Tampilkan postingan dengan label DINAMIKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DINAMIKA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 September 2011

PESAWAT MAMPU TERBANG NON-STOP

PESAWAT MAMPU TERBANG NON-STOP

Pesawat Canggih Ini Mampu Terbang Tanpa Henti. Terinspirasi dari burung Godwit, yang mampu terbang ribuan kilometer, tanpa makan.

KAMIS, 29 SEPTEMBER 2011, 15:09 WIB | Elin Yunita Kristanti


Lockheed Stratoliner (Daily Mail)

VIVAnews
-- Para ilmuwan Lockheed mengambil inspirasi dari alam untuk membuat desain pesawat masa depan yang canggih: mampu terbang tanpa henti, dengan bahan bakar yang ramah lingkungan. Namanya: Lockheed Stratoliner.

Seekor burung Godwit yang menyumbang ide. Burung berekor batang itu adalah pemegang rekor dunia, dalam kategori terbang tanpa henti. Bahkan, spesies burung Australia itu diketahui mampu terbang sampai Alaska, tanpa berhenti makan, menempuh jarak menakjubkan, 7.256 mil atau sekitar 11.677 kilometer.

Takjub dengan kemampuan burung itu, desainer William Black mengambil sayapnya sebagai inspirasi -- untuk membuat sebuah jet 'tanpa emisi' menjadi konsep Lockheed Stratoliner. Pesawat ini akan menggunakan sayap seperti burung, yang berfungsi meningkatkan daya angkat.

Idenya adalah sebuah jet yang dapat terbang ke mana saja di Bumi - tanpa memancarkan polusi apapun. Bahan bakarnya menggunakan hidrogen.

Jalan masih panjang untuk mewujudkan mimpi itu. Selama ini, bahan bakar hidrogen baru diuji coba pada pesawat kecil.

Konsep yang dibuat Black mengilustrasikan, pesawat tanpa emisi yang bisa terbang ke mana pun di seluruh dunia -- mengunakan daya angkat aerodinamis ekstrem, untuk mencapai ketinggian di mana tekanan udara berkurang. Sehingga, pesawat bisa melayang seperti burung.

Laman milik Black, sang desainer, di Yanko Design mengatakan, "sayap berukuran besar menghasilkan energi pengangkatan dalam jumlah besar dan memungkinkan pesawat terbang di ketinggian." Jet ini menggunakan empat mesin Cryogenic Hydrogen Turbofan yang tidak mengakibatkan emisi dan bisa menyimpan bahan bakar. (eh)



• VIVAnews

http://teknologi.vivanews.com/news/read/251255-pesawat-canggih-ini-mampu-terbang-tanpa-henti
 



PENEMUAN PARTIKEL LEBIH CEPAT DARIPADA CAHAYA

PENEMUAN PARTIKEL LEBIH CEPAT DARIPADA CAHAYA



Partikel Ini Bergerak Lebih Cepat dari Cahaya

Tri Wahono | Kamis, 29 September 2011 | 01:06 WIB


KOMPAS.com
— Para fisikawan di Laboratorium Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN) di Geneva, Swiss, Jumat (23/9/2011) waktu setempat, mengumumkan keberhasilan mereka menemukan keberadaan partikel yang bisa bergerak lebih cepat daripada kecepatan cahaya.

Partikel yang disebut sebagai neutrino ini memiliki kecepatan 20 per 1 juta di atas kecepatan cahaya. Berdasarkan teori relativitas khusus yang dikemukakan Albert Einstein pada 1905, kecepatan cahaya mencapai 299.792 kilometer per detik atau yang sering dibulatkan menjadi 300.000 kilometer per detik. Ini merupakan kecepatan tertinggi di alam semesta. Neutrino merupakan partikel elementer yang memiliki massa sangat kecil, nyaris mendekati nol.

Eksperimen untuk menguji kecepatan neutrino ini dinamai Oscillation Project with Emulsion-tRacking Apparatus (OPERA) yang dilakukan di Gran Sasso National Laboratory, Italia, pada kedalaman 1.400 meter. Tujuan penelitian adalah menguji neutrino yang ditembakkan dari CERN.

Juru Bicara OPERA, Antonio Ereditato, dari Universitas Bern, Swiss, mengatakan, temuan ini sebagai kejutan yang sempurna. Para peneliti mengakui, hasil penelitian ini akan menimbulkan pro-kontra karena melawan hukum fisika yang sudah mapan selama lebih dari 100 tahun.

Untuk itu, pengukuran lain yang independen diperlukan guna menguji temuan ini. Direktur Penelitian CERN Sergio Bertolucci mengatakan, jika hasil pengukuran mereka bisa dikonfirmasi oleh ilmuwan lain, temuan ini akan mengubah pandangan umat manusia tentang fisika. (CERN.CH/LIVESCIENCE.COM/MZW)

__________

http://sains.kompas.com/read/2011/09/29/01064915/Partikel.Ini.Bergerak.Lebih.Cepat.dari.Cahaya


Ditemukan, Partikel Lebih Cepat dari Cahaya

VIVAnews - Sejumlah fisikawan menyatakan bahwa mereka telah menemukan sebuah partikel sub atomik yang disebut dengan neutrino, yang mampu berjalan dengan kecepatan lebih tinggi dibanding kecepatan cahaya. Temuan ini, bila berhasil diverifikasi, akan membatalkan teori Albert Einstein seputar relativitas.

Dalam sebuah eksperimen yang dilakukan oleh para peneliti di European Centre for Nuclear Research (CERN) di Swiss dan sebuah laboratorium di Italia, partikel mikro itu mampu bergerak dengan kecepatan hingga 300.006 kilometer per detik. Sedikit lebih cepat dibanding cahaya yang hanya mampu menembus kecepatan 300.000 kilometer per detik.

“Temuan ini sangat mengejutkan kami,” kata Antonio Ereditato, ilmuwan yang menjadi juru bicara eksperimen yang memiliki sandi Opera, seperti dikutip dari News 24, 23 September 2011.

Seperti diketahui, sebelum ini para ilmuwan menganggap tidak ada partikel yang mampu bergerak lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan cahaya. “Kini kami sedang mencari penjelasan yang paling memungkinkan untuk semua ini,” ucap Ereditato.

Dari uji coba, sebuah akselerator partikel menembakkan pancaran neutrino dari laboratorium CERN di Swiss ke sebuah lab di Italia. Ternyata, pancaran partikel itu tiba dalam waktu 60 nanodetik atau seperenampuluh miliar detik, lebih cepat dibanding cahaya.

Pada tahun 1905, Albert Einstein melontarkan teori seputar relativitas, teori yang dikenal dengan persamaan E=MC2 yang saat ini menjadi komponen fundamental dalam ilmu fisika modern. Teori ini berdasarkan pada ide bahwa tidak ada yang bergerak lebih cepat dibanding cahaya.

Jika temuan seputar neutrino ini berhasil diverifikasi, ia akan memaksa para ilmuwan untuk memikirkan ulang apa yang telah ditemukan dalam seabad terakhir terkait bagaimana cara kerja alam semesta.

Hasil temuan dalam uji coba itu dianggap sulit dipercaya, bahkan oleh para ilmuwan yang menemukannya. Para ilmuwan juga tengah mengonsultasikan dengan rekan-rekan mereka di berbagai belahan dunia untuk verifikasi, untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan dalam metode pengujian ataupun kalkulasi yang dibuat.

__________

http://teknologi.vivanews.com/news/read/249607-ditemukan--partikel-lebih-cepat-dari-cahaya
http://www.lintasberita.com/Entertainment/Sains/ditemukan-partikel-lebih-cepat-dari-kecepatan-cahaya


Ditemukan Partikel Neutrino yang Melampaui Kecepatan Cahaya

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah ilmuwan di Swiss mengungkapkan bahwa dari hasil penelitian mereka selama bertahun-tahun, mereka menemukan sebuah partikel kecil yang kecepatannya melebihi kecepatan cahaya dan melawan hukum alam. Demikian dilansir CNN, Jumat (23/9/2011).

Para ahli fisika ini mengatakan jika partikel yang berbentuk neutrinos ini dikirim di bawahtanah dari laboratorium di Swiss dan Italia berjarak 730 kilometer dan sampai kurang dari satu detik jika di banding dengan kecepatan cahaya yang dipancarkan dalam jarak yang sama.

Laporan ini dipublikasikan oleh lembaga peneliti yang bekerja di sebuah proyek bernama eksperimen Opera yang berbasis di European Organization for Nuclear Research yang dikenal dengan nama CERN.

CERN adalah tempat dari penumbuk partikel hadron besar. "Saya kaget dan sungguh di luar dugaan," demikian ujar Antonio Ereditato, juru bicara proyek Opera di Universitas Bern di Swiss.

Meski demikian, para peneliti yakin jika apa yang mereka lakukan sudah benar. Penemuan ini tentu saja menantang teori Albert Enstein tentang relativitas dan teori klasik yang mengatakan tak ada satupun yang bisa mengalahkan kecepatan cahaya.

"Ini adalah penemuan yang luar biasa jika benar," kata Professor Neville Harnew, kepala peneliti partikel fisik di Oxford University. Ia menambahkan, jika peneliti konsisten menunjukkan kebenaran itu maka ini adalah bentuk revolusi fisika seperti yang suda dikenal selama ini.

_________

http://www.tribunnews.com/2011/09/24/ditemukan-partikel-neutrino-yang-melampaui-kecepatan-cahaya
http://id.berita.yahoo.com/ditemukan-partikel-neutrino-yang-melampaui-kecepatan-cahaya-072956068.html

Senin, 04 April 2011

MEMAHAMI KEDUDUKAN FISIKA KUANTUM


MEMAHAMI KEDUDUKAN FISIKA KUANTUM

(C) 2011 - Achmad firwany


 

Singkat kata, perlu digarisbawahi butir-butir sbb.


WAWASAN BERPIKIR

Ketika sekolah di sekolah dasar, menengah, dan lanjutan, org diajar dlm geometri datar Euclidean [Euclidus, Phytagoras, Archimedes, Regiomontanus, dll], 1, 2, 3 dimensi, planimetri, trigonometri, dan sterometri, bahwa:

  1. Garis lurus itu ada.
  2. Bidang datar itu ada.
  3. Dua garis sejajar tak akan pernah bertemu sampai kapan pun juga.
  4. jumlah sudut segitiga selalu 180 derajat.
  5. Ukuran jarak ruang adalah mutlak atau absolut.

Tp ketika kuliah di perguruan tinggi atau universitas, di jurusan sains atau teknik, terutama matematika dan fisika, dlm geometri lengkung: cembung atau cekung non-Euclidean [Menelaus, Jayyani, Jabir, Gauss, Rieman, Bolyai, Lobachevsky, dll], berlaku bahwa:

  1. Garis lurus itu hanya bagian kecil [infinetisimal] dari garis lengkung.
  2. Bidang datar itu hanya bagian kecil [infinetisimal] dari bidang lengkung [cembung atau cekung].
  3. Dua garis sejajar akan bertemu pada satu titik, krn kelengkungan ruang.
  4. Jumlah sudut segitiga bisa > 180 derajat [cembung] atau < 180 derajat [cekung].
  5. Ukuran jarak ruang adalah nisbi atau relativ, bergantung pd titik diri (stand point) dan titik pandang (view point).

Moral dari sistem pembelajaran ini adalah bahwa, org pertama hanya bisa diajar hal ideal, kemudian stlh wawasan pemikirannya terbuka dan berkembang, tahap demi tahap diarahkan ke hal real.

Intinya, kita pertama justeru diajar ttg hal keliru, salah, bohong, atau palsu, baru kemudian diarahkan ke hal tepat, benar, betul, dan sejati. Hal semacam ini berlaku tak hanya dlm matematika, tp juga dlm fisika, dari mikro ke makro kosmos.

KLASIK

  1. Orbit elekton adalah lingkaran, nukleon [neutron, proton] ada di pusatnya.
  2. Garis edar elektron adalah rata atau datar.
  3. Elektron-elektron membentuk awan kelopak (shell).
  4. dst.

MODERN

  1. Orbit elekton adalah elips, nukleon ada di satu fokus.
  2. Garis edar elektron adalah gelombang.
  3. Elektron-elektron membentuk sabuk peringkat tenaga (energy level).
  4. dst.

Hal serupa berlaku utk sistem satelit, planet, bintang, dan galaksi.



BAHASA FISIKA

  1. Fisika tak dpt dipaparkan secara lengkap dgn hanya bahasa biasa, tp dgn formula matematika.
  2. Fisika adalah sains eksakt atau ilmu pasti, yg berlandaskan pd aksioma dan dalil, hipotesa dan teori, asumsi dan referensi, pembuktian matematik, empirik, teknik, dan eksperimental. Dgn demikian, arti eksakt disini sendiri relativ dan terbatas, krn pd matematika dan fisika tinggi menjadi makin kabur dgn kemungkinan, kebolehjadian atau probabilitas statistikal.
  3. Sbh contoh, jika sesuatu dikatakan adalah merah, maka hrs dpt diuji dan dibuktikan bahwa sesuatu itu memiliki properti, karakteristik, atribut, perilaku, dan tendensi merah, spt panjang gelombang, frekuensi, radiasi absorbsi, radiasi emisi, refleksi, refraksi, deviasi, kandungan energi, efek, dlsb. Lantas jika ada penyimpangan atau anomali, maka hrs juga dpt dijelaskan secara hukum sebab dan akibat (cause and effect).
  4. Problem terbesar manusia adalah tak dapat membagi 1, 10, 100, 1.000 dst menjadi 3 bagian persis sama, melainkan 0,333, 3,333, dst, secara analog apalagi digital. Secara matematik, 1 = 1/3 x 3, tp tak dpt dilakukan dlm presisi secara fisik.
  5. Secara alami, seluruh konstanta universal adalah bilangan pecahan, dan krn itu disebut sbg bilangan nyata (real number), baik konstata ruang maupun konstanta waktu. Dlm praktek, secara teknik, semua presisi dilakukan atas dasar teori aproksimasi. Faktor error pengukuran takan pernah dpt diabaikankan sampai kapan pun.



TEORI KUANTUM
JEMBATAN ANTARA FISIKA KLASIK DAN FISIKA MODERN

  1. Istilah kuantum [quantum, jamak: quanta] dlm fisika berarti bungkusan, bingkisan, atau paket (packet), bahwa sesuatu itu tak ada yg solid, konkrit, kontinuous, melainkan hanya integrasi atau paduan dari bagian diskrit atau terpisah.
  2. Teori kuantum fisika merupakan jembatan antara fisika klasik Newton dan fisika modern Einstein, yg dibangun oleh Plank melalui teori kuantum, yg semula digunakan utk menjelaskan pancaran tubuh-hitam (back-body radiation), bahwa radiasi cahaya ditransmisikan dlm bentuk diskrit, sedikit-sedikt, terpisah, tapi bersambungan terus-menerus, dan bagian diskrit atau kuantum cahaya inilah yg dinamakan foton (photon), dan krn itu cahaya bisa dinyatakan sbg gelombang tenaga (wave of energy) dan juga sbg zarah benda (particle of matter), shg memiilki dwasifat gelombang-zarah (wave-particle duality). Dgn menggabung karya Newton dan Plank, Einstein menjelaskan fenomena alam, mulai dari mikro hingga ke makro kosmos, dari efek foto-elektrik hingga ke teori khusus dan umum relativitas.
  3. Dgn demmikian, mekanika kuantum Plank adalah jembatan antara mekanika klasik Newton dan mekanika modern Einstein. Triad, atau gabungan tiga mekanika ini memungkinkan para fisikawan membangun model atomik dan nuklir secara lbh sempurna, hingga ke teori quark dan string.



ASUMSI

Apapun yg digunakan dlm fisika, adalah alat (tool), spt matematika sbg bahasa, dan teori sbg asumsi atau pengandaian akan sesuatu, semuanya hanyalah model utk menjelasakn ttg sesuatu keteraturan alam. Mrk tak benar ada atau mungkin tak sedemikian adanya, melainkan hanya perkiraan melalui pola pendekatan. Dan sejauh dan selama hal tsb bisa digunakan, maka akan tetap bertahan, sampai suatu batas, dimana dibutuhkan asumsi baru. Sbg contoh, ketika konsep gelombang dan zarah tak dpt lagi menjelaskan, maka dibangun konsep dawai (string), dst.



PSEUDO-SAINS | SAINS-SEMU

  1. Pseudo berarti semu, palsu, tipu, atau pura-pura. Istilah pseudo-sains (pseudo-science) atau sains-semu, digunakan spt utk membedakan astrologi dari astronomi. Keppler yg astronomer, menjadi astrologer utk mencari uang. Pd waktu itu ia sangat miskin, bahkan sempat tak punya uang utk membeli sepotong roti. Dgn gagasan dan pengetahuan dia mengarang astrologi utk menghibur dan menyenangkan raja, shg ia bisa memperoleh uang dan kedudukan utk memperbaiki kehidupnya dan sekaligus mengembangan ilmunya.
  2. Pseudo-sains adalah klaim, keyakinan, atau praktek yg disajikan sbg hal saintifik atau ilmiah, tp tak mematuhi metoda ilmiah berlaku, tak memiliki bukti pendukung, tak dpt diuji secara andal, atau tak memiliki status ilmiah. Pseudo-sains kerap ditandai oleh hal samar, klaim berlebihan atau tak bisa dibuktikan, bersandar secara berlebihan pd konfirmasi drpd upaya ketat pd penyanggahan, kurangnya keterbukaan utk penilaian oleh para ahli lain, dan ketiadaan umum proses sistematik utk mengembangkan teori secara rasional.
  3. Suatu bidang, praktek, atau badan pengetahuan dpt disebut pseudo-saintifik ketika ia disajikan konsisten dengan norma-norma penelitian ilmiah; tp ia gagal memenuhi norma-norma tsb. Sains juga dibedakan dari wahyu, teologi, atau spiritualitas, dalam hal ia menawarkan wawasan ke dalam dunia fisik, diperoleh melalui penelitian empirik dan pengujian. Umumnya keyakinan dipegang dlm sains populer tak bisa memenuhi kriteria sains. Sains populer bisa mengaburkan perbedaan antara sains dan pseduo-sains diantara masyarakat umum, dan juga mungkin melibatkan fiksi ilmiah. Keyakinan pseudo-saintifik tersebar luas, bahkan di antara guru-guru sains sekolah umum dan wartawan suratkabar.



METAFISIKA

Metafisika adalah satu cabang filsafat, yg berhubungan dgn penjelasan alamiah dan mendasar ttg kejadian, keberadaan, dan semesta. Metafisika memiliki rangkum cakupan sangat luas, shg sangat sulit memberikan batasan. Metafisika klasik, kuno atau tradisonal, lahir dari keingintahuan manusia utk menjawab keberadaan alam dan dirinya sendiri. Apa yg ada disana? Seperti Apa? Metafisika berupaya memberikan penjelasan dan pencerahan bgmn org memahami dunia dan semesta, spt keberadaaan, benda dan propertinya, ruang dan waktu, sebab dan akibat, dan kemungkinan. Metafisika memiliki bagian utama dan pokok yg dinamakan ontologi, penyelidikan kedlm kategori dasar dari keberadaan dan bagaimana mereka berhubungan satu sama lain.

Sebelum sejarah modern sains, pertanyaan ilmiah ditujukan sbg bagian dari metafisika yg dikenal sebagai filsafat alam (natural philosophy). Istilah sains itu sendiri, berarti "pengetahuan" akan, dari, atau ttg, berasal dari epistemologi. Metoda ilmiah, bagaimanapun, tlh mengalihbentukkan filsafat alam kedlm aktivitas empirik yg diturunkan dari percobaan, tak spt bagian lain tersisa dari filsafat. Pada akhir abad ke18, metafisika disebut sbg sains utk membedakannya dgn filsafat. Stlh itu, metafisika memerikan penyelidikan filosofis dari sifat non-empiris kedalam hakekat keberadaan.



DARI TUHAN KEMBALI KE TUHAN

Jika kita napaktilas sejarah sains, mundur ke 3.000 s/d 1.000 SM, thn lampau, maka akan kita temui bahwa semua berasal dari spritualisme dan filsafat kuno. Keingintahuan manusia akan dirinya, alam, dan penciptanya, melahirkan spiritualisme, teosofi dan teologi, dan kemudian spiritualisme melahirkan filsafat atau filosofi. Sejak sekitar 1.000 SM, melahirkan bbg cabang, dan yg jadi pokok adalah filsafat alam. Kemudian, sekitar 500 SM, filsafat alam mencapai kejayaannya di Yunani, dan membuahkan tiga cabang besar, logika, aritmetika, dan metafisika.

Para filsuf ternama spt Thales, Pythagoras, Plato, Socrates, Aristoteles, Demokritus, Archimedes, dll, memiliki andil besar dlm pengembangan tiga bidang ini, shg berkembang ke Eropa sampai ke masa Copernicus, Galileo, Pascal, Descartes, dst. Pd abad pertengahan, terjadi revolusi besar di Timur Tengah dan Eropa, dimana sejak kasus Copernicus dan Galileo, dewan gereja memisahkan agama sbg dogna dan pengetahuan sbg karya. Rantai spiritualisme teosofi dan naturalisme filsafat diputus, saapai akhirnya logika dan aritmetika menjadi matematika dan kalkulus, dan metafiska menjadi fisika dan kimia, yg secara keseluruhan dgn bagian lain filsafat alam akhirnya menjadi sains alam (natural science) atau ilmu pasti dan pengetahuan alam. Inilah babak kelahiran sains modern yg kemudian melahirkan anak yg disebut sbg teknologi.

Jika kita terus belajar mendalami sains dan teknologi modern masa kini, dimana intinya adalah logika, matematika, dan fisika, maka akhirnya kita akan sampai ke ujung yg tak lain adalah filsafat alam modern, dan puncaknya kembali ke teosofi alias spiritualisme. Dan akan kita temui bahwa sains dan teologi adalah satu kesatuan yg tak terpisahkan. Manusia dikatakan sempurna hanya bila dia memiliki keseimbangan ilmu dan iman. Seluruh sains akhirnya akan berujung ke filsafat, dan krn itu, stlh gelar MSc (master of Science) atau ME (Master of Engineering), tak ada lagi gelar akademis lbh tinggi drpd PhD (Doctor of Philosophy).



FISIKA KUANTUM
JEMBATAN ANTARA FISIKA MODERN DAN METAFISIKA

Fisika kuantum adalah jembatan antara fisika modern dan metafisika, dimana naturalisme dan spiritualisme bertemu.

  • "Science without religion is lame. Religion without science is blind."
  • "Sains tanpa agama adalah timpang. Agama tanpa sains adalah buta."

Albert Einstein (1879–1955)
fisikawan dan kosmologiwan Jerman–AS. Ideas and Opinions

 

"The important thing is not to stop questioning. Curiosity has its own reason for existing. One cannot help, but be in awe when he contemplates the mysteries of eternity, of life, of the marvelous structure of reality. It is enough if one tries merely to comprehend a little of this mystery every day. Never lose a holy curiosity."

"Hal penting adalah tak berhenti mempertanyakan. Keingintahuan memiliki alasannya sendiri utk ada. Orang tak dapat membantu, tapi dalam kekaguman ketika ia merenungkan misteri keabadian, dari kehidupan, dari struktur luarbiasa dari kenyataan. Itu adalah cukup bila orang mencoba sematamata utk memahami sedikit misteri ini tiap hari. Jangan pernah kehilangan keingintahuan yg kudus."

Albert Einstein (1879–1955)
fisikawan dan kosmologiwan Jerman–AS. Ideas and Opinions


...

KESAKSIAN PARA ILMUWAN

Untuk memahami bukti-bukti bahwa memang Alläh adalah Maha-Pencipta dan alam dimana manusia berada didalamnya adalah sang-ciptaan, tak ada cara atau jalan lain kecuali mempelajari Al-Kitäb dan Al-’Älam, keduanya, secara keseluruhan, melalui ilmu kitäb dan ilmu alam (natural sciences, physical sciences, physics). Perihal perlu atau tak perlu, bisa atau tak bisa, suka atau tak suka, bukalah urusan Tuhan, tapi urusan manusia. Dan Alläh telah melengkapi manusia dengan pasangan keseimbangan qalbun wa ’aqlun (kalbu dan akal, perasaan dan pikiran, emosi dan rasio) sebagai wadah bagi iman dan ’ilmu.



Philosophy is written in that great book which ever lies before our eyes. I mean the usiverse. But we cannot understand it if we do not learn the language and grasp the symbols in which it its written. This book is written in the mathematical language . . . without whose help it is impossible to comprehend a single word of it, without which one wonders in vain through a dark labyrinth.

Filsafat ditulis dalam buku besar yang bahkan tergeletak di hadapan mata kita. Maksud saya sang semesta. Tapi kita tak dapat mengerti dia jika kita tak mempelajari bahasa dan memahami simbol-simbol di mana ia ditulis. Buku ini ditulis dalam bahasa matematika. . . yang tanpa bantuannya adalah mustahil untuk memahami satu kata pun dari dia, tanpa mana orang mengelana dalam kehampaan melalui suatu selaput gelap.

Galileo Galilei (1564–1642)
matematikan, fisikawan, dan astronomer Italia. [the Foundation of Physics]


It is not from space that I must seek my dignity, but from the government of my thought. I shall have no more if I posses worlds. By space the universe encompasses and swallows me up like an atom; by thought I comprehend the world.

Bukanlah dari ruang bahwa saya harus mencari martabat saya, tapi dari pemerintah pikiran saya. Saya akan tak memiliki lebih jika saya memiliki dunia-dunia. Dengan ruanglah sang semesta mencengkram dan menelan saya sampai seperti sebuah atom, dengan pikiranlah saya memahami dunia.

Blaise Pascal (1623-1662)
filsuf, matematikan dan fisikawan Perancis. Pensées



God is able to create particles of matter of several sizes and figures . . . and perhaps of different densities and forces, and thereby to vary the laws's of nature, and make worlds of several sorts in several parts of the Universe. At least, I see nothing of contradiction on all this.

Tuhan mampu menciptakan zarah benda dari beberapa ukuran dan angka . . . dan barangkali dari kerapatan dan kekuatan berbeda, dan karenanya meragam hukum alam, dan membuat dunia-dunia beberapa macam dalam beberapa bagian sang semesta. Setidaknya, saya melihat tak sesuatu pun pertentangan pada semua ini.

Sir Isaac Newton (1642–1727)
matematikan dan fisikawan Inggris. Optics


The human mind is not capable of grasping the universe. We are like a little child entering a huge library. The wall are covered to the ceilings with books in many different tongues. The child knows that someone must have written these books. It does not know who or how. It does not understand the languages in which they are written. But the child notes a definite plan in the arrangement of the books, a mysterious order which it does not comprehend, but only dimly suspects.

Pikiran manusia tidak mampu merangkum sang semesta. Kita seperti anak kecil memasuki sebuah perpustakaan sangat besar. Sang dinding diliputi sampai ke lelangit dengan buku-buku dalam berbagai bahasa. Sang anak tahu bahwa seseorang musti telah menulis buku-buku ini. Ia tak tahu siapa atau bagaimana. Ia tak mengherti bahasa dalam mana mereka tela ditulis. Tapi sang anak mencatat suatu rencana tertentu dalam susunan buku tersebut, suatu perintah rahasia yang tak dipahami, tapi hanya dugaan-dugaan secara samar.

Albert Einstein (1879–1955)
fisikawan dan kosmologiwan Jerman–AS. Prolog in The Next Ten Thousand Years


Why did the universe start out with so nearly the critical rate of expansion, that separates models that recollapse from those that go on expanding forever, so that even now, ten thousand million years later, it is still expanding at nearly the critical rate? If the rate of expansion one second after the big bang had been smaller by even one part in a hundred thousand million million, the universe would have recollapsed before it ever reached its present size.

Mengapa sang semesta mulai mekar dengan sedemikian menghampiri kadar kritis pemuaian, yang memisahkan model-model yang runtuh-kembali dari mereka yang terus memuai selamanya, sehingga bahkan sekarang, sepuluh ribu juta tahun kemudian, ia masih memuai pada keadaan menghampiri kadar kritis? Jika kadar pemuaian satu detik setelah dentuman besar telah menjadi lebih kecil dengan bahkan satu bagian dalam per seratus ribu juta juta, sang semesta akan runtuh-kenbali sebelum ia pernah mencapai ukuran sekarang.

Stephen W. Haking (1942–)
fisikawan dan kosmologiwan Inggis. A Brief History of Time

. . .

Para naturalis dan fisikawan atau ahli ilmu alam diatas yang terkenal dengan penemuan dan karya mereka, mencatat bahwa ada campurtangan atau intervensi suatu keberadaan Maha-SupraCerdas, The-SuperIntelligent-Being, Maha-Supraba, All-Superb, The-Supreme-Being, dalam pengaturan alam, bahwa segala sesuatu bukan terjadi secara kebetulan, tapi ditata secara rapi dan berencana dengan sangat matang, dalam suatu tatanan yang sangat pelik untuk dapat dicapai oleh kemampuan manusia sangat cerdas sekali pun.

Dan mereka mencatat bahwa alam, jagatraya atau semesta (universe) bagaikan sebuah kitab besar terbuka lebar, yang ditulis dengan bahasa simbolik matematis oleh keberadaan Maha-SupraCerdas, The-SuperIntelligent-Being, yang menamakan diri-Nya Alläh, Tuhan, segala sesuatu. Dan Al-Kitäb atau kitab suci agama samawi menyatakan tentang semua ini secara lugas dengan tegas dan jelas.

. . .

Semoga berkenan, dapat dicerna, dan menjadi pencerahan.

Mohon ma'af atas kekeliruan dan kekurangan, dan terimakash utk tlh membaca tulisan ini.

Salam.

__________



(C) 2011 — Achmad Firwany

HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia.

Tak sebagian pun dr tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedlm bentuk bahasa apapun atau disimpan dlm satu sistem retrieval apapun; dlm bentuk apapun atau dlm cara apapun, mencakup tp tak terbatas pd cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; utk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dr pemilik hak atas karya intelektual ini.

Untuk non-komersial, penggunaan sebagai rujukan atau referensi, secara keseluruhan atau sebagian, harap cantumkan sumber informasi ini sebagai acuan.


FINE ART ™
FIRWANY INTERNETWORK ENTERPRISE — ARTICLES ON REFORM AND TRANSFORM
adalah marka-niaga, identitas produk dan properti Achmad Firwany

SITE:
http://www.thefineart.co.cc
http://www.firwany.co.cc

BLOG :
http://blog.firwany.co.cc
http://firwany.blogspot.com

FACEBOOK :
http://www.facebook.com/fineart.pro.id
http://www.facebook.com/pages/fine-art/201303343218367
http://fb.firwany.co.cc
http://www.facebook.com/people/achmad-firwany/100000427899819

KONVERSI DAN KONSERVASI ENERGI

KONVERSI DAN KONSERVASI ENERGI



BAHASA FISIKA

  1. Fisika tak dpt dipaparkan secara lengkap dgn hanya bahasa biasa, tp dgn formula matematika.
  2. Fisika adalah sains eksakt atau ilmu pasti, yg berlandaskan pd aksioma dan dalil, hipotesa dan teori, asumsi dan referensi, pembuktian matematik, empirik, teknik, dan eksperimental. Dgn demikian, arti eksakt disini sendiri relativ dan terbatas, krn pd matematika dan fisika tinggi menjadi makin kabur dgn kemungkinan, kebolehjadian atau probabilitas statistik.
  3. Sbh contoh, jika sesuatu dikatakan adalah merah, maka hrs dpt diuji dan dibuktikan bahwa sesuatu itu memiliki properti, karakteristik, atribut, perilaku, dan tendensi merah, spt panjang gelombang, frekuensi, radiasi absorbsi, radiasi emisi, refleksi, refraksi, deviasi, kandungan energi, efek, dlsb. Lantas jika ada penyimpangan atau anomali, maka hrs juga dpt dijelaskan secara hukum sebab dan akibat (cause and effect).
  4. Problem terbesar manusia adalah tak dapat membagi 1, 10, 100, 1.000 dst menjadi 3 bagian persis sama, melainkan 0,333, 3,333, dst, secara analog apalagi digital. Secara matematik, 1 = 1/3 x 3, tp tak dpt dilakukan dlm presisi secara fisik.
  5. Secara alami, seluruh konstanta universal adalah bilangan pecahan, dan krn itu disebut sbg bilangan nyata (real number), baik konstata ruang maupun konstanta waktu. Dlm praktek, secara teknik, semua presisi dilakukan atas dasar teori aproksimasi. Faktor eror pengukuran takan pernah dpt dibaikankan sampai kapan pun.



KETIADAAN DAN PENCIPTAAN

  1. Alam atau semesta (universe) tak diciptakan dari ketiadaan (nihil), dimana dentuman besar (big bang) tak terjadi dari ketiadaan, melainkan dari ylem atau telur komik (cosmic egg), yg juga tak diciptakan dari ketiadaan.
  2. Didalam alam, tak ada yg namanya ketiadaan. Alam atau semesta itu sendiri adalah suatu keberadaan (existence) jelas.
  3. Tiap elemen universal, waktu, ruang, tenaga, benda (time, space, energy, matter), semuanya adalah keberadaan sama dalam wujud berbeda, dan dinamik atau berubah. Hanya saja ada yg tampak (visible) dan ada yg tak-tampak (invisble) atau ghaib. Yg ghaib bukan berarti ketiadaan, hanya saja ada keterbatasan atau limitasi indera manusia utk mendeteksi keberadaannya. Keadaan statik atau diam adalah ideal, melainkan berubah secara tetap (quasi-static) utk mencapai keseimbangan (equilibrium). Keadaan stabil atau mantap adalah ideal, tak lain adalah keadaan labil atau goyah dlm ruang-waktu tertentu dan terbatas [infinitesimal].
  4. Faktor ruang dan waktu berperan dalam pengubahan, dimana ruang mengubah gaya (force) dalam jarak atau distansi (distance) menjadi tenaga [E = F x s], sedangkan waktu mengubah daya (power) dalam tempo atau durasi (duration) menjadi tenaga [E = p x t].
  5. Penggunaan istilah penciptaan (creation) dalam konteks tertentu adalah tak tepat, tak sesuai atau keliru. Semestinya adalah pengubahan (conversion), dari satu bentuk ke bentuk lain.



KONSERVASI ENERGI

  1. Dlm fisika dinamika, hukum konservasi energi atau kekekalan tenaga adalah hukum tentang konversi energi atau perubahan tenaga yg berlaku hanya dlm sistem tertutup (closed system), bukan dlm sistem terbuka (open system); dimana ketika energi A diubah jadi energi B, atau energi B dan C, maka A = B [efisiensi 100%], atau A - B + C [efisiensi < 100%, jika B atau C ireversibel].
  2. Hukum konservasi energi tak berlaku dlm sistem terbuka, krn ada energi lain terlibat, apakah bentuk sama atau berbeda, dan apakah dlm bentuk gaya (force) atau energi persatuan ruang [F = E /s], ataukah daya (power) atau energi per satuan waktu [p = E / t], tak peduli apakah arahnya positiv [energi total meningkat] atau negativ [energi total merosot].
  3. Hukum konservasi energi adalah ideal, secara real atau faktual, hampir tak dpt dibuat sistem tertutup yg menghasilkan konversi 100% secara reversibel atau bolak-balik sempurna, krn ada faktor media dan efek friksi atau gesekan. Seluruh materi, padat, cair, gas, plasma, dan cahaya, pd dasarnya adalah fluida atau aliran yg merambat, krn bergerak dlm ruang dan waktu, dan intermediasi menghasilkan friksi yg membangkitkan gelombang. Bahkan dlm ruang hampa (vacuum) ada gelombang, shg tak ada ruang hampa ideal dlm semesta.
  4. Sbg analogi, tak ada resistor atau penghambat, dan konduktor atau penghantar sempurna. Sesuatu disebut resistor bila resistansinya relativ lbh besar drpd konduktasinya, dan sesuatu disebut konduktor bila konduktansinya relativ jauh lbh besar drpd resistansinya. Msing-masing berlaku hanya mulai dari sampai dgn limit tertentu, yg disebut sbg batas ambang (threshold) dan batas kritis (critical).
  5. Hal serupa juga berlaku bahwa, tak ada volume nol mutlak (absoulte zero), shg tekanan dan suhu nol juga adalah relativ. Begitu pula, tak ada ruang kosong mutlak, tp selalu ada sesuatu diluar batas pengukuran dpt dilakukan manusia. Sesuatu dikatakan acak (random), hanya saja krn keterbatasan kemampuan ilmu manusia utk mengupas keteraturannya, krn semesta adalah teratur (cosmos), bukan kacau (chaos).



KONVERSI ENERGI

  1. Berdasarkan pd teori medan-terpadu (unified field theory), interaksi gravitasional, elektromagnetik [elektrik + magnetik], atomik [lemah], dan nuklir [kuat] adalah satu hal sama pada rangkum ruang-waktu berbeda.
  2. Tiap proses peristiwa alam hanyalah perubahan dari satu wujud ke wujud lain, dimana penciptaan (creation) dan pemusnahan (annihilation) adalah jalan ke arah perubahan, dimana penciptaan bukan dlm arti dari ketiadaan kpd keberadaan, dan pemusnahan bukan dlm arti dari keberadaan kpd ketiadaan, melainkan dlm arti perubahan wujud, pengejawantahan atau manifestasi. Azas ini berlaku dlm proses fisika penciptaan materi dari energi (creation of matter from energy) dan pemusnahan meteri ke energi (annihilation of matter into energy).
  3. Partikel cahaya atau photon, memiliki masa samadengan nol, adalah asumsi ideal, dan tak berarti bahwa foton tiada, hanya saja keberadaannya adalah dalam wujud tenaga fotik atau elektromagnetik.

. . .

And last but not least, seluruh sains akhirnya akan berujung ke filsafat, dan krn itu, stlh gelar MSc (master of Science) atau ME (Master of Engineering), tak ada lagi gelar akademis lbh tinggi drpd PhD (Doctor of Philosophy).

. . .

Demikian, semoga dapat dicerna, dipahami, dan jelas utk semua.

Salam.

__________



(C) 2011 — Achmad Firwany

HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia.

Tak sebagian pun dr tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedlm bentuk bahasa apapun atau disimpan dlm satu sistem retrieval apapun; dlm bentuk apapun atau dlm cara apapun, mencakup tp tak terbatas pd cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; utk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dr pemilik hak atas karya intelektual ini.

Untuk non-komersial, penggunaan sebagai rujukan atau referensi, secara keseluruhan atau sebagian, harap cantumkan sumber informasi ini sebagai acuan.


FINE ART ™
FIRWANY INTERNETWORK ENTERPRISE — ARTICLES ON REFORM AND TRANSFORM
adalah marka-niaga, identitas produk dan properti Achmad Firwany

SITE:
http://www.thefineart.co.cc
http://www.firwany.co.cc

BLOG :
http://blog.firwany.co.cc
http://firwany.blogspot.com

FACEBOOK :
http://www.facebook.com/fineart.pro.id
http://www.facebook.com/pages/fine-art/201303343218367
http://fb.firwany.co.cc
http://www.facebook.com/people/achmad-firwany/100000427899819

Kamis, 03 Maret 2011

JARAK DAN WAKTU EKSPANSI SEMESTA

JARAK DAN WAKTU EKSPANSI SEMESTA

(C) 1995-2011 - Achmad Firwany


Edwin P. Hubble

Edwin Powell Hubble (1889–1953), astronomer Amerika Serikat di Observatorium Mount Wilson, melalui berbagai observasi dilakukannya dalam 1923–1929, telah menemukan secara empirik bahwa galaksi bergerak saling menjauhi satu terhadap yang lain, dengan kecepatan menjauh, makin jauh makin cepat, dan mengambil kesimpulan bahwa semesta kita memuai dengan kecepatan beragam dalam satu pemuaian semesta (universal expansion), dan menetapkan satu konstanta matematik untuk menghitung kecepatan penjauhan galaksi-galaksi ( velocity of recesion of galaxies ), yang kemudian dikenal sebagai konstanta Hubble (Hubble constant) dan Hukum Hubble (Hubble Law).


Ingsut merah efek Doppler galaksi saling menjauh


KEKELIRUAN ILMIAH EINSTEIN


Albert Einstein

Bahwa semesta kita memuai ternyata adalah fakta tak terbantahkan, dan telah dinyatakan sekitar 14 abad sebelumnya didalam Al-Qur`án sebagai dalil naqli antara lain dalam delapan ayat sebagaimana dinyatakan diatas.

Atas kebenaran bukti bahwa semesta memang memuai, Einstein dengan rendah hati menyatakan permohonan maaf sebebesarnya kepada dunia sains atas kekeliruan dugaannya, karena ia sebelumnya telah secara sadar mengingkari pemuaian ini, dan dengan tulus menyatakan bahwa hal itu adalah satu kesalahan ilmiah terbesar pernah dilakukannya.

Einstein, pada 1916–1917, mengajukan satu model fisika-matematik semesta, dan ternyata dalam perhitungan matematik ia menemukan bahwa semesta memuai. Ia menganggap hal tersebut tidak mungkin, dan untuk menahan pemuaian ini, ia memasukan satu konstanta kosmik, yang kemudian dikenal sebagai konstanta kosmik Einstein. Sehingga dengan dimasukkannya konstanta kosmik ini, maka model semesta Einstein adalah semesta statik atau diam. Tapi ternyata kemudian Hubble secara de facto menemukan bahwa semesta dinamik atau bergerak.

Einstein dengan rendah hati menyatakan bahwa kemampuan manusia sangat terbatas dan bahwa apa yang dapat dicapai oleh pengetahuan manusia sangat kecil dibandingkan dengan kebesaran tuhan — Alláh . Ia mengatakan bahwa,

science without religion is lame, and religion without science is blind.
sains tanpa agama adalah timpang, dan agama tanpa sains adalah buta.


EFEK HUBBLE DAN INGSUT–MERAH HUBBLE

Semua galaksi senantiasa bergerak saling menjauhi satu terhadap yang lain, dan juga sebagaimana tampak dari Bumi, semua galaksi bergerak menjauhi Bumi, dan secara berkesinambungan menampilkan ingsut-merah (red shift ), dengan pergeseran spektrum sebanding dengan kecepatannya.


Spektrum ingsut Merah Galaktik Hubble

v 1 – λ0 0

dimana

v, velocity, kecepatan resesi galaksi, dalam meter per sekon
c, konstanta kecepatan cahaya dalam ruang hampa
= 2,997.925.E+08 m/s = mendekati 300 juta meter per sekon
λ0, dalam meter; λ awal
λ1, dalam meter; λ akhir
Δλ, perubahan panjang gelombang antara jeda (interval) t1 dan t0


HUKUM HUBBLE DAN KONSTANTA HUBBLE

Hubble merumuskan bahwa galaksi-galaksi bergerak menjauhi Bumi dengan kecepatan berbanding lurus dengan jaraknya dan dengan satu konstanta kosmik, sehingga makin jauh jaraknya makin besar kecepatannya. Rumus inilah yang menjadi titik tolak Hukum Hubble (Hubble law ), dan konstanta kosmik dalam rumus Hubble dinamakan konstanta Hubble (Hubble constant ).


Curva konstanta Hubble


HUKUM HUBBLE

Untuk tiap jarak sejuta tahun cahaya [9,460.700.E+18 km, 306,597.989 kiloparsec], kecepatan menjauh galaksi meningkat seratus mil per sekon [160,934 km/s].


KONSTANTA HUBBLE

H = v / s = c / rH
v = H . s
s = v / H

dimana

H, Hubble’s constant, konstanta Hubble, konstanta kosmik Hubble, konstanta semesta Hubble, dalam per sekon
v, velocity, kecepatan resesi galaksi, dalam meter per sekon
s, space distance, jarak relativ galaksi, dalam meter
c, konstanta kecepatan cahaya dalam ruang hampa = 2,997.925.E+08 m/s
rH, radius semesta Hubble, radius semesta bisa-diamati, dalam meter
tH, waktu ekspansi semesta Hubble, dalam sekon

H, konstanta semesta Hubble, dalam per sekon
= (50 → 100) km/s/megaparsec
= (50.000 → 100.000) m/s/1.000.000 parsec
= (0,5 → 1).E+05 m/s/E+06 parsec
= (0,5 → 1) m/s/10 parsec
= (0,5 → 1) m/s/10 x 3,085.674.E+16 m
= (0,5 → 1) / 3,085.674.E+17 /s
= (0,5 → 1) * 3,240.783.E–18 /s
= (1,620.291 → 3,240.783).E–18 /s
= (1,62 → 3,24).E–18 /s

Nilai konstanta Hubble adalah sekitar 100 mil per sekon per juta tahun cahaya. Sehingga untuk tiap jarak sejuta tahun cahaya, kecepatan menjauh galaksi meningkat 100 mil per sekon. Jarak semesta bisa diamati oleh Hubble mencapai 6 milyar milyar mil atau 6 milyar parsec.

Nilai konstanta Hubble ini berlaku dengan asumpsi bahwa semesta seragam dan homogen. Jika diasumpsikan tak seragam dan heterogen, maka nilai konstanta berubah, dan bervariasi antara 50 s/d 100 km per sekon per Megaparsec, dimana 1 parsec setara 3,261.560 tahun cahaya, dan 1 mil = 1,609.34 km atau 1 km = 0,621.371 mil.

Nilai konstanta Hubble membesar pada jarak ekstrim, karena penurunan kecepatan resesi galaksi dibawah pengaruh gravitasi, dimana semesta mulai merem pemuaian untuk berhenti memuai.


RADIUS SEMESTA HUBBLE

RADIUS SEMESTA BISA-DIOBSERVASI


Peningkatan radius semesta
sesuai dengan satu versi teori ledakan besar
dimana laju ekspansi bervariasi karena rapat masa galaksi

rH = c / H

rH, radius semesta Hubble, dalam meter
= 2,997.925.E+08 / (1,62 → 3,24).E–18 meter
= 299.792,5 km/s / ((100 → 50) km/s/Megaparsec)
= 2.997,9 → 5.995,9 Megaparsec
= 2,997.9 → 5,995.9 Teraparsec = ±(3 → 6) biliyun parsec
= (2,998 → 5,999) x 3,261.560 .E+09 tahun cahaya
= (9,778 → 19,566).E+09 tahun cahaya
= ±(10 → 20) biliyun tahun cahaya = ±(10 → 20) Hubble
= (9,778 → 19,566) x 9,460.732.E+21 km
= (9,251 → 18,501).E+22 km
= (92,5 → 185).E+21 km
= (92,5 → 185) sasaliun km = ±(100 → 200) sasaliun km
= (92,5 → 185).E+24 m
= (92,5 → 185) saptaliun meter = ±(100 → 200) sapataliun meter


WAKTU EKSPANSI HUBBLE

WAKTU EKSPANSI SEJAK DENTUMAN–BESAR | BIG–BANG

tH = 1 / H

tH, waktu ekspansi semesta Hubble, dalam sekon
= 1 / (1,62 → 3,24).E–18 sekon
= (0,312 → 0,617).E+18 sekon
= (0,312 → 0,617).E+18 tahun / 31.557.600
= (9,887 → 19,552).E+09 tahun = ±(10 → 20) bilyun tahun

Hubble memperoleh nilai bahwa peristiwa penciptaan semesta dari dentuman-besar | big-bang terjadi berkisar sekitar 10 s/d 20 milyar tahun silam, dengan asumpsi bahwa:

  • semesta seragam dan homogen.
  • kecepatan pemuaian semesta tengah berlangsung dalam kadar tetap ( constant rate ).
  • interval waktu-kosmik seragam dan kadar aliran waktu-kosmik ( cosmic-time flow ) adalah tetap, dimana jika salah satu berubah, maka dibutuhkan koreksi faktor waktu.

Asumpsi ini menjelaskan mengapa konstanta Hubble, radius semesta Hubble, dan waktu ekspansi Hubble, terletak antara dua limit rangkum nilai.

H konstanta semesta Hubble
= (1,62 → 3,24).E–18 /s< H radius semesta Hubble
= (9,778 → 19,566).E+09 tahun cahaya
= ±(10 → 20) bilyun tahun cahaya = ±(10 → 20) Hubble distance tH waktu ekspansi semesta Hubble
= (9,887 → 19,552).E+09 tahun
= ±(10 → 20) biliyun tahun = ±(10 → 20) Hubble time


DEVIASI HUKUM HUBBLE

KEMUNGKINAN PERCEPATAN ATAU PERLAMBATAN EKSPANSI


Kemungkian perubahan pemuaian semesta


Kecepatan ekspansi semesta mungkin tetap, tapi mungkin saja berubah, mencepat atau melambat.

  • spektrum dan kurva ± menunjukkan bila ekspansi tetap,
  • spektrum dan kurva + bila ekspansi mengalami percepatan, dan
  • spektrum dan kurva – bila ekspansi mengalami perlambatan.


REFERENSI UNIT JARAK RUANG FISIK SEMESTA

1 km = 0,621.371 mil
1 mil = 1,609.34 km
1 unit astronomik (jarak rerata antara Bumi dan Matahari) = 1,496.E+08 km = 1,496.E+11 meter
1 tahun cahaya (jarak ditempuh cahaya dalam setahun) = 9,460.700.E+12 km = 9,460.700.E+15 meter = 5,878.488.E+12 mil = 0,306.597.989 parsec
1 parsec (jarak paralaks) = 3,085.674.E+13 km = 3,085.674.E+16 meter = 3,261.560 tahun cahaya
1 Megaparsec = 1.E+06 parsec = 3,085.674.E+19 km = 3,085.674.E+22 meter
1 Hubble (distance) = 1.E+09 tahun cahaya = 1 milyar tahun cahaya
1 Hubble (time) = 1.E+09 tahun = 1 milyar tahun

__________



(C) 1995-2011 — Achmad Firwany

HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya tulis intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia.

Tak sebagian pun dr tulisan, dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, digandakan dan atau diperbanyak: diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedlm bentuk bahasa apapun atau disimpan dlm satu sistem retrieval apapun; dlm bentuk apapun atau dlm cara apapun, mencakup tp tak terbatas pd cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; utk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dr pemilik hak atas karya intelektual ini.

Untuk non-komersial, penggunaan sebagai rujukan atau referensi, secara keseluruhan atau sebagian, harap cantumkan sumber informasi ini sebagai acuan.


FINE ART ™
FIRWANY INTERNETWORK ENTERPRISE — ARTICLES ON REFORM AND TRANSFORM
adalah marka-niaga, identitas produk dan properti Achmad Firwany

SITE:
http://www.thefineart.co.cc
http://www.firwany.co.cc

BLOG :
http://blog.firwany.co.cc
http://firwany.blogspot.com

FACEBOOK :
http://www.facebook.com/fineart.pro.id
http://www.facebook.com/pages/fine-art/201303343218367
http://fb.firwany.co.cc
http://www.facebook.com/people/achmad-firwany/100000427899819

Senin, 02 Agustus 2010

REDUNDANSI, EFIKASI, EFISIENSI
INFORMASI DAN KOMUNIKASI

LINGKUP : KOSAKATA. BAHASA. LINGUISTIKA. INFORMATIKA. TELEMATIKA. TEKNOLOGI INFORMASI. TEKNOLOGI KOMUNIKASI. TEKNOLOGI OTOMOTIV. FISIKA. DINAMIKA


REDUNDANSI, EFIKASI, EFISIENSI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
DAN DAMPAKNYA DALAM KEUANGAN


(C) 1996-2011 — Achmad Firwany


REDUNDANSI = PEMBOROSAN = KERUGIAN

Secara umum, keterbuangan ruang, waktu, materi, energi dalam suatu sistem teknologi, dinyatakan sebagai sesuatu "tajuk-lebih" (over-head), yang dalam istilah teknis, disebut sebagai redundansi (redundancy) atau pemborosan, yang dalam bahasa umum, dikenal sebagai sesuatu yang "diluar-perkiraan" atau "tak-terduga", dan dengan sendirinya melibatkan apa yang disebut sebagai "biaya tajuk-lebih" (over-head cost), atau dalam bahasa awam, "biaya tak-terduga".

Redundansi atau pemboroson atau tajuk-lebih, dengan kata lain, bisa dianggap atau dikatakan sebagai "kehilangan" atau "kerugian" (losses), yang semestinya tak perlu terjadi, tapi karena satu dan lain hal tak bisa dihindari, dan hanya dalam beberapa hal tertentu dan spesifik saja bisa ditiadakan atau diminimasi dengan beberapa konsekuensi resiko.

Dalam pengertian teknik, redundansi atau pemborosan, adalah ukuran kuantitas terbuang atau tak-digunakan (unused quantity) atau kuantitas tajuk-lebih (over-head quantity) sesuatu dalam masukan (input) dan atau keluaran (output), yang merupakan beda atau selisih antara kuantitas total (total quantity) dan kuantitas digunakan (used quantity), atau antara kuantitas aktual (actual quantity) dan kuantitas efektiv (effective quantity) yang disebut efikasi (efficacy), dalam satuan (unit) sama, yang dinyatakan dalam persentasi (%), yang bila dirumuskan dalam formula matematik adalah sbb.
  • redundansi = kuantitas total – kuantitas digunakan x 100 %
  • redundansi = kuantitas aktual – kuantitas efektiv x 100 %
  • redundansi = kuantitas aktual – kuantitas efikasi x 100 %
  • redundansi = kuantitas tajuk-lebih x 100%
  • redundansi = pemborosan [= kehilangan = kerugian]

Jadi makin besar kuantitas efektiv, makin tak redundan suatu sistem, dan sebaliknya. Dengan demikian, redundansi atau pemborosan bisa diperkecil atau ditekankan dalam dua cara, yaitu memperbesar kuantitas efektiv pada kuantitas aktual tetap, atau kebalikannya, memperbesar kuantitas aktual pada kuantitas efektiv tetap.

Apa yang terbaik untuk tiap orang lakukan sebagai peguna perangkat teknologi adalah ikut menekan biaya lebih ini atau memangkas kelebihan biaya, bukan malah memperbesar pemborosan, sedemikian sehingga, biaya yang kita keluarkan untuk penggunaan tiap perangkat teknologi adalah minimum. Tindakan ini dengan sendirinya samadengan usaha penghematan, untuk baik diri sendiri maupun para penyedia teknologi (technology provider).

Jika tiap orang memegang komitmen untuk melakukan penghematan secara individual, maka penghematan ini akan berdampak secara sosial dan nasional. Dengan kata lain, penghematan dilakukan oleh tiap warganegara akan berdampak pada penghematan negara. Tak ada sesuatu yang dianggap terlalu kecil untuk dilakukan, karena meski kecil tapi banyak akan menjadi besar. Efisiensi yang dilakukan secara individual di seluruh penjuru dunia akan berdampak secara global.



EFIKASI = KEDAYAGUNAAN = KEMANFAATAN

Secara umum, dalam pengertian teknik, efikasi (efficacy) atau kedayagunaan atau keefektivan (effectiveness) atau efektivitas, adalah ukuran kuantitas efektiv (effective quantity) sesuatu dalam masukan (input) dan atau keluaran (output), yang merupakan beda atau selisih antara kuantitas aktual dan kuantitas redundansi (redundancy quantity) atau kuantitas tajuk-lebih (over-head quantity), dalam satuan (unit) sama, yang dinyatakan dalam persentasi (%), yang bila dirumuskan dalam formula matematik adalah sbb.

  • efikasi = kuantitas aktual – kuantitas redundansi x 100 %
  • efikasi = kuantitas aktual – kuantitas tajuk-lebih x 100 %
  • efikasi = efektivitas = kedayagunaan [= kefaedahan = kemanfaatan]

Istilah ini sering disebut sebagai keefektivan (effectivness) atau efektivitas (effectivity) yang merupakan istilah teknis, karena dalam bahasa Inggris standard, "effectivity" ini tak ada, tapi "effectiveness". Tapi untuk orang Indonesia, istilah "efektivitas" atau "kedayagunaan" atau "dayaguna" saja lebih dikenal atau diterima ketimbang istilah "efikasi". Kerap kali untuk ini digunakan juga istilah "kefaedahan" atau "kemanfaatan" atau "manfaat" (benefit) saja.

Kata "efficacy" dalam bahasa Inggris sebenarnya berasal dari kata "effect", dari kata dalam bahasa Latin, "efficax", dari "efficio" yang berarti efek, dampak, atau akibat; dan kata "efficio" ini kemudian juga menjadi asal kata "efficiency" dalam bahasa Inggris.

Jadi makin kecil kuantitas tajuk-lebih (over-head), makin efektiv suatu sistem, dan sebaliknya. Dengan demikian, efikasi atau efektivitas bisa diperbesar atau ditingkatkan dalam dua cara, yaitu memperkecil kuantitas redundansi atau pemborosan atau tajuk-lebih pada kuantitas aktual tetap, atau kebalikannya, memperbesar kuantitas aktual pada redundansi atau pemborosan atau kuantitas tajuk-lebih tetap.

Tapi dalam efikasi atau efektivitas ini pun ada masalah tak dapat dihindari, yaitu bahwa kuantitas redundansi atau pemborosan atau kuantitas tajuk-lebih membesar atau bertambah dengan membesarnya kuantitas aktual. Makin besar kuantitas aktual, makin besar kuantitas redundansi atau pemborosan atau kuatitas tajuk-lebih diperlukan.

Sehingga satu-satu-nya cara dapat dilakukan adalah memperkecil kuantitas redundansi atau pemborosan atau kuantitas tajuk-lebih seminimum mungkin, karena tak bisa dibuat nol untuk suatu sistem dengan toleransi error (error tolerant), artinya sistem yang dapat mendeteksi kehadiran error dalam operasi.



EFISIENSI = KEHEMATAN = KEUNTUNGAN

Secara umum, dalam pengertian teknik, efisiensi (efficiency) atau kehematan, adalah rasio atau perbandingan antara hasil (result) dan upaya (upaya), atau antara keluaran berdayaguna (effective output) dan masukan (input), dalam satuan (unit) sama, yang dinyatakan dalam persentasi (%), yang bila dirumuskan dalam formula matematik adalah sbb.

  • efisiensi = kuantitas output efektiv / kuantitas input x 100 %
  • efisiensi = (kuantitas aktual – kuantitas redundansi) / kuantitas input x 100 %
  • efisiensi = efikasi / kuantitas input x 100 %
  • efisiensi = kehematan

Jadi jika kuantitas output efektiv samadengan kuantitas input, maka efisiensi 100%. Sedangkan, jika kuantitas output efektiv lebih-kecil daripada kuantitas input, maka efisiensi dibawah 100%. Sebaliknya, jika kuantitas output efektiv lebih-besar daripada kuantitas input, maka efisiensi diatas 100%.

Artinya, efisiensi bisa diperbesar atau ditingkatkan dengan dua cara, yaitu memperkecil kuantitas input pada kuantitas output efektiv tetap, atau kebalikannya, memperbesar kuantitas output efektiv pada kuantitas input tetap.

Dalam bisnis, dikenal istilah finansial yang disebut sebagai "cost to benefit ratio" (CTBR) atau "perbandingan biaya terhadap manfaat", yang tak lain adalah "kebalikan" (inverse) dari efisiensi, dimana makin kecil CTBR, makin menguntungkan suatu bisnis, sementara makin besar efisiensi, makin menguntungkan suatu sistem.

  • CTBR = cost to benefit ratio = cost / benefit x 100 % = biaya / manfaat x 100 %

sehingga

  • efisiensi = BTCR = benefit to cost ratio = benefit / cost x 100% = manfaat / biaya x 100 %

Didalam alam, pada beberapa tatanan tertutup (closed system) tertentu, yang merupakan tatanan pengubahan tenaga atau sistem konversi energi (energy coversion system), ternyata efisiensi tak bisa mencapai lebih 100%, bahkan tak bisa mencapai 100%, tapi hanya antara 70% s/d 90%.

Masalahnya adalah bahwa dalam tiap pengubahan satu bentuk energi ke bentuk energi lain, senantiasa dikuti oleh pengubahan energi itu menjadi energi panas yang tak diinginkan, dan sudah pasti bila pengubahan itu dimaksudkan untuk memperoleh energi panas itu sendiri, sehingga pengubahan satu bentuk energi ke bentuk energi panas adalah yang memiliki efisiensi tertinggi.

Masalah lain dalam sistem konversi energi adalah hukum alam menyatakan bahwa energi tak dapat diciptakan dan tak dapat dimusnahkan (energy can not be created and can not be destroyed), tapi energy hanya dapat diubah (energy can only converted) dari satu bentuk energi ke bentuk energi lain, atau diubah menjadi materi, dan sebaliknya, sehingga efisiensi 100% tak mungkin dicapai, atau efisiensi ideal bisa dicapai hanya 99%.

Misalnya, pada sistem termodinamika, sains dan teknologi, hingga saat ini, tak bisa membuat satu pun mesin kendaraan otomotiv, seperti motor, mobil, kapal dan pesawat, yang memiliki efisiensi 100%, tapi hanya bisa mendekatinya, antara 70% s/d 90%, atau sekitar 80%. Jadi dalam otomotiv, efisensi 70% masih dinyatakan efisien.

Misal lain, begitu pula pada sistem elektronika, sains dan teknologi, hingga saat ini, tak bisa membuat satu pun perangkat elektronik dengan efisiensi 100%.

Sebagai contoh, dalam teknologi informasi dan komunikasi, katakanlah sitem komputer, telepon, telegraf, radio, televisi, internet, dlsb, efisiensi tak pernah bisa dicapai 100%, karena selalu dibutuhkan sesuatu untuk pemeriksa error (error checking), untuk kekeliruan, kerusakan, atau kehilangan, yang mungkin terjadi dalam data dan atau informasi, ketika berlangsung perekaman dan pengambilan (recording and retrieving) dan ketika berlangsung pengiriman dan penerimaan (transmitting and receiving) data dan atau informasi tersebut.

Dalam teknologi informasi dan komunikasi, keberadaan pemeriksa error ini dinyatakan sebagai pemborosan atau redundansi yang tak dapat dihindari, yang menyita sebagian ruang jalur komunikasi dan waktu komunikasi, sehingga tampungan ruang penyimpanan (storage space capacity) dan kurun waktu pengiriman dan penerimaan (duration of transmission and reception) tak dapat dimanfaatkan 100% untuk data dan atau informasi, karena ia harus memberi tempat dan waktu untuk koreksi error.

Jalan keluar terbaik adalah bagaimana meminimasi error yang mungkin terjadi dan memperkecil ruang dan waktu pemeriksaan error.

Selanjutnya pada uraian berikut akan kita bahas bagaimana menerapkan efisiensi dalam informasi dan komunikasi melalui bahasa tulisan (written langguage) sebagai komplemen dari bahasa lisan (spoken language). Akan kita lihat bagaimana efisiensi dalam bahasa tulisan ini bisa menghemat biaya atau memangkas pengeluaran keuangan yang tak perlu, atau dengan kata lain menghidari pemborosan keuangan melalui penghematan bahasa tulisan.



SINGKATAN DAN KEPENDEKAN
ABBREVIATION AND SHORT FORM

Pada intinya salah satu konsep dasar, ditekankan dan penting dalam teknologi informasi dan komunikasi (ITC) adalah efisiensi dan efektivitas, bukan pemborosan | redundansi, kecuali bila sangat terpaksa, seperti misalnya untuk koreksi error, yang disebut "cyclic redundancy check" (CRC), dan ini pun diupayakan seminimum mungkin, jika perlu hanya 1 bit (binary digit), yang disebut "longitudinal parity check" (LPC).

Efisien dimaksud disini adalah efisien dalam: "space, time, matter, energy, and cost" (STIMEC), dan efektiv dimaksud adalah efektiv dalam informasi dan komunikasi.

Pola penyederhanaan tulisan melalui singkatan (abbreviation) sebenarnya telah diterapkan lama, ketika telegraf dan telegram diperkenalkan.

Banyak orang sekarang mungkin menganggap bahwa penghematan kata dan penyingkatan kata sudah "relevan" dan tak diperlukan lagi pada masa kini, karena lebar-sabuk (band-width) jalur komunikasi sudah tak sesempit dulu dan kemampuan komputer menyimpan data dan informasi sudah sangat luar biasa karena kerapatan atau densitas data (data density) dan tampungan atau kapasitas media (media capacity) milyaran kali lipat dibandingkan ketika telegraf baru diperkenalkan.

Ini satu anggapan sangat keliru, karena sampai kapan pun efisiensi tetap dibutuhkan dan diperlukan tanpa mengenyampingkan efektivitas, seberapa persen pun efisiensi, ia tetap berarti (significant).

Berikut adalah contoh singkatan kata untuk efisiensi dalam informasi dan komunikasi tulisan, yang dapat digunakan dalam pesan e-mail dan SMS (short mobile message), menggunakan pola umum pembentukan singkatan, yaitu mengambil inisial kata atau suku-kata dan membuang huruf-hidup (vowel).

singkatan | kata lengkap
bbrp = beberapa
blm = belum
blmn = bilamana
dgn = dengan
dll = dan lain-lain
dlm = dalam
dlsb = dan lain sebagainya
dmn = dimana
dpt = dapat
dr = dari
dsb = dan sebagainya
hrs = harus
jd = jadi
jk = jika
kel = keluarga
knp = kenapa
kpd = kepada
krn = karena
mjd = menjadi
mk = maka
mkn = makin
org = orang
pd = pada
sbb = sebagai berikut
sbg = sebagai
sdh = sudah
sdr = saudara
sgr = segera
shg = sehingga
sjk = sejak
spt = seperti
stlh = setelah
tdk = tidak
thdp = terhadap
thn = tahun
tp = tapi
tsb = tersebut
ttg = tentang
ttk = titik
utk = untuk
yg = yang
yth = yang terhormat

Alasan penulisan kata dalam bentuk lengkap hanyalah kelengkapan itu sendiri, untuk penjelasan batasan atau defenisi, uraian, ulasan, kupasan, bahasan, plus "aestetika", lain tidak. Memang dalam beberapa hal tertentu efisiensi ini dilanggar untuk kepentingan informasi dan komunikasi itu sendiri, tapi ini sifatnya tertentu dan terbatas.

Jadi untuk anda, silahkan menggunakan singkatan dan kepedekan seperti pada daftar diatas dalam penyampaian informasi dan komunikasi untuk alasan efisiensi. Sejauh tak ada perubahan dalam "kandungan" (content) informasi dan tak mengubah arti, tak ada alasan dan larangan untuk tak menggunakannya.

Berikut adalah beberapa singkatan internasional dan "slank idiom" yang juga bermanfaat untuk efisiensi, jadi juga silahkan digunakan dalam pesan e-mail dan SMS.

singkatan | kata lengkap atau artinya
12 = I want to
1 = want
2 = to
2U = to you
4 = for
4GET = forget
4JJI = ALLÄH [bacaan Arabik dari kanan ke kiri]
4U = for you
ASAP = as soon as possible
BTW = by the way
FYI = for your information
GBU = God bless you
IMO = in my opinion
N = and
RU = are you
TIA = thanks in advance
TQ = thank you
U = you
UR = you are
Y = why
acc = acceptance
ad inf = ad infinitum, to infinity
ad int = ad interim, in the meantime
add = addendum, additional
adr = address
ea = each
ed = edied, edition, editor
eff = efficiency
eg = exempli gratia, for example
enc, encl = enclosed
est = estimated
et al = et alli, and all, and others
et seq = et sequens, and the following
etc = et cetera, and others
ez = easy
nn = nomen nensio, no name

dan masih banyak lagi, tapi untuk sementara ini dulu, untuk lainnya silahkan cari sendiri.

______________________________



BENTUK JAMAK DALAM BAHASA INDONESIA
PLURAL FORM IN INDONESIA LANGUAGE

Hampir 90 persen bahasa alami (natural language) di dunia memiliki bentuk kata jamak atau rangkap [jamaa’ < Arabiyan, plural, multiple < Inggris] yang berarti banyak, terutama untuk kata-benda atau "nama" [`ismun, mashdar (kata-benda yang berasal dari kata-kerja) < Arabiyan, noun, name < Inggris].

Bentuk jamak ini merupakan kebalikan dari bentuk sendiri [mufrad < Arabiyan, singular, single < Inggris]. Demikian pula dalam bahasa Indonesia. Bahkan dalam rumpun bahasa Semitik, dimana bahasa Arabiyan adalah satu diantaranya, mengenal bentuk dua atau ganda [mutsanna < Arabiyan, dual, double < Inggris], yang tak selalu ada dalam rumpun bahasa lain.

ARABIYAN


rumpun bahasa: SEMITIK
mufrad
mutsanna
jamaa’
`ilaahun `ilaahataani `aalihaatun
`amiyrun `amaraani `umaraa`u
’aalimun ’aalimaani ’ulamaa`u
kitaabun kitaabaani kutuwbun
harfun harafaani huruwfun
ruwhun ruwhaani `arwahun
nuwrun nuwraani `anwarun

ENGLISH


rumpun bahasa: ARYAN
singuar | single
dual | double
plural | multiple
god two gods gods
governor two governors governors
scientist two scientists scientists
scripture two scriptures scriptures
book two books books
letter two letters letters
characater two characters characters
spirit two spirits spirits
light two lights lights

INDONESIA


rumpun bahasa: MELAYU
sendiri | tunggal
dua | ganda
jamak | rangkap
tuhan dua tuhan tuhan tuhan
pemerintah dua pemerintah pemerintah pemerintah
ilmuwan dua ilmuwan ilmuwan ilmuwan
kitab dua kitab kitab kitab
buku dua buku buku buku
huruf dua huruf huruf huruf
ruh, roh dua ruh ruh ruh, arwah
cahaya dua cahaya cahaya cahaya

Jika kita perhatikan perbandingan contoh kata-kata untuk tiga bahasa diatas, maka tampak bahwa bahasa-bahasa dalam rumpun Semitik lebih rumit daripada yang dari rumpun Arya [Latin, Spanyol, Jerman, Belanda, Perancis, Inggris, dll], dan yang dari rumpun Melayu [Malaysia, Indonesia, Brunei, dll] adalah yang paling sederhana.

Tapi meski sederhana, tapi tidak hemat atau tak efisien alias boros dalam bentuk jamak, karena melakukan perulangan penuh kata (full repetition of word).

Jika kita tinjau dari teknologi informasi dan komunikasi (ITC), dimana bahasa Indonesia dibandingkan dengan bahasa Inggris dan bahasa Arabiyan, dalam bentuk bahasa tulisan (written language), maka bahasa Indonesia akan membutuhkan: [tujuh utama diantaranya]

  • tampungan ruang penyimpanan (storage space capacity) relativ jauh lebih besar.
  • durasi waktu pengetikan dan penghapusan (typing and erasing duration) relativ jauh lebih lama.
  • durasi perekaman dan pengambilan (recording and retrieving duration) relativ jauh lebih lama.
  • durasi penayangan dan pencetakan (displaying and printing duration) relativ jauh lebih lama.
  • durasi waktu pengiriman dan penerimaan (transmitting and receiving duration) data relativ jauh lebih lama.
  • koreksi error jauh lebih banyak.
  • biaya relativ jauh lebih mahal!!!



TAK HEMAT DAN PEMBOROSAN BIAYA

Jadi, sekali lagi, bahasa tulisan Indonesia (Indonesian written languge) betul sangat tak efisien, dan yang paling memberatkan adalah bahwa ia menelan biaya jauh lebih besar alias mahal atau tak ekonomis, baik biaya administraitiv dan operasional maupun biaya teknis. Belum lagi dihitung pemborosan waktu dan tenaga terbuang percuma. Padahal Indonesia adalah negara miskin, dan komputer, internet dan biaya telekomunikasi relativ sangat mahal bagi kebanyakan orang Indonesia dengan penghasilan menengah kebawah.

Sangat mengherankan adalah bahwa sudah beberapa kali berganti menteri, kabinet, bahkan presiden atau pemerintahan, tak ada satu pun bejabat berwenang perduli. Jadi menurut pandangan saya, orang Indonesia biar miskin tapi sombong [atau bodoh ya???]

Atau menteri menanggap ini bukan pekerjaannya?! Padahal menteri bisa menugaskan staf bawahannya untuk membuat surat keputusan dan tinggal tandatangan. Apa dipikirnya ini tak menghasilkan uang??? Ataukah ia tak menyadari arti efisiensi??? Padahal ia mungkin sangat mengerti arti defisit keuangan negara???

Waktu pergantian kabinet terakhir, penulis pernah mengirim e-mail resmi ke MENKOMINFO (menteri komunikasi dan informasi) dan para deputy beliau, menawarkan diri sebagai konsultan atau advisor, tapi hanya diminta mengirim CV (curriculum vitae) oleh sekretaris menteri, dan selanjutnya tak ada kabarnya. [Apa dipikir saya bakal minta duit kali ya?!]

Saya pribadi berani bertaruh bahwa jika dilakukan efisiensi terhadap bahasa tulisan Indonesia, untuk bentuk jamak saja, maka akan dapat dihemat atau dipangkas pengeluaran keuangan, di bidang korespondensi, informasi dan komunikasi, baik untuk rakyat maupun negara, lebih 60 persen!!! [Bisa dihitung secara matematik.]

Celakanya, kalau gagasan pemikiran saya ini diambil oleh orang yang punya kuasa, lalu diklaim sebagai ide dan proposal dia, lalu diterapkan oleh pemerintah, maka ia akan dapat nama dan dapat uang, dan saya dilupakan.

Kasus seperti ini telah terjadi, ketika beberapa tahun silam saya mengusulkan kepada pemerintah untuk mengganti semua kartu strip magnetik transaksi keuangan (magnetic strip card for financial transaction) dengan kartu serpih elektronik (electronic chip card). Pada 2005 lalu gubernur BI (Bank Indonesia) telah mengeluarkan keputusannya bahwa pada 2008 semua kartu transaksi keuangan sudah harus menggunakan kartu serpih elektronik. Tak ada seorang pun perduli bahwa pada tahun 2000, proposal saya tentang ini masuk ke BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi).

Jadi barangkali saya yang bodoh!!! Tapi tak apa kalau saya ditolak bekerja untuk negara. Yang penting saya bekerja untuk Tuhan, dan tuhan akan memberikan ganjaran jauh lebih besar daripada apa yang dapat diberikan manusia.




CARA PENGEHEMATAN
 

CARA PERTAMA

Sebelum keluar peraturan pemerintah tentang "ejaaan baru" dan "ejaaan yang disempurnakan" dalam bahasa Indonesia, sebenarnya bahasa Indonesia menggunakan konvensi pemakaian angka 2 untuk bentuk jamak, sebagai contoh berikut.

sendiri | tunggal
jamak | rangkap
tuhan tuhan2 = tuhan tuhan
pemerintah pemerintah2 = pemerintah pemerintah
ilmuwan ilmuwan2 = ilmuwan ilmuwan
kitab kitab2 = kitab kitab
buku buku2 = buku buku
huruf huruf2 = huruf huruf

Menurut hemat saya, cara lama ini jauh lebih hemat daripada cara baru digunakan sekarang yang menggunakan perulangan, dimana cara lama, efisiensinya setara dengan cara pembentukan plural regular dalam bahasa Inggris, yang hanya ditambah "s" atau "es", kecuali beberapa kata tertentu yang mengalami perubahan konsonan, seperti "wife" menjadi "wives".

Dalam cara digunakan sekarang ini, makin panjang kata, makin boros, karena perulangannya makin panjang. Jika kita rumuskan dalam formula matematik, maka:

  • cara lama: n' = n + 1
  • cara baru: n' = n x 2 + 1

dimana,

  • n adalah banyak huruf dalam kata bentuk sendiri.
  • n' adalah banyak huruf dalam kata bentuk jamak.

Dengan demikian, pemborosan huruf pada cara baru adalah sebesar "n" sampai "n x 2". Sehingga makin banyak kata jamak dalam suatu tulisan berbahasa Indonesia, makin boros penulisan, makin menyita waktu dan tenaga, dan makin mahal biaya operasi, transmisi dan resepsi, dan menyita banyak jalur komuikasi. Berikut adalah contoh perbandingan dua cara tersebut.

cara lama
cara baru
n + 1 n' n x 2 +1 n'
kura2 5 kura-kura 9
kura2 kura2 11 kura-kura kura-kura 19
kura4 5 kura-kura kura-kura 19



CARA KEDUA

Sudah lama dalam bahasa Indonesia dikenal kata "para" yang mengandung arti lebih, seperti pada contoh berikut.

sendiri | tunggal
jamak | rangkap
hadirin para hadirin = hadirin hadirat
ilmuwan para ilmuwan = ilmuwan ilmuwan
pria para pria = pria pria
tamu para tamu = tamu tamu
wanita para wanita = wanita wanita

Satu kelemahan penggunaan kata "para" ini adalah bahwa ia mengadung arti "lebih" ketimbang "banyak", sehingga penggunaannya terbatas atau tak dapat digunakan untuk semua kata, seperti misalnya "para kitab" atau"para buku".


CARA KETIGA

Sejak lama bahasa Indonesia telah mengenal perulangan suku-kata pertama untuk menyatakan bentuk jamak. Untuk membedakannya, cara ini saya namakan "cara hemat", seperti contoh berikut.

cara hemat
cara boros
n + 2 n' n x 2 +1 n'
beberapa 8 berapa-berapa 13
lelaki 6 laki-laki 9
tetamu 6 tamu-tamu 9
tetapi 6 tapi-tapi 9

Jika suatu kata dimulai oleh huruf hidup (vowel), maka berlaku konvensi seperti contoh berikut.

cara hemat
cara boros
n + 1 s/d n + 2 n' n x 2 +1 n'
eanai, e-anai, enanai 5, 6 anai-anai 9
eanak, e-anak, enanak 5, 6 anak-anak 9
eanting, e-anting 7, 8 anting-anting 13
ilalang 7 alang-alang 11
seeakan 7 seakan-akan 11
seeenaknya 10 seenak-enaknya 14
seeolah 7 seolah-olah 11

Bandingkan cara hemat ini dengan cara lama diatas, bedanya hanya satu sampai tiga huruf saja.

cara hemat
cara boros
n + 2 n' n x 2 +1 n'
kekura 6 kura-kura 9
kekura kekura 10 kura-kura kura-kura 19
kekekura 8 kura-kura kura-kura 19

Berdasarkan pada perhitungan banyak huruf, jelas bahwa cara baru ternyata jauh lebih boros daripada cara lama atau cara hemat telah dikemukakan diatas. Dan cara lama atau cara hemat samasekali tak mengubah arti atau membuat kata kehilangan arti, atau dengan kata lain, kata tersebut tetap informativ.

Bilamana penggunaan angka 2 dianggap atau dirasakan mengganggu dalam tulisan atau pembacaan, maka solusi terbaik adalah penggunaan cara hemat yang menggunakan perulangan suku-kata pertama. Menurut saya ini adalah jalan tengah terbaik, dan terutama adalah karena ia "efisien dan efektiv" dalam informasi dan komunikasi.



PEMBAKUAN

Agak aneh tapi nyata, jika saya menggunakan cara hemat ini dalam tulisan atau artikel, banyak orang tak mengerti maksudnya, menganggapnya janggal atau bahkan tak baku (non standard). Padahal mereka menerima bentuk ini untuk sebagian kata tertentu [seperti: lelaki, tetapi, beberapa, ilalang], tapi kenapa menolak untu kata lainnya?

Dalam pandangan saya, secara alami, jika sesuatu berlaku secara teratur (regular) untuk banyak kata, maka berarti itu berlaku umum untuk kata lain, kecuali untuk sebagian kecil kata tertentu, yang disebut sebagai "pengecualian" atau keadaan ketakteraturan (irregular).

Dengan demikian, menurut pendapat saya, pembentukkan kata bentuk jamak menggunakan perulangan suku-kata pertama dalam bahasa Indonesia adalah baku (standard), dan tak perlu dikeluarkan suatu ketentuan baru atau keputusan standarisasi, kecuali untuk sekedar menguatkan keberlakuan (validity) hal tersebut.

Jadi berbagai bentuk jamak kata lain dapat dibentuk dengan pola ini, seperti pada contoh berikut.

cara hemat
cara boros
n + 2 n' n x 2 +1 n'
beburu 6 buru-buru 9
hehati 6 hati-hati 9
lelangit 8 langit-langit 13
memalu 6 malu-malu 9
pepura 6 pura-pura 9
reragu 6 ragu-ragu 9
sekekonyong 11 sekonyong-konyong 17
tetanggung 10 tanggung-tanggung 17
tetiba 6 tiba-tiba 9


cara hemat
cara boros
n + 2 n' n x 2 +1 n'
kekura 6 kura-kura 9
memata 6 mata-mata 9
peparu 6 paru-paru 9

Berdasarkan pada uraian dan penjelasan saya diatas, saya menghimbau semua orang untuk menerapkan cara hemat tersebut dalam informasi dan komunikasi, dan tak perlu menunggu keputusan pemerintah RI. Cepat atau lambat, jika dibiasakan. maka akan menjadi hal biasa. Peran media masa, baik cetak maupun elektronik, akan sangat membantu mensosialisasikan hal ini.

Untuk identifikasi dalam terminologi, cara hemat ini saya namakan "cara repetisi dan multiplikasi" [atau barangkali "cara Firwany", untuk mengingat saya yang pertama kali mengajukan cara penghematan ini].



BAHASA DAERAH

Sebenarnya apa yang saya lakukan hanyalah menasionalisasi "pola" (pattern) bahasa daerah, yang dalam hal ini adalah bahasa daerah "Banjar" (Banjarnese),, yang sebenarnya adalah satu dialek dalam rumpun bahasa Melayu, sehingga bisa disebut sebagai "bahasa Melayu Banjar" (Banjar Malayan language).

Berdasarkan pada pengamatan saya, bahasa daerah Banjar sangat efisien dan efektiv. Pola perulangan suku-kata pertama, selain dapat menunjukan peringkat nominativ dan superlativ dalam kata-sifat atau keadaan (nominative and superlative degree in adjective), juga berlaku untuk menghindari perulangan seluruh kata, seperti pada banyak contoh berikut.

bentuk hemat | bentuk boros
babinian = bini-bini
babujuran = bujur-bujur
babukahan = bukah-bukah
cacobaan = coba-coba
gaganangan = ganang-ganang
gagaringan = garing-garing
gagawian, gagawaian = gawi-gawi
gagayan = gaya-gaya
gagegeran = geger-geger
kakanakan = kanak-kakak
lalakian = laki-laki
lalewa > balalewa = lewa-lewa > balewa-lewa
raragu = ragu-ragu
raraunan = raun-raun
tatanggung = tanggung-tanggung
dll.

atau pada:

bentuk hemat | bentuk boros
babarapa = barapa-barapa
kakura = kura-kura
lalangit = langit-langit
papura = pura-pura
tatahu = tahu-tahu
tatamu = tamu-tamu
tatayuh --> satatayuhnya = tayuh-tayuh
dll.

Jika huruf pertamanya bukan huruf-mati (konsonan), terjadi perulangan huruf-hidup (vowel), seperti pada:

bentuk hemat | bentuk boros
a-anai = anai-anai
a-anakan = anak-anakan
a-asaan = asa-asaan
a-imut = imut-imut
a-undur = undur-undur
e-anting = anting-anting
ila-lang, hala-lang = alang-alang
dll.

Penyisipan ini juga bisa digunakan untuk menyatakan bentuk jamak, banyak dan berulang-kali (repetitive), seperti "s", "es", "ies" atau "oes" dalam bahasa Inggris:

bentuk hemat | bentuk boros
bajajalanan = berjalan-jalan
bararaunan [round < Ing.] = berkeliling-keliling
gagamatan = berpelan-pelan, dengan cara pelan
kakawalan = kawan-kawan, para kawan
dll.

Bisa juga berarti agak, sering dan berulang-kali:

bentuk hemat | bentuk boros
gagaringan = agak gering, sering gering, sakit-sakitan
gagitiran = agak gemetar, sering gemetar
laladaran = agak demam, sering deman
dll.

Bisa juga berarti saling (mutual) dan berulang-kali.

bentuk hemat | bentuk boros
bakakesahan = saling kisah, kisah-mengisahkan, saling bercerita
balelekan = saling-lirik, lirik-melirik
bapapisuhan = saling caci, caci-mencaci
batatawakan = saling lempar, lempar-melempar
batatawaran = saling tawar, tawar-menawar
batatimpasan = saling bacok, bacok-membacok
batatiwasan = saling menyalahkan, salah-menyalahkan
dll.

Bisa juga berarti "bak", "tampak seperti" (seem-like, look-like):

bentuk hemat | bentuk boros
babungulan = seperti bodoh
gagawaian, gegawian = seperti bekerja
gagilaan = seperti gila
dll.

Tapi tahukah anda bahwa dalam bahasa Banjar, tak ada kata-ganti untuk orang-ketiga jamak [mereka], kecuali "bubuhan": bubuhan-nya, bubuhan subarang, bubuhan taluk, bubuhan sungai . . ., bubuhan . . ., dll., dimana bubuhan bererati mereka atau kelompok orang. Menyebut semua atau seluruh: samuaan, samunyaan atau sabarataan.

Demikian uraian dan pembahasan ini, untuk sementara saya akhiri sampai disini, saya selalu berharap bahwa semoga tulisan saya bermanfaat untuk semua, sebagai bekal dasar untuk jadi lebih bijaksana; tak ada manusia sempurna, sehingga tak ada seorang pun pernah luput dari kekeliruan, kesalahan, dan kealpaan; begitu pula saya; apalagi topik dibahas, diulas, dan dikupas bukan bidang studi dan dalam lingkup profesi saya; dan saya selalu dengan rendah hati mohon maaf dan harap maklum bila ada salah kata dan atau salah ketik. Terimakasih atas perhatiannya.





Achmad Firwany
__________________________________________________




BIBLIOGRAFI
  • Cofron, James W. The IBM PC Connection. Osborne - McGraw-Hill, Inc., 1984.
  • Dvorak, John C., and Nick Anis. Dvorak's Guide to PC TeleCommunications. Osborne - McGraw-Hill, Inc., 1990.
  • Johansyah, Achmad Firwany, “Informatika dan Teori Informasi – bagian 1”, Jakarta: PT. Penerbitan Sarana Informatika, majalah InfoKomputer, Vol. I No. 11, Nopember 1987.
  • Johansyah, Achmad Firwany, “Informatika dan Teori Informasi – bagian 2”, Jakarta: PT. Penerbitan Sarana Informatika, majalah InfoKomputer, Vol. I No. 12, Desember 1987.
  • Johansyah, Achmad Firwany, “Informatika dan Teori Informasi – bagian 3”, Jakarta: PT. Penerbitan Sarana Informatika, majalah InfoKomputer, Vol. II No. 1, Januari 1988.
  • Kruglinski, David. Guide to IBM PC Communications. Osborne - McGraw-Hill,I nc., 1984.
  • Martin, James, with Joe Leben, the Arben Group, Inc., Data Communication Technology, the Arben Group, Inc., 1988.
  • Roddy, Dennis, and John Coolen. Electronics Communications. 2nd ed., Prentice-Hall, Inc., 1981.



REFERENSI

  • Chandor, Anthony, John Graham, and Robin Williamson, A Dictionary of Computers, Reprinted ed., UK, England, Middlesex, Harmmonsworth: Penguin Books Ltd., 1973.
  • Chandor, Anthony, The Penguin Dictionary of Microprocessors, Reprinted ed., UK, England, Middlesex, Harmmonsworth: Penguin Books Ltd., 1982.
  • IEEE Computer Society, Standards Coordinating Committee of the, IEEE Standard Computer Dictionary: A Compilation of IEEE Standard Computer Glossaries, USA, NY, New York: The Institute of Electrical and Electronics Engineers Inc., 1990.
  • IEEE Standards Coordinating Committee on Definitions, IEEE Standard Dictionary of Electrical and Electronics Terms, USA, NY, New York: The Institute of Electrical and Electronics Engineers Inc., 1988.
  • Kondo, Herbert, (Eds.), The New Book of Popular Science, USA, Connecticut, Danbury: Grolier Inc., 1981.
  • Mandel, Siegfried, Dictionary of Science, 3rd printing, USA, NY, New York: Dell Publishing Co., Inc., 1972.
  • Osman, Tony (Consultant Ed.), New Encyclopaedia of Science, Spain, Cordoba: Purnel Reference Books, 1979.
  • Pitt, Valerie H. (Ed.), The Penguin Dictionary of Physics, Reprinted ed., UK, England, Middlesex, Harmmonsworth: Penguin Books Ltd.,1980.
  • Uvarov, E.B., D.R. Chapman, and Alan Isaacs. A Dictionary of Science, Reprinted ed., UK, England, Middlesex, Harmmonsworth: Penguin Books Ltd., 1972.
  • Watson, Jane Werner, The World of Science, USA, NY, New York: Golden Press Inc., 1966.


__________________________________________________


(C) 1996-2011 — Achmad Firwany

HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual) karya intelektual ini dilindungi oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia, dan juga oleh konvensi dan provisi internasional atas karya intelektual di tiap negara di seluruh dunia.

Tak sebagian pun dari dokumen atau pagina jala ini boleh disalin, diduplikasi, direplika, direproduksi, ditransmisi, ditranskripsi, ditranslasi kedalam bentuk bahasa apapun atau disimpan dalam satu sistem retrieval apapun; dalam bentuk apapun atau dalam cara apapun, mencakup tapi tak terbatas pada cara optik, elektromagnetik, elektronik, elektromekanik, atau lainnya; untuk maksud dan tujuan komersial; tanpa pemberitahuan dan perkenanan tertulis terlebih dulu dari pemilik hak atas karya intelektual ini.

Tiap kutipan atas artikel ini harap mencantum dengan jelas sumber tulisan.



FINE ART ™
FIRWANY INTERNETWORK ENTERPRISE — ARTICLES ON REFORM AND TRANSFORM
adalah marka-niaga, identitas produk dan properti Achmad Firwany

BLOG :
http://blog.firwany.co.cc
http://firwany.blogspot.com

FACEBOOK :
http://fb.firwany.co.cc
http://facebook.com/people/Achmad-Firwany/100000427899819

LINK :
http://firwany.blogspot.com/2010/08/redundansi-efikasi-efisiensi-informasi.html
http://facebook.com/notes/logat-dan-bahasa/redundansi-efikasi-efisiensi-informasi-dan-komunikasi/163772887003750


TAG : kosakata, bahasa, linguistika, informatika, telematika, teknologi informasi, teknologi komunikasi, teknologi otomotiv, fisika, dinamika, vocabulary, language, linguistics, informatics, telematics, information technology, communication technology, physics, dynamics