini adalah kata yang tak begitu penting. Aneh sekali, dalam jangka' waktu kurang-lebih tiga ratus tahun Bahasa Inggeris telah mengambil lebih dari lima-puluh kata dari Indonesia yang terletak begitu jauh dari Eropa, tapi hanya tiga kata diambil dari bahasa tetangganya yang terdekat dalam waktu 1300 tahun. Jadi jelaslah Bahasa Indonesia telah mempengaruhi Bahasa Inggeris. Dan pengaruh ini masih terasa sampai sekarang. Kata pinjaman yang paling baru adalah "battick" yang makin terkenal di negara negara Eropa. Saya pernah melihat "Battick made in Ceylon" dijual di banyak toko di London. Ramalan saya untuk tahun mendatang adalah kata "kretek" akan lebih terkenal karena rokok kretek makin digemari oleh orang Barat. Kata lainnya antara lain adalah Borneo, Andalas, Celebes, gamelan, wayang, sandal, dll. Dalam perkembangannya, Bahasa Indonesia telah banyak berhubungan dengan berbagai bahasa lain, termasuk Sansekerta, Arab, Tionghoa, Spanyol, Belanda dan Inggeris, dan juga dengan bahasa bahasa daerah di Indonesia sendiri. Jadi perbendaharaan kata Indonesia berasal dari beberapa macam sumber. Kalau dibandingkan dengan Bahasa Welsh sekali lagi, kita melihat bahwa Bahasa Welsh hanya dapat meminjam kata dari satu sumber, yaitu bahasa tetangganya Bahasa Inggeris. Jadi pengaruh Bahasa Inggeris terhadap Bahasa Welsh adalah jauh lebih besar daripada pengaruhnya terhadap Bahasa Indonesia. Misalnya, orang Wales bilang "bususnes", "brecwast" dan "papur" yang masing masing berasal dari "business," "breakfast" dan "paper," tapi orang Indonesia punya istilah sendiri (dagang, sarapan, dan kertas) sehingga tak perlu memakai istilah Inggeris. Kadang-kadang kita ketemu kata Inggeris yang mnirip sekali dengan kata Indonesia, tapi kita bingung. Apakah yang Inggeris berasal dariIndonesia atau sebaliknya? Coba kita lihat kata Inggeris "bangle" (gelang) dan kata Jawa "binggel" (gelang kaki). Apakah "bangle" berasal dari "binggel" atau "binggel" berasal dari "bangle"? Sebetulnya kedua kata ini berasal dari India, dari kata "bangri" yang artinya gelang terbikin dari kaca, dalam Bahasa Hindia. Sebagai contoh lain, coba kita lihat kata Inggeris "cummerbund" yang artinya sabuk atau ikat-pinggang lebar yang dipakai oleh para lelaki pada resepsi resmi, dan kata Indonesia "kemban" (Jawa: "kemben") yang artinya kain yang dipakai oleh para perempuan di Jawa dan Bali. Kedua kata ini berasal dari "kamarband" yang artinya sarung pendek dalam Bahasa Persia. Coba kita lihat kata Indonesia "kepala" dan kata sifat Inggeris "cephalic" yang artinpa mengenai kepala. Kata "cephalie" berasal dari "kephale" yang berarti kepala dalam Bahasa Yunani Kuno, dan "kephale" itu dengan kata Indonesia "kepala" bersama-sama berasal dari Bahasa IndoEropa Kuno. Serupa halnya dengan kata "decade" (sepuluh tahun) dan nama bulan Desember yang dulu adalah nama bulan kesepuluh dalam almanak Romawi (deca, decem = sepuluh), dengan "sedasa" yang maksudnya sepuluh dalam Bahasa Jawa. Bahasa Inggeris "cassava" (singkong) berasal dari Bahasa Spanyol "casabe" yang datang dari Bahasa Taino "cazabhi". Bahasa Taino adalah bahasa satu suku Indian di Amerika Tengah yang sekarang sudah musnah. Ketika benda dan nama "casabe" itu dibawa ke Indonesia oleh orang Spanyol dahulu, dia menjadi "sampeu" dalam Bahasa Sunda dan "kaspe" dalam Bahasa Jawa di daerah Yogyakarta. Akhirnya, perlu juga kita memperhatikan sedikit perbendaharaan kata Indonesia yang berasal langsung dari Bahasa Inggeris atau Bahasa Belanda. Memang banyak sekali kata Indonesia berasal dari Eropa dan kebanyakan masih kelihatan asing, misalnya dalam kalimat kalimat berikut ini: "Revolusi di Amerika Selatan disebabkan oleh inflasi dalam ekonomi yang mengakibatkan depresi. Banyak demonstrasi di kota kota mentropolitan dilaporkan di siaran radio dan televisi." Dan seterusnya dan seterusnya. Tapi ada juga beberapa kata yang sudah betul-betul di-Indonesia-kan, sampai tak kelihatan asing lagi, seperfi "dokar" yang berasal dari Bahasa Inggeris "dogcart" (kereta kecil, beroda dua, yang ditarik kuda, dulu anjing), atau "potret" dari Bahasa Inggeris "portrait" (gambar orang) dan kata gaul "nyentrik" dari Bahasa Inggeris "eccentric" (luar biasa, aneh). Di daerah Bengkulu pernah dijajah oleh Inggeris selama 140 tahun. Sampai sekarang lebih daripada dua-puluh kata dalam Bahasa Bengkulu berasal dari Bahasa Inggeris, seperti "kucing rabit" (kelinci, dari Bahasa Inggeris "rabbit"), "sasar" (piring kecil, dari "saucer"), "kabad" (lemari, dari "cupboard") dan "mete" (teman akrab, dari "mate"). Kata terakhir ini, dengan akhiran -an, menjadi "metean". Kalau di Jakarta pemuda-pemudi biasa pacaran pada, malam Minggu, di Bengkulu mereka metean. Kita dapat berkesimpulan bahwa di dunia ini tak ada bahasa yang murni. Semua bahasa harus tukar-menukar kata; semua bahasa harus berubah-ubah dalam perkembangannya. Makin banyak hubungan antar-bangsa menyebabkan makin banyak kata yang dipertukarkan dan makin cepat terjadinya perubahan. tak perlu kita mengeluh, "Bahasa Indonesia tak lengkap." Di dunia ini tak ada bahasa yang lengkap. Bahasa Indonesia memang dipengaruhi oleh Bahasa Inggeris, tapi juga Bahasa Inggeris dipengaruhi oleh Bahasa Indonesia. Mudah-mudahan hubungan yang membawa keuntungan ini antara Bahasa Inggeris dan Bahasa Indonesia bisa berlangsung terus. __________ Jakarta, Minggu 3 Juli 2005. Disunting kembali oleh Achmad Firwany, dari artikel tulisan Hywel Coleman pada majalah Akamigas 1976. Hywel Coleman adalah Konsultan Bahasa Inggeris di Indonesia. FINE ART ™ FIRWANY INTERNETWORK ENTERPRISE — ARTICLES ON REFORM AND TRANSFORM adalah marka-niaga, identitas produk dan properti Achmad Firwany BLOG: http://blog.firwany.co.cc http://firwany.blogspot.com FACEBOOK : http://fb.firwany.co.cc http://facebook.com/people/Achmad-Firwany/100000427899819 LINK : http://firwany.blogspot.com/2010/03/pengaruh-bahasa-indonesia-pada-bahasa.html http://facebook.com/notes/logat-dan-bahasa/pengaruh-bahasa-indonesia-pada-bahasa-inggeris/163711950343177 TAG: kosakata, vocabulary, bahasa, language, linguistika, linguistics |
Langganan:
Postingan (Atom)